Jakarta, SKJENIUS.COM.- IRONIS.... ‼️🤭 Betapa Tidak... ⁉️😨 di Tengah Rakyat Hadapi Bencana di mana-mana, eehh ada OTT di BNPB: KPK Tetapkan 5 Tersangka, Adik Mantan Kepala BNPB Turut Terjerat. Miris, bukan..!?
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka pasca-operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (14/10). Sebelumnya, tim penyelidik KPK mengamankan 14 orang dalam operasi senyap sejak Selasa (13/10) dan membawa mereka ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Fenomena serentetan Kasus Korupsi sepanjang tahun 2026, menunjukkan betapa masih maraknya kriminal rasuah di negeri kita. Makanya sulit untuk mengatakan bahwa pemerintah serius dalam pemberantasan korupsi di tengah jebloknya skor Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) Indonesia tahun 2025 tercatat sebesar 34 (Sama Seperti Nepal) dari skala 100 yang diluncurkan oleh Transparency International.
Skor Indonesia menurun secara signifikan di angka 34, turun 3 poin dari tahun 2024 yang berada di angka 37. Karuan saja, rakyat bertanya-tanya, "Mungkinkah Korupsi Bisa Dicegah?
Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman, Cikarang, Kab. Bekasi, Jawa Barat dengan tegas menjawab, " Bisa!".
Ya...Korupsi sangat mungkin dicegah, tetapi membutuhkan perbaikan sistem yang menyeluruh, pengawasan ketat, serta komitmen kuat dari pemerintah hingga masyarakat.
WORKSHOP SPIRITUALITAS ANTI-KORUPSI
Workshop spiritualitas anti-korupsi adalah metode pencegahan korupsi yang mengintegrasikan nilai-nilai moral, etika, dan keimanan untuk menghilangkan hasrat serta membentuk mentalitas berintegritas.
TUJUAN DAN FUNGSI UTAMA
1. Penguatan Integritas Batin: Mengingatkan bahwa tindakan korupsi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap nilai moral dan ajaran Islam.
2. Pendekatan Nilai Dasar: Menanamkan sembilan nilai antikorupsi dari KPK (jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil) melalui pendekatan reflektif.
3. Pencegahan dari Hulu: Melengkapi strategi penindakan hukum dan perbaikan sistem dengan pendekatan kultural-spiritual agar pegawai atau masyarakat memiliki kontrol diri dari dalam.
CONTOH MATERI DALAM WORKSHOP
a. Refleksi diri dan evaluasi moral terkait integritas jabatan atau pelayanan publik.
b. Pembahasan gratifikasi, suap, dan konflik kepentingan dari sudut pandang etika dan ajaran Islam.
c. Internalisasi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel. (az)



