Sebagaimana biasa, tiap 100 hari sekal, kami bersama jajaran Direksi, para Manajer dan Karyawan PT. Samudera Biru Line mengadakan I’TIKAF TRANSFORMATIF selama 3 hari di Masjid Baiturrahman, Cikarang, Kab. Bekasi, Jabar.
I’tikaf, seiring sebagai Ibadah juga dimaksudkan sebagai sarana PENYEGARAN dan PENCERAHAN SPIRITUAL, sekaligus juga PEMULIHAN ENERGY FISIK dan PENGOBATAN berbagai penyakit yang diderita Karyawan maupun Team Manajemen, lahir dan batin. Seiring dengan itu kami pun BERDISKUSI tentang berbagai hal yang terkait dengan Spiritualitas dan Pengembangan Sumber Daya Manusi serta melatih KETAJAMAN SPIRITUAL agar mampu membaca dan mendengar Petunjuk Langit.
I’tikaf yang dilaksanakan di Masjid dekat kantor itu, sekaligus AUDIT SPIRITUAL Perusahaan yang bergerak dalam Industri Maritim, Pelayaran, Docking dan Infrastruktur. AUDIT SPIRITUAL penting dan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana para Manajer memiliki keyakinan spiritual dan bagaimana mereka menggunakannya di lingkungan kerja.
Berdasarkan pengalaman dalam beberapa tahun terakhir, kinerja perusahaan secara keseluruhan sebenarnya lebih tinggi ketika BUDAYA PERUSAHAAN dan nilai-nilai spiritual bersatu.
Jadi lebih dari sekadar panduan pribadi untuk kesejahteraan spiritual, maka I’tikaf Transformatif menunjukkan bagaimana para Manajer dan karyawan dapat memanfaatkan energi spiritual yang sangat besar dalam inti diri setiap orang, dan menguraikan solusi untuk membawa energi itu ke dalam organisasi. Karena itu, diantara Topik menarik yang kami kaji bersama adalah Korelasi Spiritualitas di Lingkungan Kerja, Zikir Meningkatkan Keterikatan Kerja (work engagement).
Sebagaimana kita ketahui belakangan ini, semakin banyak perusahaan yang menyandarkan aktivitasnya pada aspek spiritualitas (menjadi SPIRITUAL COMPANY). Berkebalikan dengan perusahaan yang mengabaikan faktor spiritual dalam operasionalnya, perusahaan-perusahaan yang melandaskan aktivitasnya pada nilai-nilai spiritual terbukti mampu bertahan dan berkembang secara baik.
Seiring dengan itu Work-life balance merupakan sebuah konsep yang digadang-gadang sebagai penyeimbang antara pekerjaan (karir dan ambisi) dan gaya hidup (kesehatan, hiburan, waktu luang, waktu keluarga dan latihan spiritual).
Kini konsep tersebut telah diadaptasi oleh beberapa perusahaan besar di kota-kota besar seperti Jakarta dan PT. Samudera Biru Line satu di antaranya.
Satu diantara faktor psikologis yang penting bagi individu dalam bekerja adalah keterikatan kerja (work engagement). Keterikatan kerja adalah sebuah konsep yang menggambarkan individu memiliki semangat (vigor), fokus (absorption), dan memiliki dedikasi (dedicated) dalam bekerja.
Perusahaan yang memiliki karyawan dengan keterikatan kerja yang tinggi dapat memberikan manfaat atau keuntungan bagi perusahaan tersebut. Dengan adanya pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan, maka perusahaan dapat meningkatkan kinerja karyawannya melalui upaya peningkatan employeeengagement.
Robbins, Stephen & Judge, Timothy, (2008) menyatakan bahwa karyawan yang memiliki ikatan kuat dengan perusahaan
akan meningkatkan performa dalam melakukan pekerjaannya yang berdampak langsung pada keuntungan perusahaan melalui peningkatan kinerja perusahaan.
Dalam kaitan itulah selama I’tikaf dikaji pentingnya memasukkan Nilai-nilai spiritual ke tempat kerja dan menjadikan ZIKIR NAFAS sebagai RUH perusahaan.
Melalui Zikir Nafas Para Direksi, Manajer dan Karyawan dapat membangun Komunikasi Sambung rasa. Bila RASA sudah tersambung, maka akan terjadi saling getar-menggetarkan. Sehingga menumbuhkan RESONANSI yang HARMONIS dalam lingkungan kerja.(az).



