Bulan Ramadhan bukan hanya momen spiritual yang penuh berkah, tetapi juga menjadi periode emas bagi pelaku usaha. Selama bulan suci ini, pola konsumsi masyarakat meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan lainnya. Makanya, bulan Ramadhan menawarkan peluang usaha yang besar bagi para pengusaha yang ingin memanfaatkannya.
Namun sayangnya, selama ini peluang bisnis di bulan Ramadhan, justru dinikmati oleh non Muslim pemilik Matahari, Ramayana, Indomart, Alfamart, serta pengusaha transportasi darat dan udara.
Padahal Permintaan pasar selalu meningkat drastis, terutama di sektor kuliner, fashion muslim, hampers, hingga jasa tertentu. Banyak orang mencari takjil, pakaian baru, serta kebutuhan lebaran, menciptakan peluang bisnis yang menggiurkan. Dengan strategi yang tepat, Ramadan bisa menjadi waktu yang penuh berkah, baik secara spiritual maupun finansial.
Peluang rezeki di bulan Ramadhan sangat melimpah, didorong oleh tingginya permintaan takjil, kue kering, pakaian muslim, hingga hampers lebaran. Usaha kuliner seperti katering sahur/berbuka dan jajanan pasar paling laris. Selain bisnis, peluang lain termasuk jasa pengiriman, konten kreator, hingga mengajar Alquran.
Berikut beberapa PELUANG BISNIS yang menjanjikan selama bulan Ramadhan:
1. Kuliner Takjil dan Lauk: Berjualan es buah, gorengan, kolak, atau lauk siap saji (ayam/ikan) di sore hari.
2. Kue Kering dan Hampers: Nastar, kastengel, dan paket hampers lebaran sangat diburu menjelang akhir Ramadhan.
3. Pakaian Muslim dan Perlengkapan Ibadah: Jualan baju koko, gamis, hijab, sajadah, dan sarung.
4. Katering Sahur dan Buka Puasa: Menyediakan menu sehat untuk sahur atau berbuka, terutama bagi pekerja/mahasiswa.
5. Jasa Kreatif & Online: Jasa desain hampers digital, content creator Ramadhan, atau kursus mengaji online.
6. Jasa Pengiriman (Kurir): Kebutuhan pengiriman barang meningkat, apalagi ada diskon khusus Ramadhan.
7. Bisnis Dekorasi & Perlengkapan Lebaran: Jual toples cantik, taplak meja, atau dekorasi Idul Fitri. Produk DIY seperti kartu ucapan lebaran unik.
Peluang ini didukung dengan tingginya konsumsi rumah tangga dan tradisi saling berbagi (parcel/hampers).
Dalam Islam, berdagang adalah satu cara mencari nafkah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad. Beliau sendiri sebelum menjadi Rasul merupakan seorang pedagang yang dikenal amanah dan jujur. Oleh karena itu, selama bisnis dijalankan dengan prinsip kejujuran, tidak menipu, dan tidak mengganggu ibadah, maka berjualan di bulan Ramadan bisa menjadi ladang rezeki sekaligus ibadah.
Lebih dari itu, mencari keuntungan juga bisa menjadi sarana untuk berbagi, misalnya dengan bersedekah dari hasil usaha. Dengan begitu, Ramadan menjadi momen tidak hanya untuk mencari rezeki, tetapi juga untuk berbagi keberkahan dengan sesama.
Semoga paparan ini dapat memberikan inspirasi bagi Anda yang ingin memanfaatkan peluang usaha pada bulan Ramadhan. (az)



