-->
logo

BERNAFAS DENGAN SADAR: Membantu Mengendalikan Pikiran, Emosi dan Amarah.

Hot News

Hotline

BERNAFAS DENGAN SADAR: Membantu Mengendalikan Pikiran, Emosi dan Amarah.


Hidup tanpa Kesadaran adalah kehidupan yang tanpa makna. Tak ada artinya, hanyalah realitas mentah tanpa persepsi. Kosong melompong saja, tak ubahnya bagaikan "Tong kosong nyaring bunyinya".  

Pasalnya, "Tidak ada yang berarti tanpa kesadaran." Kesadaran diri bukan sekadar konsep, tetapi kunci utama dalam cara kita melihat dan menjalani kehidupan. Ini tidak hanya memengaruhi perilaku kita, tetapi juga tingkat kepuasan yang kita rasakan dalam hidup. Meskipun setiap individu memiliki tingkat kesadaran, seringkali mereka tidak menyadari apakah kesadaran tersebut positif atau negatif. 

Kesadaran diri yang positif mendorong kita untuk mengenal dan memahami diri sendiri, memungkinkan kita berperilaku secara efektif dalam berbagai situasi. Ini berarti menerima diri apa adanya dan memiliki kemampuan untuk melakukan introspeksi. Tanpa kesadaran diri yang cukup, kita tidak memiliki landasan untuk membuat keputusan dalam hidup. 

Berikut adalah BEBERAPA PERSPEKTIF yang mendukung gagasan tersebut: 

1. Kesadaran sebagai Pemberi Makna (Perspektif Fenomenologi): Dunia objektif (benda, alam semesta) mungkin ada secara fisik, namun "makna" bukanlah properti intrinsik dari benda tersebut. Makna diberikan oleh kesadaran yang mengamatinya. 

2. Eksistensialisme: Makna Diciptakan, Bukan Ditemukan:
Jean-Paul Sartre, seorang eksistensialis, menekankan bahwa manusia mendahului makna. Dunia ini "absurd" (tidak memiliki makna bawaan) sampai kita, melalui kesadaran dan tindakan, memberikan makna padanya. 

3. Fisika Kuantum dan Pengamat:
Dalam interpretasi tertentu dari mekanika kuantum, perilaku partikel subatomik (seperti dalam eksperimen celah ganda) tampaknya berubah tergantung pada apakah partikel tersebut diamati atau tidak. Ini memunculkan perdebatan apakah kesadaran memainkan peran dalam mewujudkan realitas fisik (meskipun ini masih menjadi perdebatan ilmiah yang panas). 

4. Kesadaran Diri dan Pengalaman (Qualia):
Tanpa kesadaran, keindahan matahari terbenam, rasa sakit, atau cinta hanyalah gelombang cahaya, sinyal saraf, atau reaksi kimia. Pengalaman subjektif (apa rasanya mengalami sesuatu) sepenuhnya bergantung pada kesadaran. 

Tanpa kesadaran, alam semesta mungkin ada, tetapi tidak ada yang mengetahui bahwa ia ada, dan tidak ada yang peduli bahwa ia ada. Dalam konteks manusia, kesadaran adalah lensa yang mengubah fakta mentah menjadi makna. 

Demikian juga bernafas, orang tak sadar tentu tetap bernafas. Namun nafasnya tidak berdampak yang signifikan pada kehidupannya. Karena itu, tak salah jika ada yang menjulukinya sebagai mayat yang berjalan. 

Bagi banyak orang, pernapasan ini terjadi secara tidak sadar, tetapi Anda dapat memanfaatkan pernapasan untuk menjadi lebih sadar akan tubuh, kondisi pikiran, dan momen saat ini. 

Bernafas dengan sadar secara umum menggambarkan tindakan mengembangkan kesadaran lembut terhadap napas Anda saat masuk dan keluar dari tubuh. Latihan ini dapat membantu Anda mencapai keadaan tenang dan hadir sehingga Anda dapat terlibat lebih dalam dengan kehidupan. 

Pernapasan sadar juga dapat membantu Anda mengatasi pikiran, emosi, dan pengalaman yang sulit, menciptakan ruang untuk merespons dengan niat dan objektivitas. 

Maka dari itu, bernafaslah dengan sadar agar Anda menemukan makna hidup yang hakiki. 

Yuk......mulai detik ini juga  kita melatih pernafasan sadar (Conscious Breathing). Para ahli percaya bahwa latihan pernapasan penuh kesadaran secara teratur dapat mempermudah Anda dalam situasi sulit. (az)

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.