-->
logo

WORKPLACE SPIRITUALITY : “Mendayagunakan Spiritualitas di Tempat Kerja”

Hot News

Hotline

WORKPLACE SPIRITUALITY : “Mendayagunakan Spiritualitas di Tempat Kerja”

SKJENIUS.COM, JAKARTA.- Prahara corona yang terjadi secara global telah menebar ketakutan di kalangan pebisnis. Betapa tidak, tahun 2020 baru berjalan 7 bulan namun goncangan ekonomi telah terjadi begitu hebatnya. Ekonomi tiba-tiba ambruk dalam sekejap akibat menyebarnya virus dari Cina ke seluruh dunia. Padahal wabah ini belum bisa diprediksi kapan akan mereda?  Pasalnya, sampai hari ini belum ditemukan vaksinnya.


Pandemi Covid-19 yang kini sudah mencapai 18,2 juta kasus di seluruh dunia, telah memukul perekonomian Negara-negara Kapitalis dan Sosialis Komunis, bahkan hingga mengalami resesi. Saat ini sudah ada 7 negara yang resmi masuk jurang resesi, yaitu : Amerika, Jepang, Jerman, Italy, Prancis, Korea Selatan dan Singapura. Sementara itu, Ekonomi Indonesia Sudah Anjlok di 2, 97% pada kuartal I-202, Dekati Skenario Terburuk?


Karuan Saja, Berbagai Analisa dan Ramalan Suram Ekonomi Global dari berbagai ahli pun bermunculan. IMF memperkirakan ekonomi global akan tumbuh -4,9%, lebih rendah 1,9 poin dibanding outlook IMF pada April 2020, yakni -3%. Dalam wawancara yang dilakukan dengan ekonom-nya, IMF juga sudah memberi kisi-kisi outlook akan sangat buruk. Ekonomi global disebut akan menderita krisis keuangan terburuk sejak Great Depression tahun 1930-an.


Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Perancang PARTAI NUSANTARA BERSATU, KGPH Eko Gunarto Putro, SE mengingatkan, kondisi tertekan dan ramalan akan kemunculan resesi seharusnya disikapi dengan bijaksana. Kangjeng Eko menilai memanfaatkan kondisi pandemi untuk bertahan hidup dan menata ulang sistem ekonomi dan bisnis adalah hal yang bijaksana saat ini. “Secara umum dunia bisnis memang akan menghadapi masa suram karena diterjang resesi, seperti apa yang diprediksi IMF. Tapi kalau saya melihatnya dalam kesusahan ada kesempatan yang akan tumbuh. Crisis is an opportunity,” kata Kangjeng Eko.


Ketua Dewan Perancang Partai Nusantara Bersatu KGPH Eko Gunarto Putro, SE mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 bukan hanya menciptakan krisis kesehatan, ekonomi, sosial, dan politik, namun juga menyebabkan krisis globalisasi akibat hantaman keras terhadap Sosialisme Komunis dan kapitalisme. 


“Hal ini bisa menjadi peluang bagi negara dengan kekayaan sumber daya alam melimpah seperti Indonesia, untuk menegakkan kedaulatannya di bidang ekonomi melalui Sistem Ekonomi Pancasila.

"Inilah waktunya Indonesia kembali kepada sistem ekonomi Pancasila,” kata Kangjeng Eko yang juga adalah Chairman Samudra Group itu.


Menurut Kangjeng Eko, pandemik ini bisa jadi pengingat kita. Mungkin ekonomi kita, saat ini terlalu kapitalis yang berbasis materialis dan utang riba serta terlalu mengejar pertumbuhan tapi melupakan pemerataan. Menomorsatukan infrastruktur dan jalan tol, kurang memperhatikan Usaha Kecil. 


“Sehingga para pebisnis pun hanya mengejar keuntungan materi, lupa kepada aspek Spiritual. Padahal, Spiritual dan aktivitas bisnis sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Karena itu, orientasi bisnis yang tidak memandang perilaku yang beretika serta hanya mementingkan unsur materialism sangat bertentangan dengan pemikiran dasar Sistem Ekonomi Pancasila,” ujarnya.


Sehubungan dengan hal tersebut di atas, menurut Kangjeng Eko, satu diantara Wujud Aktualisasi Sistem Ekonomi Pancasila yang Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah Mempraktekkan Spiritualitas di tempat kerja (Spirituality in the workplace)


“Spiritualitas di tempat kerja adalah sebuah gerakan yang dimulai pada awal tahun 2000. Hal itu, muncul sebagai gerakan dakwah Majelis Dakwah Al-Hikmah di dunia bisnis dengan individu-individu yang berusaha menghayati iman dan / atau nilai-nilai spiritual mereka di tempat kerja,” papar Kangjeng Eko.


 Spiritualitas di tempat kerja adalah tentang individu dan organisasi yang memandang pekerjaan sebagai jalur spiritual, sebagai peluang untuk tumbuh dan berkontribusi kepada masyarakat dengan cara yang bermakna. 


“Insya Allah, dimensi spiritualitas dapat dijadikan driving force yang kuat untuk menancapkan motivasi dan etos kerja yang selalu mengacu pada prestasi terbaik. Dalam konteks ini mestinya ada kesadaran kuat untuk menjalankan ”teologi kerja (job theology)” : atau sebuah niatan suci untuk selalu menganggap pekerjaan kita sebagai sebuah ibadah dan bentuk pengabdian kita pada Yang Maha Agung,” kata Kangjeng Eko menjelaskan.


Insya Allah, Anda akan merasakan kecepatan pertumbuhan bisnis Anda dengan kombinasi etika kerja dan praktik spiritual dan pola pikir anda. Ini memungkinkan anda untuk membuat lompatan kuantum dalam pertumbuhan bisnis. Bahkan ada sejumlah penelitian yang mengungkapkan bahwa di masa depan, keberhasilan bisnis akan diperoleh jika berbisnis dilandasi nilai-nilai spiritual. 


“Itulah mengapa faktor spiritalitas menjadi penting untuk diperhatikan, khususnya bagi para pemimpin. Tidak hanya faktor teknis dalam menjalankan perusahaan, yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin-pemimpin yang memiliki landasan spiritual yang kuat untuk memimpin sebuah perusahaan,” pungkas Chairman Samudera Group itu. (az).



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.