Ngeriiii........‼️Belakangan ini kita Melihat Fenomena Materialisme dan Krisis Eksistensial serta Eksploitasi Lingkungan semakin merajalela. 🤭😨
Hal ini terjadi sebagai akibat berkembangnya sifat-sifat dan kemajuan ilmu sekuler kapitalis yang terlepas dari bimbingan Illahi.
Ilmu pengetahuan sekuler berfokus pada apa yang bisa dilakukan, bukan apa yang seharusnya dilakukan. Tanpa kerangka moral yang bersumber dari keyakinan ilahi, kemajuan teknologi dan ilmiah (misalnya, dalam bidang bioteknologi atau kecerdasan buatan) dapat digunakan untuk tujuan yang merugikan atau tidak etis.
Makanya premis sains empiris Barat berada dalam jalur yang salah jika kita memahami premis yang bersumber dari Nash Al-Qur’an. Tidak adanya KESADARAN inilah, yang membuat terjadinya krisis ilmiah.
Sementara itu perjalanan pemikiran di dunia Islam disinyalir mengalami kelesuan berfikir dan kemandegan dalam beberapa abad disebabkan khazanah intelektual Islam yang selalu menyerang dan memojokkan THARIQAT. Sehinga tanpa disadari, sebagian Umat Islam telah kehilangan JANGKAR SPIRITUAL mereka.
Karena itu sudah waktunya kita mengembangkan CARA BERPIKIR MINANGKABAU untuk dunia. Orang Minang mempunyai pemikiran moderat. Di samping sebagai seorang yang taat beragama dan tinggi ilmu agama tetapi juga pro terhadap transformasi serta penguasaan ilmu pengetahuan. Orang Minang masa lalu tahu betul dengan pemikiran moderat itu. Pemikiran moderat itu yang membentuk peradaban dan kemajuan sampai kini.
Cara berpikir Minangkabau adalah perpaduan antara Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, yang mengedepankan logika, nilai agama Islam, dan adat istiadat yang diwujudkan dalam sikap moderat, kritis, sopan santun, dan semangat merantau untuk mencapai keadilan, kebenaran, serta kemajuan, dengan konsep unik seperti "Alam Takambang Jadi Guru" dan logika "DIALETHEIA" (kemungkinan benar dan salah bersamaan) untuk menyelesaikan persoalan.
Dengan demikian dapat kita memahami dan MENYADARI bahwa FILSAFAT MINANGKABAU ternyata merupakan bagian penting dari kemajuan sebuah bangsa, sehingga ada yang menyebut salah satu pertanda runtuhnya peradaban adalah meredupnya pengetahuan filsafat Minangkabau di tengah masyarakat.
Untuk itu, marilah kita kembangkan kembali CARA BERPIKIR MINANGKABAU Ini Untuk Kemajuan Indonesia dan Dunia.
Orang Minangkabau Berpikir Moderat, Bersikap Egaliter dan Bertindak Strategis.
Sikap egaliter dan bertindak strategis adalah karakteristik fundamental yang tertanam kuat dalam budaya dan falsafah hidup masyarakat Minangkabau. Nilai-nilai ini berakar dari sistem adat dan pandangan hidup masyarakat yang unik.
Filsafat Minangkabau dengan METODE BERFIKIRNYA yang HOLISTIK harus senantiasa mendorong dan mengembangkan pemahaman yang lebih kreatif dan akomodatif berhadapan dengan perkembangan kehidupan global saat ini.
Semoga Filsafat Minangkabau dengan refleksi kritisnya mampu berkontribusi untuk menjaga dan memelihara kebudayaan Minangakabau berjalan dinamis.
Syaikh Inyiak Cubadak menekankan dalam setiap Kuliah yang beliau sampaikan tentang Hubungan Filsafat Minangkabau, Ilmu Pengetahuan (Sains Modern) dan THARIQAT yang merupakan “tri tunggal” yang keberadaan dan perkembangannya akan selalu saling mempengaruhi.
Pada saat inilah, pengembangan analisa filosofis budaya Minangkabau ini menjadi penting dimasyarakatkan.
Dalam hal ini Dewan Kemakmuran Surau Suluak Inyiak Cubadak berupaya memberikan sumbangan yang positif, seperti yang dijelaskan dalam berbagai Kajian Filsafat Minangkabau yang membahas kebenaran, pemaknaan dan kedalaman budaya Minangkabau yang perlu dibumikan.
Sehingga tidak sekedar menjadi wacana, bahan retorika, nostalgia masa lampau, serta kehilangan hubung-kaitnya dengan masa kini dan masa depan. (az).



