-->
logo

‎BA BALIAK BA SURAU : Mangaji Adat jo Thariqat, Manaruko Maso Ka Tibo‎‎

Hot News

Hotline

‎BA BALIAK BA SURAU : Mangaji Adat jo Thariqat, Manaruko Maso Ka Tibo‎‎

‎Bukittinggi, SKJENIUS.COM,- Akibat Jauh dari surau telah memiliki dampak serius di Ranah Minangkabau (Sumatera Barat), baik dari sisi spiritual, sosial, maupun ekonomi. Hal itu terjadi karena fungsi surau sebagai pusat ibadah dan pembinaan spiritual.

‎Bahaya narkoba di Sumatera Barat (Sumbar) saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan wilayah ini dilaporkan menempati peringkat ke-6 dari 34 provinsi di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba.

‎Parahnya lagi, pihak kampus dan organisasi kemasyarakatan di Sumatera Barat menyebut daerah tersebut sedang dalam kondisi darurat terkait isu penyimpangan seksual (LGBT), yang memicu kegelisahan publik.

‎Sementara itu lonjakan angka perceraian di Sumatera Barat terus menjadi sorotan. Berdasarkan data resmi terakhir yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan Mahkamah Agung RI, tercatat sebanyak 8.152 kasus perceraian terjadi sepanjang tahun 2024.

‎Angka perceraian di Sumatera Barat tergolong tinggi, dengan faktor ekonomi menjadi pemicu utama keretakan rumah tangga pada 2024-2025. Tingginya biaya hidup dan ketidakmampuan suami memenuhi kebutuhan ekonomi menyebabkan perselisihan.

‎Maka dari itu, masyarakat Sumatera Barat harus segera Ba Baliak Ba Surau, Mangaji Adat jo Thariqat, Manaruko Maso Ka Tibo (Kembali Bersurau, Mengakaji Adat dan Tahriqat/Spiritual, Menata Masa Depan). Orang Awak harus Memperdalam Pemahaman Adat dan Membangun Kekuatan Spiritual sebagai Jalan Peradaban Minangkabau.

‎Sesungguhnya gerakan Babaliak Basurau sudah lama dicanangkan. Namun nampaknya masih sebatas slogan belaka.

‎Babaliak ba Surau (Kembali ke Surau) adalah gerakan kultural di Minangkabau untuk mengembalikan fungsi surau sebagai pusat pendidikan agama, spiritual, adat, bela diri (silat) dan tempat pembentukan karakter pemuda.

‎Tradisi ini dalam upaya memperkuat falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah modernisasi.Berikut adalah poin-poin penting mengenai Babaliak ka Surau:

‎1. FUNGSI HISTORIS DAN KULTURAL: Dahulu, surau merupakan tempat laki-laki Minang belajar mengaji, ilmu agama, silek (silat), dan adat istiadat, serta menjadi tempat tidur bagi pemuda remaja.

‎2. TUJUAN SAAT INI: Mengaktifkan kembali peran surau dalam membina karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan, spiritual, pendidikan adat, dan bela diri (silat).

‎3. KONTEKS KEKINIAN: Meskipun kini perannya banyak digantikan oleh institusi formal, gerakan babaliak ka surau diwujudkan melalui kegiatan remaja masjid dan pusat aktivitas sosial-keagamaan di nagari.

‎4. PENTINGNYA TRADISI: Ini adalah upaya melawan pendangkalan nilai agama dan budaya pada generasi muda.

‎Gerakan ini sangat krusial untuk melestarikan identitas budaya Minangkabau agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan, spiritualitas dan adat. Semoga! (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.