-->
logo

7 LANGKAH MENJEMPUT HIDAYAH AGAR SELAMAT DARI DAMPAK PANDEMI CORONA

Hot News

Hotline

7 LANGKAH MENJEMPUT HIDAYAH AGAR SELAMAT DARI DAMPAK PANDEMI CORONA


Jakarta, SKJENIUS.COM.- Wabah COVID-19 telah menghantam perekonomian Kapitalis dan Sosialis di seluruh dunia. Tak bisa dipungkiri, banyak negara di dunia kini yang kalang kabut akibat penyebaran virus corona. Bahkan, Menkeu Sri Mulyani sebut pandemi COVID-19 sebagai 'perfect storm' atau badai yang sempurna dalam memporakporandakan perekenomian Indonesia.  Pandemi corona (Covid-19) menimbulkan setidaknya tiga dampak terhadap perekonomian Indonesia, yaitu penurunan pertumbuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan peningkatan kemiskinan. Untuk itu, pemerintah harus segera menyiapkan program dan kebijakan pemulihan secara cepat dan tepat.

Wabah, maupun Kesulitan Ekonomi tentu tidak pernah bisa diprediksi kapan datangnya. Bahkan, para ahli pun belum dapat memprediksi kapan berakhirnya Pandemi COVID-19 ini. Maka, setiap hari dalam urusan apapun, kesulitan bisa saja melanda. Meski demikian, kesulitan adalah bagian dari proses yang harus kita lalui.Kesulitan akan melatih kita untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah.

Karena itulah, patut kita sadari tidak ada solusi untuk setiap kesulitan kecuali dari Allah semata. Maka sangat dianjurkan untuk memohon petunjuk kepada Allah agar kesulitan bisa kita lalui. Kita memerlukan Sumber Daya Spiritual agar bisa keluar dari situasi Darurat Kesehatan dan Krisis Ekonomi ini. Dalam perspektif TASAWUF TRANSFORMATIF, sumber daya Spiritual yang mendorong seseorang untuk bangkit kembali dari keterpurukan, akrab disebut sebagai HIDAYAH (Petunjuk Allah). Jadi, berbicara tentang PETUNJUK-NYA berarti membahas PELUANG yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia.

Hidayah yang didapatkan seseorang dapat menuntunnya ke jalan yang benar. Hidayah adalah terbukanya hati untuk menerima Allah SWT dan lapangnya dada untuk meyakini kebenaran Islam. Hidayah menjadi satu PETUNJUK Allah yang diberikan kepada hambanya sehingga terbuka PINTU HATI dan PIKIRAN serta hilanglah TAKUT, BINGUNG dan GELISAH. Allah berfirman:

“Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".  (Quran Surat Al-Baqarah Ayat 38).

Hidayah tidak dapat dibeli, tapi ini adalah nikmat Allah yang hanya dianugerahkan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Seperti firman Allah SWT berikut ini:

"Sesungguhnya, kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (al-Qashash: 56)

Cara Allah memberikan hidayah pun bermacam-macam. Pastikan selalu mengingat Allah SWT dan Allah pun akan selalu menuntun umatnya dalam kebaikan. Berikut beberapa hal yang bisa jadi jalan untuk mendapatkan hidayah:

1. Tobat : Tobat berarti berpindah dari hal yang kurang baik menuju ke kehidupan dengan penuh keimanan Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Orang-orang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya? Katakanlah, 'Sesungguhnya, Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya." (ar-Ra'd: 27).

2. Ilmu : Ilmu tentang Allah dan Rasul-Nya yaitu ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah bisa mendatangkan hidayah bagi kita.

3. Iman : Kita harus percaya dan yakin akan kebenaran iman dan rukun iman. Kepercayaan inilah yang akan memudahkan tercapainya hidayah. Allah berfirman,

"Kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya..." (at-Taghaabun: 11).

4. Tilawah Al-Qur’an : Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantaa malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai petunjuk atau pedoman hidup bagi umat manusia.

Allah SWT telah menjelaskan untuk apa al-Quran diturunkan, “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia serta sebagai penjelas mengenai petunjuk itu dan pembeda” (QS al-Baqarah [2]:185).

Al-Quran secara hakiki merupakan petunjuk bagi manusia. Namun, al-Quran tidak serta merta secara riil berperan menjadi petunjuk kecuali jika memang diperhatikan dan dijadikan sebagai panduan, pedoman dan petunjuk.

5. Shalat : Ta’ala memerintahkan kepada kita dalam setiap rakaat shalat untuk selalu memohon kepada-Nya hidayah ke jalan yang lurus di dalam surah al-Fatihah yang merupakan surah yang paling agung dalam Al-Qur-an, karena sangat besar dan mendesaknya kebutuhan manusia terhadap hidayah Allah Ta’ala.

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat “ (Al Fatihah:6-7).

6. Zikir dan Do’a : Patut kita sadari tidak ada solusi untuk setiap kesulitan kecuali dari Allah semata. Sangat dianjurkan untuk memohon petunjuk kepada Allah agar kesulitan bisa kita lalui. Ini agar Keputusan yang diambil dan Langkah yang ditempuh tepat dan dapat dilaksanakan dengan sukses.
“Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa, “Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi ayat 10).

7. Bimbingan Guru Mursyid: Diri kita adalah ‘human hologram’ kata ilmu antropologi-subjek, ‘kepompong’ kata para sufi. Itulah wujud mahluk manusia yang diciptakan dengan perangkat kemampuan indra dan kecerdasan super canggih. Dibalik itu, indra yang canggih itu ternyata bisa menjerat manusia ke jurang kesesatan ketika ia mempersepsikan fenomena alam dan sosio-budaya di lingkungan kehidupannya tanpa bimbingan seorang guru yang ahli.

Mungkin itu iktibarnya mengapa Allah SWT menurunkan malaikat Jibril untuk mendampingi para Rasul Allah di berbagai saat ketika wahyu diturunkan, atau ketika ia memimpin umat. Tugasnya adalah membimbing, menjadi “guru”, menjadi “mursyid” para rasul, agar indra dan kecerdasan yang melengkapi kepompong, human hologram itu, tidak sesat dan menyesatkan justru karena kecanggihan indra yang dimiliki sangat potensil merekam kesalahan dalam memahami/menerjemahkan makna yang bakal menjadi bagian dari diri manusia itu.  Itulah sebabnya kita membutuhkan Guru dan Mursyid, tidak cuma komputer dan internet. Apakah mereka, para mursyid, masih dilahirkan dan ada di lingkungan kita sekarang ini?

Guru Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah, Allahyarham Syaikh Inyiak Cubadak memaparkan : “Seorang hamba sangat membutuhkan hidayah di setiap waktu dan tarikan nafasnya, dalam semua (perbuatan)yang dilakukan maupun yang ditinggalkannya. Karena hamba tersebut berada di dalam beberapa perkara yang dia tidak bisa lepas darinya.” Maka, marilah kita Minta Petunjuk-Nya agar kita bisa bertahan dan pulih dari tantangan yang mengancam stabilitas dan kelangsungan hidup.  Seseorang yang mendapat HIDAYAH memiliki peluang lebih besar untuk bisa menyesuaikan diri, bangkit, dan tetap berkembang meskipun berhadapan dengan situasi sulit atau terpuruk.

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178). 

(az).

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.