Miris.......Memang‼️🤭 Betapa tidak, silakan buka saluran berita atau koran mana pun, Anda akan dibombardir dengan berita tentang meningkatnya depresi, meningkatnya bunuh diri, meningkatnya kejahatan, meningkatnya eksploitasi, meningkatnya kekerasan senjata, meningkatnya penipuan miliaran dolar, dan seterusnya.
Masyarakat saat ini telah merosot ke tingkat yang sangat rendah dan terus berlanjut.
Alasan utamanya adalah Fenomena masyarakat yang dicengkram sistem kapitalis yang menafikan campur tangan Allah hidup mereka.
Karuan saja banyak orang terjerat dalam kondisi di mana gaya hidup, nilai-nilai, dan kebahagiaan seseorang diukur berdasarkan kepemilikan kapital, kekayaan, dan status sosial, sehingga menjadi sepenuhnya materialistis.
Uang, seks, hedonisme dan flexing adalah segalanya bagi orang-orang saat ini. Mereka tidak tertarik untuk mengubah diri mereka sendiri sedikit pun.
Namun tak perlu khawatir, ada satu golongan orang yang merevolusi dunia satu per satu, dan mereka adalah Para Mujahid di Majelis Dakwah Al-Hikmah (MDA).
Kyai Ageng Khalifatullah Malika Zaman, Ketua Dewan Syura Majelis Dakwah Al-Hikmah mencanangkan bahwa untuk mengatasi krisis modern seperti keserakahan, perpecahan, dan hilangnya makna, maka dibutukan Revolusi Spiritual.
Seiring dengan itu, banyak pemikir percaya bahwa revolusi spiritual adalah kunci untuk mengatasi masalah besar dunia dan membangun peradaban yang lebih baik, sekaligus starting point kebangkitan spiritual dunia.
Karena hanya melalui jalan spiritual kita akan mampu menahami bila sesungguhnya Nusantara ini adalah surga, seperti yang lebih megah dijanjanjikan Allah SWT di alam sana kelak.
Bismillah🙏 Kebangkitan Spiritual Dunia Akan Muncul Dari Nusantara. Pasalnya, budaya spiritual Nusantara adalah jantung peradaban dunia. Ia bukan sekadar ritual, tetapi laku hidup — cara manusia menyadari dirinya sebagai bagian dari alam dan semesta.
Atas dasar itulah Majelis Dakwah Al-Hikmah (MDA) di dalam bimbingan Guru Syaikh Mursyid Kyai Ageng Khalifatullah Malika Zaman memproklamirkan Nusantara menjadi pusat peradaban dunia dengan cara mengajak segenap penghuni planet bumi ini, berkumpul dan berembuk di Indonesia untuk membuka jalan bagi segenap warga dunia menjadikan Indonesia sebagai Pusat Kebangkitan Spiritual Dunia.
Bukankah sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa Nusantara pernah menjadi pusat pembelajaran spiritual yang dihormati di Asia. Banyak pelajar dari India, Cina, Champa dan wilayah sekitarnya datang ke Nusantara untuk mempelajari pemahaman mendalam tentang spiritualitas.
Sekalipun tak dapat dipungkiri bahwa dalam diskursus mengenai sejarah spiritualitas Nusantara, banyak yang beranggapan bahwa kepercayaan leluhur kita hanyalah hasil "adopsi" atau "tiruan" dari Hindu dan Buddha yang datang dari India.
Namun, pandangan ini tidak hanya dangkal tetapi juga mengabaikan kompleksitas proses akulturasi dan sinkretisme yang menjadi ciri khas peradaban Nusantara.
Ketika agama-agama besar seperti Hindu dan Buddha masuk ke Nusantara, leluhur kita tidak serta-merta menerimanya sebagai doktrin yang mutlak. Mereka mengolah ajaran tersebut melalui proses pemaknaan ulang yang mendalam, menyelaraskannya dengan nilai-nilai lokal, dan membangun sistem spiritual yang sangat khas, sehingga menghasilkan ekspresi spiritual yang unik, berbeda dari asal-usulnya di India.
Simbol-simbol yang terukir di dinding candi-candi adalah bukti kemampuan leluhur kita untuk mengintegrasikan ajaran asing ke dalam konteks lokal tanpa kehilangan jati diri mereka.
Jadi, sejarah Nusantara adalah kisah tentang kreativitas, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menjembatani perbedaan.
Narasi ini harus terus dihidupkan agar generasi berikutnya tidak hanya bangga dengan warisannya tetapi juga mampu mengambil pelajaran untuk menghadapi tantangan global di masa depan bahwa Nusantara pernah jadi kiblat spiritual dunia.‼️🇲🇨🚀



