-->
logo

Bergerak Bersama Allah, Sukses Mengatasi Wabah, Hidup Jadi Berkah

Hot News

Hotline

Bergerak Bersama Allah, Sukses Mengatasi Wabah, Hidup Jadi Berkah

 

JAKARTA, SKJENIUS.COM.- Saudaraku  Di tengah upaya mengatasi pandemi covid-19 dan berbagai dampak negatifnya, saya teringat pada serangkaian kata-kata HIKMAH dari Guru Spiritual kita, Allahyarham Bapak Doctor Bagindo Muchtar yang bunyinya sebagai berikut:

"Pisau Siraut Berhulu Tanduk,

Ambil untuk Meruncing Kalam,

Kalau Laut dijadikan Biduk,

Bilakah dia akan Karam."


Ketika kita memilih untuk selalu berfokus kepada diri sendiri, mengejar kesuksesan duniawi, karir, bisnis, politik dan lainnya, maka sesungguhnya kita sedang menjadikan diri kita bagaikan BIDUK di tengah lautan. Tanpa menghiraukan, memikirkan nyawa atau hidup kita lebih dari keinginan dan tujuan-tujuan Allah dalam kehidupan kita.


Karena itulah, kita harus jadikan LAUT sebagai BIDUK agar tidak karam di hantam gelombang. Marilah kita Bergerak bersama Allah. Selaraskan langkah dan arah hidup kita kepada Tujuan dan maksud-maksud Allah. Oleh karena kuasa (Qudrat) dan keinginan (Iradat) Allah yang menentukan, maka kita perlu baharui MINDSET kita, supaya cara hidup dan pola pikir kita selaras dengan nilai-nilai Ilahiyah. Ketika Allah hadir, maka di situ pasti akan terjadi MUKJIZAT, ma'unnah, kesembuhan, dan berkah, perbaikan ekonomi, kelimpahan keuangan dan KEHIDUPAN yang Indah.


Jadi, pilihlah untuk setia mengiringi RANCANGAN Allah. Ikuti Iradat (keinginan) dan Qudratullah (Kuasa-Nya). Pasalnya berfokus kepada kemampuan dan kepintaran semata dalam mengatasi kesulitan, masalah, utang, dan persoalan hidup lainnya pasti akan melemahkan iman kita. Oleh sebab itu, mari kalahkan segala ketakutan dan kekuatiran terhadap Pandemi, hiduplah dalam, zikir, doa, sesuaikan gerak dengan petunjuk Allah dan selalu bersama Jama’ah. Insya Allah kita sukses dalam mengatasi wabah dan terhindar segala dampak negatifnya.


Mengikuti Iradat dan Qudratullah 


Bergeraklah Saudaraku! Alam mengajarkan kita untuk senantiasa bergerak agar tercipta sebuah kesempurnaan sebagaimana fungsinya ia diciptakan. Sebagaimana air, apabila ia terus tergenang dalam sebuah wadah, maka ia akan jauh dari sebuah nilai kebermanfaatan dan kenikmatan, karena menimbulkan beragam jentik-jentik penyakit di dalamnya.


Begitulah hakikat sebuah kebermaknaan dalam penciptaan, untuk terus bergerak menghadirkan kebermanfaatan dan perubahan.  Namun demikian agar bisa bergerak bersama Allah, maka seseorang harus memiliki Kemampuan merasakan kehadiran Allah secara SADAR.


Mengatakan Allah itu Ada, mungkin mudah. Namun berbicara hal “MERASAKAN KEHADIRAN-NYA” adalah hal yang eksklusif dan menguatkan iman yang dirasakan oleh orang-orang yang MA'RIFATULLAH. Mengapa eksklusif? Karena kebenaran mutlak bahwa Allah Maha Hadir mungkin tidak mampu diyakini dan dialami oleh semua orang. Hanya orang-orang yang hidup di dalam MUJAHADAH dan Cinta Kasih-Nya yang dapat sungguh merasakan kehadiran Allah dan campur tangan Allah dalam setiap detil kehidupannya.


Semoga kehadiran pandemi corona ini dapat meningkatkan Kesadaran Spiritual kita. Sehinvuntuk dapat MERASAKAN kehadiran-Nya agar kita bisa MENYADARI keberadaan-Nya di mana saja kita berada. Bukankah virus corona telah mengingatkan kita betapa rapuhnya kehidupan yang bersandar kepada materi semata. Pandemi ini mengajarkan kita betapa tak berdayanya manusia dihadapan Kuasa Allah. Maka tak ada pilihan lain kita harus berserah diri kepada-Nya. Memohon petunjuk dan solusi terbaik dari-Nya.


Maka, marilah kita Bergerak sesuai Petunjuk-Nya. Gerak yang berlaku pada kita, ketika di dalam beramal shaleh sesuai petunjuk Allah itulah sebenarnya Gerak Qudratullah ( Hakikat Gerak Allah ). Maka pada Gerak itu pun mendatangkan daya-daya ghaib yang merupakan suatu tenaga serbaguna buat kita. Karena itu, perhatikanlah dan perdalamlah kajianmu dan renunganmu terhadap apa-apa yang kau telah rasakan dari gerak itu.


Gerak yang terkadang terjadi secara automatik itu berlaku apabila tumpuan dan penyerahan secara total kepada Yang Maha Esa dan ia merupakan connectting bagi si hamba dan Rabb-Nya. Dalam perjalanan kita ini gerak adalah jalan bagi kita dan jalan ini adalah fungsi utama. Oleh itu jikalau kita inginkan sesuatu maka hendaknya gunakanlah kaedah gerak, kerana gerak itu adalah Kuasa Ilahi. Tangan kanan dan kiri kita Bergerak sendiri itu merupakan dalil nyata bagi kita yang membawa maksud kudrat dan iradhat Allah, RASA yang terasa di hujung jari-jari kita itulah sebenarnya Pancaran Qudrat dan Iradhat Ilahi.


Bagi mereka yang minat dalam bidang pengobatan maka sayogyanya anda memahami akan keadaan nya supaya kita mendapat hasil keputusan yang memuaskan.

Akan tetapi kaedah gerak ini bukannya dapat digunakan didalam satu dua bidang sahaja akan tetapi ianya dapat di gunakan didalam berbagai perkara asal kita tahu menggunakan nya.


Gerak adalah Budaya 


Jadi, sesungguhnya Guru Mursyid kita, Allahyarham Doctor Bagindo Muchtar  adalah seorang profesional paling ideal disebut sebagai “Movement Expert“. Ilmu Gerak Qudratullah - baik di dalam kurikulum maupun di dalam praxisnya mempelajari gerak sebagai fenomena paling esensial dalam kehidupan. Gerak yang dilihat oleh seorang Movement Expert itu berjenjang, dari gerak lahiriah ke gerak batiniah, dari gerak spiritual ke gerak material. Begitu seterusnya secara berkesinambungan karena batin menguatkan lahir dan lahir pun menguatkan batin.


Kita juga harus mengamati dan memahami mulai dari gerak pada level yang paling kecil yaitu gerak biologi (molekuler) hingga gerak pada level individu dalam komunitas sosiologis. Selanjutnya kita juga harus membaca memahami gerak lingkungan sekitar, gerak regional dan gerak internasional karena kesemuanya itu saling mempengaruhi. Gerak mikrokosmos mempengaruhi makrokosmos dan sebaliknya. Karena itu, Gerak bagiMovement Expert tidak saja dilihat sebagai hasil dari dari keinginan akan tetapi juga dilihat dari fungsi gerak itu bagi kelestarian kehidupan dan lingkungan (ekosistem).


Gerak Qudratullah adalah bukti hidup, seluruh expresi spiritual manusia dalam memuji kebesaran Allah adalah melalui gerak. Sesungguhnya gerak ibadah, gerak hidup dan gerak kematian hanyalah karena Allah  alam semesta. Gerak adalah sehat, gerak adalah spiritual, gerak adalah budaya. Karena itulah Gerak Nenek Moyang kita telah mengukir Kebudayaan Luhur dan Peradaban Adiluhung di masa lampau. 


Membaca Tanda-tanda Zaman


Inti dari Ilmu Gerak Qudratullah adalah memahami Gerak-Gerik, Raso-Pareso, yakni bagaimana seseorang bisa menyelaraskan geraknya dengan Rencana Allah. Sehingga dia 

BERGERAK Mengikuti Kehendak (Iradat) dan Kuasa (Qudrat) Allah semata. Karena itulah, seseorang harus bisa membedakan Empat Jenis Gerak yang menyebabkan Manusia Bergerak, yaitu:

  1. Gerak Rabbani, adalah Gerak yang datang dari Allah;
  2. Gerak Malaki, yakni Gerak yang datang dari Malaikat;
  3. Gerak Nafsani, yaitu Gerak yang bersumber dari Nafsu;
  4. Gerak Syaithani adalah Gerak yang datang dari Syaitan dan Jin.

Agar bisa membedakan Keempat Gerak tersebut, maka Guru Mursyid kita, Allahyarham Doctor Bagindo Muchtar  mendididik agar melakukan “Pareso dibaok turun, Raso dibaok naiak”, maksudnya harus Mampu Menenangkan Pikiran dan Memperhatikan Rasa. Sehingga mereka Menjadi Ulil Albab, orang yang pandai Membaca Tanda-tanda Alam dan Gerak-Gerik Manusia. Sebagai mana hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an.


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang Cerdas (Ulil Albab). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. ‘Ali ‘Imran : 190-191).


Dalam ayat 191, diterangkan karakteristik Ulil Albab, yaitu selalu melakukan aktivitas dzikir dan fikir sebagai metode memahami alam, baik yang ghaib maupun yang nyata. Jadi kita harus 3 kali Berzikir baru Berpikir. Nah pada waktu kita Berzikir itulah Pareso (pikiran) dibawa turun, diendapkan supaya tenang, ketika zikir Raso (rasa) yang Bergerak Naik ke Hadhirat Allah. 


Dengan berzikir manusia akan memahami secara jelas petunjuk ilahiyah yang tersirat maupun yang tersurat dalam al-Qur’an maupun as-sunnah sebagai minhajul hayah (pedoman hidup), maupun melalui Ilham yang dimasukan Allah ke dalam hati (qalbu). Dengan fikir, manusia mampu menggali berbagai potensi yang terhampar dan terkandung pada alam semesta. Aktivitas dzikir dan fikir tersebut harus dilakukan secara seimbang dan sinergis (saling berkaitan dan mengisi) agar kita mampu Membaca Tanda-tanda Zaman.


Pasalnya, jika hanya melakukan aktivitas fikir, hidup manusia akan tenggelam dalam kesesatan. Jika hanya melakukan aktivitas dzikir, manusia akan terjerumus dalam hidup jumud (tidak berkembang, statis). Sedangkan, jika melakukan aktivitas dzikir dan fikir tetapi masing-masing terpisah, dikhawatirkan manusia akan menjadi sekuler.


Akhirul Kalam, Semoga uraian singkat ini ada manfaatnya dan Memberi Inspirasi kepada kita Semua akan Penting dan Perlunya menggali, mempelajari dan mendayagunakan Ilmu Gerak Qudratullah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita dapat pula menimba dan memanfaatkan berbagai Ilmu Rahasia yang Pernah di Dayagunakanoleh Leluhur kita dalam MENGUKIR Sejarah di masa lampau. Alfatihah 🙏 (az).




This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.