-->
logo

‎PROSESI PANJANG SEJAK HIDUIK BAKARILAHAN SAMPAI BARALEK DATUAK

Hot News

Hotline

‎PROSESI PANJANG SEJAK HIDUIK BAKARILAHAN SAMPAI BARALEK DATUAK

‎
‎Kamang Mudiak, SKJENIUS.COM.- Pergantian pangulu (Datuak Pucuak) atau pemimpin kaum di Minangkabau sangat penting karena menjadi simbol estafet kepemimpinan, penjaga keutuhan adat, serta penopang moral anak kemenakan.
‎
‎Satu diantara cara pergantian pangulu (penghulu) di Minangkabau adalah melalui "Huduik Bakarilahan." Dimana gelar adat (sako) diserahkan atau diwariskan secara sukarela dari penghulu yang lama kepada kemenakannya yang lebih muda.
‎
‎Hiduik BAKARILAHAN menjadi bagian dari tradisi pengangkatan pangulu (penghulu) di Minangkabau dalam uapaya melestarikan dan mengembangkan Adat dan Budaya Minangkabau. Prosesi ini juga mencegah perebutan gelar di antara kemenakan👍
‎
‎JANGKA WAKTU SEJAK HIDUIK BAKARILAHAN SAMPAI MALEWAKAN GALA
‎      
‎Dalam adat Minangkabau, khususnya pada kelarasan Bodi Caniago, tidak ada batasan jangka waktu baku atau angka pasti (seperti jumlah hari, bulan, atau tahun) antara proses hidup berkerilahan hingga acara baralek datuak.
‎
‎Jangka waktu tersebut sepenuhnya ditentukan oleh kesepakatan musyawarah kaum serta kesiapan materi (finansial) dari kaum atau suku yang bersangkutan.
‎
‎Berikut adalah penjelasan dan konteks adatnya agar lebih mudah dipahami:
‎
‎1. Apa itu Hidup Berkerilahan?
‎
‎Hiduik bakarelaan (hidup berkerelaan) adalah proses pergantian gelar pusaka kebesaran (sako) dari seorang penghulu/datuak yang lama kepada calon penggantinya selagi datuak yang lama masih hidup. 
‎
‎Hal ini umumnya terjadi karena datuak yang lama sudah terlalu tua, sakit-sakitan, atau uzur sehingga secara fisik tidak mampu lagi mengayomi anak kemenakan. Dalam pepatah adat dikatakan: "Lurahlah dalam, bukiklah tinggi".
‎
‎2. Mengapa Jangka Waktunya Fleksibel?
‎
‎Setelah kaum bersepakat melakukan pergantian secara berkerilahan, gelar tersebut belum sah dipakai atau diakui oleh masyarakat (nagari) sebelum diritualkan melalui upacara resmi.
‎
‎Proses menuju upacara baralek datuak (batagak panghulu / malewakan gala) membutuhkan persiapan besar.
‎
‎FAKTOR PENENTU WAKTU BARALEK:
‎
‎1. Musyawarah Berjenjang: Kaum harus melakukan serangkaian rapat atau mufakat internal (babaua-baua) mulai dari tingkat keluarga terdekat hingga kesepakatan sesuku.
‎
‎2. Kesiapan Finansial Kaum: Upacara baralek datuak adalah perhelatan besar (alek gadang) yang mensyaratkan kaum untuk menyembelih hewan ternak (kerbau atau sapi) guna menjamu tokoh adat dan masyarakat se-nagari. Biaya ini ditanggung bersama oleh seluruh anggota kaum.
‎
‎Oleh karena itu, jeda waktu dari penyerahan gelar secara kerelaan (hidup berkerilahan) hingga pesta pengukuhannya (baralek datuak) bisa berlangsung dalam hitungan minggu, bulan, bahkan tahun, tergantung kapan kaum tersebut siap secara mufakat dan ekonomi untuk mengadakan perhelatan.
‎
‎Jika Anda sedang mempelajari kasus adat tertentu, apakah perhelatan ini direncanakan untuk satu datuak saja atau dilakukan secara bersama-sama (basamo) dalam satu nagari?
‎Prinsip adat yang memberi kemudahan dan kelonggaran tercermin dalam pepatah adat Minangkabau: 
‎
1. ‎Adat Habih Dek Bakarilahan
2. ‎Senteng Dibilai, Singkek Diuleh.
3. ‎Kok Kurang Tukuak-manukuak,
4. ‎Nak Bakisa Nan Barek Ka Nan Ringan.
5. ‎Nak tacapai nan jauah jo nan dakek jalang-manjalang. (az) 
‎

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.