Hikmah terbesar yang penting dan perlu kita AMALKAN dari peristiwa yang melatarbelakangi Iedul Adha adalah betapa KEPASRAHAN TOTAL Nabi Ibrahim as dan isterinya Siti Hajar serta putranya Ismail telah mengundang INTERVENSI Langit untuk MENYELESAIKAN PROBLEMATIKA yang sedang dihadapi.
"Tatkala keduanya telah BERSERAH DIRI dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (QS. As-Saffat 37:103).
Betapa dahsyatnya ujian Allah kepada Beliau sekeluarga, ketika DIPERINTAHKAN oleh Allah untuk MENGORBANKAN anak yang dicintai. Alhamdulillah, dengan PASRAH DIRI pada-Nya, LANGIT pun memberi SOLUSI terbaik.
"Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (Q.S. As-Saffat :106-07).
Jadi, apa pun masalah yang Anda hadapi, bagaimana pun sulitnya kehidupan Anda hari ini dan separah apapun penyakit yang Anda derita serta sebesar apapun utang yang membelit Anda, segera SERAHKAN pada Allah. Insya Allah, Dia akan memberi SOLUSI terbaik untuk Anda. YAKINLAH, karena Allah memang yang lebih dan paling mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan kebaikan kita daripada diri kta sendiri.
Hal ini telah difirmankan dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah ayat 112 yang berbunyi sebaga berikut:
“(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati ”.
Maka, dalam menjalani kehidupan sejatinya tidaklah perlu keluh kesah, sedih dan kecewa ketika tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Apalagi sampai memutar otak siang malam, akhirnya pusing kepala tujuh keliling. Padahal, keinginan yang tidak terpenuhi bisa jadi menunjukkan bahwa apa yang kita inginkan itu jelek buat kita.
Sebagai orang yang memiliki keyakinan penuh (haqqul yaqin) terhadapa Allah yang mengetahui dan mengatur berjalannya semesta maka sepatutnyalah kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah baik lahir maupun batin.
Namun demikian, nampaknya tidak semua orang yang MENYADARI dan MENGETAHUI bagaimana caranya BERSERAH DIRI (Tawakal).
Sehubungan dengan hal tersebut di atas Majelis Dakwah Al-Hikmah, selama 25 tahun telah mengembangkan Teknik Berserah Diri, sebagaimana kami pelajari dari Sesepuh Pengajian Tawakal, Guru Mursyid, Allahyarham H. Permana Sasrarogawa.
Alhamdulillah. Banyak orang yang sudah merasakan manfaat TAWAKAL pada Allah. Teknik Tawakal membawa peserta program ke arah sukses dalam berbagai bidang kehidupan. Berikut ini adalah hal hal yang didapatkan oleh peserta program, dan hal hal berikut ini merupakan pengalaman dari peserta program juga.
1. Meningkatkan kualitas Ibadah;
2. Solusi atas berbagai masalah;
3. Meningkatkan level kesehatan;
4. Pikiran akan lebih positif dan Cerdas;
5. Pekerjaan dan Bisnis akan makin lancar;
6. Jadi lebih optimis & Tenang bahkan jika dalam kondisi genting sekalipun;
7. Meningkatkan Kepedulian Sosial.
Allah Akan Mencukupi Semua Urusan Orang Yang Bertawakal Kepada-Nya. “Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”. (Ath-Thalaq : 3)
Berserah diri sepenuhnya kepada Allah adalah jalan terbaik dalam menjalani kehidupan agar hidup kita tidak sia-sia dan selalu merasa dirundung derita. Berserah di sini bukan dalam arti hidup pasif malah harus akif lahir batin agar kita selalu bersama Allah dalam setiap tindakan kita. Kalau sudah berserah dan bersama Allah dalam amal kita maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan disedihkan lagi. (az).



