-->
logo

‎GINJAL SEHAT BERKAT DAUN KUMIS KUCING: Anti Oksidan, Peluruh Air Seni & Atasi Asam Urat‎

Hot News

Hotline

‎GINJAL SEHAT BERKAT DAUN KUMIS KUCING: Anti Oksidan, Peluruh Air Seni & Atasi Asam Urat‎





‎Waspadalah......! Rawat Kesehatan Ginjal sejak dini. Pasalnya biaya perawatan gagal ginjal, khususnya cuci darah (hemodialisis) dan transplantasi, tergolong sangat mahal dan bersifat seumur hidup, menjadikan penyakit ginjal sebagai salah satu penyakit katastropik dengan beban biaya tertinggi.

‎Pasien gagal ginjal kronis sering kali membutuhkan cuci darah seumur hidup, sebanyak 2-3 kali seminggu. Biaya cuci darah untuk pasien diabetes melitus membutuhkan dana sekitar Rp. 820 ribu hingga Rp. 1,2 juta tergantung rumah sakitnya untuk satu kali terapi. Maka, diperkirakan mencapai Rp 50-80 juta per tahun. Bisa dibayangkan berapa besarnya biaya cuci darah setiap bulan yang perlu dikeluarkan ketika menderita gagal ginjal.

‎Apalagi Transplantasi Ginjal. Meskipun satu kali tindakan, prosedur ini sangat mahal dan memerlukan obat-obatan imunosupresan jangka panjang.

‎Karena itulah, penyakit ginjal adalah masalah serius buat tubuh manusia. Pasalnya, penyakit ginjal akan membuat organ ini kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah dan racun. Akibatnya jumlah zat berbahaya atau limbah sisa metabolisme dan cairan elektrolit menumpuk lalu mengganggu fungsi organ lain. Penyakit ginjal akhirnya dapat menimbulkan komplikasi penyakit lain.

‎Walaupun biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama sesuai prosedur dan indikasi medis, pasien tetap harus menyiapkan uang untuk beberapa hal berikut:

‎1. Iuran Bulanan BPJS Kesehatan,

‎2. Obat yang Tidak Ditanggung/Di Luar Formularium,

‎3. Selisih Biaya Naik Kelas Rawat Inap,

‎4. Alat Bantu Kesehatan yang Melebihi Plafon. Selisihnya dibayar sendiri,

‎5. Biaya Tambahan Faskes Non-Kerjasama.

‎6. Biaya transportasi, akomodasi dan konsumsi keluarga yang mendampingi selama masa perawatan,

‎7. Biaya tak terduga.

‎Dengan demikian, menjaga kesehatan ginjal sejak dini adalah langkah preventif yang krusial, mengingat penyakit ginjal kronis (gagal ginjal) sering kali bersifat menetap dan memerlukan biaya perawatan yang sangat tinggi.

‎Herbal warisan nenek moyang seperti daun kumis kucing, daun meniran, dan seledri secara tradisional digunakan untuk mendukung kesehatan ginjal, seringkali berkat sifat diuretiknya.

‎Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus): Tanaman ini terkenal karena sifat diuretiknya, yang membantu meningkatkan aliran urin dan memfasilitasi pembuangan kelebihan air serta limbah dari tubuh.

‎Daun ini mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang bermanfaat untuk meredakan radang, menurunkan tekanan darah, mengatasi asam urat, mengatasi infeksi saluran kemih dan meredakan nyeri yang terkait dengan peradangan.

‎Cara minum kumis kucing paling umum adalah dengan merebus 5-10 lembar daun segar atau kering dalam 2-3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu saring dan minum 1-2 kali sehari. Air rebusan ini berkhasiat sebagai diuretik, merawat kesehatan ginjal, mengatasi anyang-anyangan, infeksi saluran kemih, dan asam urat.

‎Umumnya dikonsumsi 1–2 cangkir per hari. Daun kumis kucing juga dapat dikeringkan terlebih dahulu sebelum direbus agar lebih awet disimpan.(az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.