Agenda utama Program Pengabdian Masyarakat Majelis Dakwah Al-Hikmah MDA) tahun 2026 adalah bekerjasama dengan MDA Care Hotline, Rumah Sehat Al-Hikmah dan Surat Kabar Jenius dalam Memasyarakatkan Konsep Holistic Wellness (Kesehatan Holistik).
Memasyarakatkan konsep holistik wellness (kesejahteraan menyeluruh) berarti mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk merawat diri secara utuh—mencakup fisik, mental, emosional, sosial, dan spiritual—bukan hanya sekadar bebas dari penyakit fisik.
Pendekatan ini berakar pada Kearifan Lokal Nusantara (Local Wisdom of the Nusantara), sebagai suatu solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah saat ini.
Konsep Hidup Sehat Masyarakat Nusantara menegaskan bahwa semua aspek kehidupan, fisik, mental, emosional, spiritual dan sosial saling terkait dan memengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.
Konsep hidup sehat dalam Filosofi Hidup orang nusantara adalah Kesehatan Holistik (Holistic Wellness). Konsep hidup sehat menurut filosofi Nusantara berakar pada kearifan lokal yang menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keharmonisan hidup, baik dengan diri sendiri, lingkungan, maupun Allah. Pendekatan ini melihat kesehatan secara holistik—fisik, mental, dan spiritual—bukan sekadar bebas dari penyakit.
Karena itulah, Perilaku menyimpang, dalam konteks tertentu, dapat dianggap sebagai "penyakit" atau tanda adanya gangguan kesehatan mental dan sosial. Ini merujuk pada tindakan yang melanggar norma sosial, budaya, atau hukum, seringkali didorong oleh masalah psikologis seperti gangguan kepribadian, trauma, atau penyalahgunaan zat.
Makanya orang Minang sering mengatakan, Paja tu sakik, mah," (orang itu nampknya sakit), kepada orang-orang yang punya "prilaku menyimpang", di tengah masyarakat.
KONSEP HIDUP SEHAT MENURUT FILOSOFI NUSANTARA:
1. Keseimbangan (Harmony & Balance): Hidup sehat di Nusantara didasarkan pada prinsip menjaga keseimbangan antara batin (jiwa/mental) dan lahir (fisik/jasmani). Kebahagiaan dan ketenangan batin dianggap sebagai faktor utama kesehatan fisik.
2. Hidup Selaras dengan Alam: Filosofi ini menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan, karena kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh alam sekitarnya.
3. Pola Makan Alami (Kearifan Lokal): Mengonsumsi makanan yang bersumber dari alam sekitar, alami, dedaunan dan buah segar, serta tidak berlebihan. Mengutamakan konsumsi makanan hasil rebusan, kukus dan panggang, kalaupun ada gorengan, maka digoreng dengan minyak kelapa.
4. Pencegahan dan perawatan melalui Kearifan Lokal (Jamu dan Perilaku): Penggunaan ramuan tradisional (jamu) dan perilaku bersih sehat (bersih diri dan lingkungan) adalah bentuk preventif (pencegahan) tradisional.
5. Gotong Royong dan Sosial: Kesehatan juga dipandang sebagai hasil dari interaksi sosial yang sehat. Sosialisasi dan kebahagiaan bersama (komunal) dianggap penting untuk kesehatan mental.
6. Prinsip 3 Pilar "Paradigma Sehat": Konsep ini diadaptasi dalam kebijakan modern yang mendorong promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan) daripada sekadar kuratif (pengobatan).
Karena itulah Holistic Wellness menjadi satu konsep baru bagi dunia kesehatan di Indonesia. Masyarakat yang umumnya memandang kesehatan sebagai satu kondisi fisik saja, kini perlahan mulai memperluas pandangannya.
Kini, banyak ahli menerangkan bahwa kondisi sehat tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor, tetapi beberapa faktor yang saling terkait. Hal ini juga ditandai dengan perkembangan isu kesehatan mental di Indonesia.
Filosofi ini mengajak masyarakat untuk kembali ke cara hidup sehat dan sederhana namun berdampak besar pada keberlanjutan hidup dan kesehatan jangka panjang.



