Prihatin...... ‼️🤭 Tingginya biaya rumah sakit di Indonesia, yang diprediksi naik hingga 19,4% pada tahun 2025, menjadi salah satu alasan utama masyarakat beralih ke pengobatan tradisional. Faktor inflasi medis yang jauh di atas inflasi umum (13-19% dibanding 2-3%) membuat layanan kesehatan modern terasa semakin berat bagi sebagian masyarakat.
Makanya pengobatan alternatif menjadi bagian penting bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan
Jamu, pijit, atau kerikan, dikenal sejak lama sebagai metode pengobatan di sejumlah daerah di Indonesia.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas MDA Care Hotline sudah sejak tahun 2005 mengkaji berbagai metode pengobatan ini secara ilmiah, diselenggarakan dengan keterlibatan sejumlah pakar.
Satu di antara kajian itu adalah manfaat shalat untuk kesehatan dan pengobatan. Penelitian menunjukkan shalat bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental melalui gerakan teratur yang melatih otot, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fleksibilitas, serta mengurangi stres dan kecemasan melalui ketenangan batin dan doa, menjadikannya aktivitas ibadah yang holistik bagi keseimbangan tubuh dan jiwa
Shalat bermanfaat bagi kesehatan karena dapat menyembuhkan segala macam penyakit yang terdapat pada manusia dengan memohon kepada-Nya. Bahkan, Shalat Bisa Menyembuhkan Segala Penyakit yang Sulit Ditangani Dokter.
Banyak buku-buku yang menjelaskan hasil penemuan tentang korelasi shalat dengan kesehatan, Diantaranya seperti yang ditulis oleh KH.AMZ Tuanku Kayo Khadimullah “Sehat Tanpa Obat”. Beliau menjelaskan, “Menemukan korelasi shalat dengan kesehatan fisik dan psikis adalah sebuah penemuan besar yang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern.”
Sementara itu, K.H.A.M. Zamry Khadimullah, dalam bukunya “Khusyukkan Shalatmu, Mi’raj Seorang Muslim”, menjelaskan : “Gerakan shalat berfungsi memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui pipa darah pada leher, kepala, otak, telinga, mata, wajah dan hidung.”
Seiring dengan itu menurut guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, penemu dan peneliti Immunity Tahajjud, Prof. Dr. Moh. Sholeh, menjelaskan bahwa Terapi Shalat Tahajjud. bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Antara bisa menyembuhkan penyakit kanker, tumor, dan infeksi.
Dia mengisahkan, dirinya dulu mengidap semacam penyakit kanker kulit. Kulitnya sampai melepuh dan membuat orang jijik. Namun ia sungguh merasa beruntung memiliki seorang istri yang begitu sabar dan tabah mendampinginya, yakni Siti Fatimah.
‘’Saya sudah berusaha berobat ke mana-mana, tetapi tak kunjung sembuh. Akhirnya saya pasrah kepada Allah SWT. setiap malam saya tahajjud dan berdo'a kepada Allah di sebuah masjid tak jauh dari pemakaman, ditemani rumput-rumput ilalang di tengah kegelapan tanpa nyala lampu,’’ kisahnya.
Setelah sekian lama memasrahkan nasib pada Allah SWT., di luar dugaan, lambat laun ia pun sembuh dengan sendirinya. ‘’Setiap malam saya berdo'a meminta kesembuhan pada Allah. Proses terapi ini cukup lama, yakni mulai 1982, dan saya sembuh pada 1996,’’ katanya
Sementara itu, Harold Koenig, MD mengatakan, "Orang-orang religius cenderung hidup lebih lebih sehat dan juga lebih lama. Mereka juga tidak merokok dan minum alkohol."
Koening juga mengatakan, orang yang religius lebih jarang mengalami depresi. Ketika mengalami depresi, mereka juga bisa sembuh lebih cepat sehingga tidak berdampak bagi kesehatan fisik dan kualitas hidupnya. "Faktanya, orang-orang yang rajin beribadah juga lebih jarang sakit." katanya. (az)



