-->
logo

‎KESAKTIAN RAJA PAGARUYUNG: Kata-kata Bertuah, Seucap Nyata Sekejap Bukti‎

Hot News

Hotline

‎KESAKTIAN RAJA PAGARUYUNG: Kata-kata Bertuah, Seucap Nyata Sekejap Bukti‎




‎Pada umumnya Raja atau Sultan di Nusantara Berkuasa dengan Mengandal berbagai Ilmu Kanuragan, Senjata Pusaka, Keris dan pedang serta dikawal oleh prajurit yang menyandang senapan.

‎Berbeda  dengan para Sultan dari Pagaruyung. Kesaktian Raja bukanlah karena ilmu kebal dan balutan jimat. Apalagi pasukan dan senjata. Kerajaan Pagaruyung tidaklah mengandalkan prajurit.  Bahkan, bisa dikatakan tidak punya pasukan tempur. Namun Raja Alam Minangkabau dihormati sebagai orang Sakti karena Kata-katanya bertuah.

‎Sehingga banyak Raja dan Sulthan yang hormat dan tunduk bila berhadapan atau berhubungan, bahkan ketika menerima surat dari Raja Alam Minangkabau. Pasalnya mereka takut kena sumpah, "Ke atas tidak berpucuk, ke bawah tidak berakar, di tengah-tengah dikorek kumbang. Akan terkutuk, "Dimakan Biso Qawi."

‎Apalagi dalam setiap surat, dari Raja  Pagaruyung senantiasa mencantumkan Surat An-Naml ayat 30-31:

"innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta'lụ 'alayya wa`tụnī muslimīn."

‎(Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri).

‎Guru Mursyid kita, Haji Nasir Adnin menjelaskan di antara Raja Pagaruyung yang Paling Sakti adalah Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Muningsyah, disebut juga dengan Sultan Arifin Muningsyah II, dikenal juga dengan sebutan Daulat Yang Dipertuan Maha Raja Sakti (lahir di Pagaruyung pada 1745, wafat di Pagaruyung Agustus 1825)

‎Allahyarham H. Nasir Adnin merupakan Dzuriyat Ke 12 Daulat Basusu Ampek di Nagari Sungayang, menjelaskan bahwa Sultan Muningsyah disebut sebagai Daulat Nan Basusu Ampek karena secara lahiriah beliau memang mempunyai empat susu.

Seiring dengan itu, karena Arief dan Bijaksana, maka masyarakat dari Empat Suku Utama, yaitu Koto-Pilian dan Budi-Caniago “Menyusu” kepada Beliau.

‎Daulat Nan Basusu Ampek juga dikenal sebagai Raja Alam Yang Sangat Sakti. Beliau adalah Raja Yang Mempunyai Ilmu Gerak-Garik, Raso-Pareso secara lahir batin. Beliau Raja Pagaruyung yang mempunyai Kekuatan Spiritual yang Luar Biasa.

‎Sehingga beliau dikenal juga sebagai orang Yang Lidahnya Hitam Sebelah. Karena itu ucapannya “Masin”, terwujud seketika apa yang beliau Titahkan. Nampaknya beliau menguasai Ilmu si Pahit Lidah karena sekecap nyata, seucap bukti dan si Mata Empat karena “Berkilat Ikan dalam Air, sudah tahu jantan betinanya.”

‎Beliau adalah Raja yang “Waskito Sak Durunge Winarah”, Tahu Akan Sesuatu Sebelum Terjadi. Jika ditentang mata buta, jika disebut nama, Lidah pun Kelu.

‎Menurut Guru Spiritual kita, Haji Nasir Adnin. Berbagai Ilmu yang dimiliki Daulat Nan Basusu Ampek, sesungguhnya adalah Ilmu Raja-Raja di Minangkabau, karena itu Ilmu tersebut hanya diwariskan kepada Anak Kemenakan Beliau yang berdarah “Putih”, artinya mempunyai DNA yang Unggul sebagai Anak, Kemenakan atau Cucu Raja dan para Datuk Pemangku Adat yang Nasabnya memang Kuat.

‎Inti dari Ilmu Gerak-Gerik, Raso-Pareso adalah bagaimana seseorang bisa BERGERAK Mengikuti Kehendak (Iradat) dan Kuasa (Qudrat) Allah semata. Karena itu, disebut juga Ilmu Gerak Qudratullah.

‎ Agar bisa Memahami dan Mendayagunakan Ilmu Gerak tersebut, maka Manusia Minangkabau dididik agar “Pareso dibaok turun, Raso dibaok naiak”, maksudnya harus Mampu Menenangkan Pikiran dan Memperhatikan Rasa. Sehingga mereka Menjadi Ulil Albab, orang yang pandai Membaca Tanda-tanda Alam dan Gerak-Gerik Manusia. (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.