Miris. . Memang!🤭😨 Di tengah daya beli masyarakat yang makin melorot, Gangguan Kesehatan Mental pun, Semakin Ngetren. Parahnya Lonjakan Gangguan Kecemasan dan Depresi itu Melibas para Gen Z. Makanya Perlu Diwaspadai ‼️
Tekanan batin menghantui Gen Z karena kombinasi faktor seperti tuntutan akademik dan karier tinggi, ketidakpastian ekonomi, serta dampak media sosial yang memicu kecemasan dan perasaan tidak aman, menyebabkan prevalensi stres, depresi, dan gangguan kecemasan yang meningkat.
Karuan saja di tengah dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan nyaris tak memberi ruang hening, banyak orang berusaha mencari cara untuk menyembuhkan luka batin. Sebagian memilih meditasi ala Barat, sebagian mencoba terapi modern yang memadukan konseling psikologi dengan farmakoterapi. Namun, ada satu sumber daya yang kerap diabaikan, warisan budaya.
Di pulau Jawa, ada tradisi penyembuhan yang telah melewati ujian waktu adalah etnohealing. Sebuah pendekatan yang berakar pada filosofi hidup, simbol, dan ritual masyarakat Jawa. Metode ini memandang penyembuhan bukan hanya sebagai urusan fisik atau mental, tetapi juga spiritual, sosial, dan bahkan kosmologis. Namun sayangnya pendekatan ini kurang diminati.
HARMONI sebagai OBAT yang TAK LEKANG WAKTU
Dalam pandangan tradisional Jawa, sakit baik fisik maupun mental, tidak semata dilihat sebagai gangguan biologis, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang telah ditentukan oleh Tuhan.
Ketika seorang petani jatuh sakit, misalnya, ia mungkin akan berkata, “Iki wis pandum, kudu dak tampi”, ini sudah menjadi bagian jatah hidup yang harus diterima.
PENERIMAAN semacam ini, jika dilihat dari perspektif psikologi modern, sejalan dengan prinsip acceptance and commitment therapy (ACT), di mana penerimaan adalah langkah awal menuju pemulihan. Dengan MENERIMA, beban mental berkurang, energi dapat dialihkan untuk membangun strategi hidup yang lebih ADAPTIF.
RITUAL, LEBIH DARI SEKADAR SIMBOL
Bagi sebagian orang, etnohealing mungkin terkesan mistis atau penuh takhayul. Bayangan yang muncul adalah sesaji, doa bersama, atau prosesi adat yang jauh dari rasionalitas sains. Namun, jika kita menilik lebih dalam, banyak ritual tradisional memiliki fungsi psikologis dan sosial yang sangat jelas.
Maka solusi yang paling realistis bukanlah memilih salah satu tradisi atau modernitas, melainkan membangun jembatan di antara keduanya.
Karena itulah Rumah Sehat Al-Hikmah memadukan konseling psikologi berbasis Cognitive Behavioural Therapy dengan sesi Al-Hikmah Therapy dan Refleksi Budaya, menggunakan bahasa dan simbol lokal.
Terapi Holistik Berbasis Wellness Nusantara yang dikembangkan Rumah Sehat Al-Hikmah adalah pendekatan kesehatan komprehensif yang menggabungkan kearifan lokal, kekayaan budaya, dan tradisi pengobatan tradisional Indonesia (seperti jamu, lulur, pijat) dengan prinsip modern untuk mencapai keseimbangan fisik, mental, emosional, dan spiritual, memanfaatkan alam dan budaya sebagai sumber penyembuhan alami untuk meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.(az)



