Satu hal yang sangat membahagiakan dalam menyambut Ramadhan disamping terbuka kesempatan beribadah dan menimba Rahmat sebesar-besarnya, bagi saya, Puasa adalah Terapi Ilahiyah untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan.
Terapi puasa terbukti membantu penyembuhan berbagai penyakit dengan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan, memicu detoksifikasi seluler (autofagi), mengurangi inflamasi kronis, dan menurunkan resistensi insulin.
Metode ini efektif untuk mengatasi maag, hipertensi, penyakit jantung, peradangan, serta menjaga kesehatan mental. Puasa memaksa tubuh membakar lemak sebagai energi dan memperbaiki sel rusak.
PENYAKIT Yang Dapat DISEMBUHKAN Dengan TERAPI PUASA:
1. Penyakit Maag dan Asam Lambung (GERD): Puasa mengatur produksi asam lambung dan memberikan jeda bagi sistem pencernaan.
2. Hipertensi: Pengurangan asupan garam dan penurunan berat badan saat puasa membantu menurunkan tekanan darah.
3. Penyakit Jantung & Kolesterol: Puasa mengurangi inflamasi kronis dan memperbaiki fungsi endotelium (lapisan dalam pembuluh darah).
4. Resistensi Insulin & Diabetes: Puasa meningkatkan sensitivitas insulin dan mengatur gula darah.
5. Kanker & Peradangan Kronis: Proses autofagi saat puasa membantu menghancurkan sel lama/rusak yang berpotensi kanker.
6. Kesehatan Mental: Puasa dapat membantu mengurangi stres dan depresi. Penyakit Kulit: Membantu mengatasi eksim dan psoriasis.
Terapi puasa memicu DETOKSIFIKASI (pembuangan racun) alami dengan mengistirahatkan sistem pencernaan, meningkatkan autofagi (pembersihan sel rusak), dan mengoptimalkan fungsi hati serta usus. Proses ini membantu tubuh mengeluarkan sisa metabolisme dan racun, terutama saat berbuka puasa dengan makanan sehat.
MEKANISME DETOKSIFIKASI SAAT PUASA:
1. Autofagi (Pembersihan Sel): Puasa memicu autofagi, mekanisme seluler yang menghancurkan dan mendaur ulang sel-sel rusak, mencegah penuaan dini.
2. Organ Istirahat & Berfungsi Optimal: Tanpa makanan masuk, lambung beristirahat, energi dialihkan untuk memperbaiki sel, dan hati bekerja lebih intensif membuang toksin.
3. Pembersihan Lemak Tubuh: Racun yang tersimpan dalam lemak tubuh akan diurai dan dikeluarkan selama proses pemecahan lemak menjadi energi saat berpuasa.
4. Pengeluaran Toksin: Racun dikeluarkan lebih efektif melalui feses (usus), keringat (kulit), dan napas (paru-paru).
Sementara itu, beberapa penelitian telah menemukan bahwa puasa dapat meningkatkan manajemen gula darah, yang mungkin bermanfaat bagi mereka yang berisiko terkena diabetes.
Seiring dengan itu, penelitian lainnya mempromosikan kesehatan yang lebih baik dengan melawan peradangan
Meskipun peradangan akut merupakan proses kekebalan alami yang digunakan untuk membantu melawan infeksi, peradangan kronis dapat berdampak serius pada kesehatan Anda.
ResearchTrusted Source menunjukkan bahwa peradangan mungkin terlibat dalam perkembangan kondisi kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan radang sendi. Beberapa penelitian menemukan bahwa puasa dapat membantu mengurangi tingkat peradangan dan meningkatkan kesehatan.
Dengan demikian, Terapi puasa juga menyehatkan jantung. Puasamenurunkan tekanan darah, mengurangi kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Puasa mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan risiko gagal jantung hingga 71%. Pola makan teratur saat puasa membantu menurunkan berat badan dan peradangan tubuh.
Marhaban Ya Ramadhan! Semoga cahaya bulan ini mampu menerangi sudut-sudut gelap dalam hati kita dan membawa kedamaian yang kita cari sepanjang tahun.
Selamat menunaikan Ibadah Puasa. Semoga sehat dan sukses selalu sobat-sobatku semuanya. (az)



