-->
logo

‎OBAT HERBAL MAKIN POPULER: Jamu Sebagai Simbol Masa Depan Kesehatan Indonesia‎

Hot News

Hotline

‎OBAT HERBAL MAKIN POPULER: Jamu Sebagai Simbol Masa Depan Kesehatan Indonesia‎



‎Masa depan jamu sebagai obat modern sangat cerah melalui transformasi menjadi fitofarmaka (herbal terstandar ilmiah). Jamu kini berevolusi dari citra kuno menjadi produk kekinian yang praktis, estetik, dan populer di kalangan milenial/Gen Z sebagai bagian gaya hidup sehat.

‎Jamu bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi menjadi simbol masa depan kesehatan bangsa. Jamu adalah representasi kearifan lokal yang memiliki bukti empiris kuat dan ditopang oleh kajian ilmiah yang terus berkembang.

‎Jamu tidak sekadar ramuan, tetapi juga cerminan budaya yang diwariskan turun-temurun. Kini, semakin banyak jurnal ilmiah dan seminar yang membahasnya sebagai potensi besar obat tradisional.

‎Dengan demikian Jamu Jamu memiliki potensi besar sebagai obat modern (Obat Modern Asli Indonesia/OMAI) melalui standardisasi ilmiah, uji klinis, dan sertifikasi BPOM, menjadikannya alternatif medis yang aman, praktis, dan diakui secara ilmiah. Berbasis biodiversitas tinggi, jamu modern dikembangkan menjadi Fitofarmaka dan Obat Herbal Terstandar (OHT) untuk antinyeri, antioksidan, dan penyakit kronis.

Berikut adalah POIN-POIN penting POTENSI JAMU sebagai OBAT MODERN:

1. Peningkatan Status Ilmiah (Fitofarmaka): Jamu bertransformasi dari sekadar ramuan tradisional menjadi obat modern yang teruji klinis (fitofarmaka), setara dengan obat kimia, untuk penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kanker.

2. Keunggulan Biodiversitas: Indonesia memiliki kekayaan alam yang mendukung bahan baku, dengan potensi lebih dari 90 jenis obat alami sebagai antibakteri, 79 anti-kanker, dan 50 antiinflamasi.

‎3. Inovasi dan Praktis: Jamu milenial/modern hadir dalam bentuk kapsul, sirup, atau ready-to-drink yang praktis, higienis, dan menarik bagi generasi muda, meningkatkan daya tahan tubuh.

‎4. Didukung Regulasi dan Industri: BPOM, bersama akademisi, telah menyertifikasi produk OMAI untuk menjamin kualitas, keamanan, dan efektivitasnya.

‎5. Pengurangan Efek Samping: Jamu sering digunakan sebagai pendamping obat modern (adjuvant) untuk mengurangi efek samping pengobatan konvensional, terutama pada pasien kanker

‎Tantangan utama yang dihadapi dalam mengembangkan Jamu Jadi Obat Modern adalah perlunya penguatan political will dan masuknya produk fitofarmaka ke dalam formularium nasional agar lebih terjangkau.

‎Jadi, tantangan OMAI (Obat Modern Alami Integratif) bukan lagi soal sains semata, melainkan ekosistem kebijakan. Karena itulah, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam menilai pemanfaatan fitofarmaka di Indonesia masih belum optimal.

‎ ”Sekarang ini sudah ada beberapa produk fitofarmaka yang telah dihasilkan. Produk tersebut pun sudah dipasarkan di masyarakat. Akan tetapi, pemanfaatannya belum optimal. Hal ini terutama karena fitofarmaka belum masuk dalam formularium nasional sehingga tidak dijamin oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," ungkapnya.

‎Dengan kata lain, masa depan OMAI sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor. Akademisi memastikan landasan ilmiah, industri menjamin kualitas dan kesinambungan riset, pemerintah membuka ruang kebijakan, masyarakat menjadi pengguna rasional, dan media menjalankan fungsi literasi publik. (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.