Ngeriiiiih.... ! Menyaksikan kehidupan Generasi Fast Food, para penggemar gorengan dan minuman soda. Salah satu fenomena yang jelas terlihat adalah meningkatnya konsumsi makanan cepat saji (junk food) dan minuman ringan (soft drink).
Padahal bahaya junk food sangatlah nyata. Junk food karena tinggi kalori, lemak jenuh, gula, dan garam, namun rendah serat serta nutrisi penting; berdampak negatif pada fungsi otak, konsentrasi, pencernaan (sembelit, kembung), ginjal, gigi, dan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.
Namun, Junk Food justru menjadi Tren Baru di kalangan remaja. Fenomena konsumsi junk food oleh remaja menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan. Banyak remaja yang lebih memilih burger, pizza, french fries, ayam goreng, minuman manis, dan camilan instan daripada makanan rumah yang lebih sehat.
Kelompok yang paling banyak terpapar fenomena ini adalah remaja usia 13–19 tahun. Sedangkan pada usia itu merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang seharusnya mengonsumsi makanan yang bergizi.
Kebiasaan konsumsi junk food mulai meningkat drastis dalam satu dekade terakhir. Adanya perubahan gaya hidup, mobilitas tinggi, serta tren makan cepat dan murah menjadi pendorong utama.
Padahal makanan ini biasanya mengandung banyak gula, lemak jenuh, dan garam, tapi rendah serat, vitamin, dan mineral penting. Jadi, perut kita kenyang, tapi tubuh tetap kelaparan atau kekurangan nutrisi. Dan parahnya lagi, junk food juga meningkatkan rasa lapar karena rasa kenyang yang tidak tahan lama dan bisa memicu kebiasaan makan berlebihan (overeating) karena rasanya yang bikin nagih. Sangat berbahaya, bukan⁉️🤭
Berikut adalah beberapa dampak jangka panjang dari mengonsumsi makanan cepat saji.
Dampak Jangka Pendek:
1. Lelah dan Kurang Konsentrasi: Gula tinggi menyebabkan energi naik-turun drastis dan sulit fokus.
2. Gangguan Pencernaan: Rendah serat menyebabkan sembelit dan perut kembung.
3. Cepat Lapar: Serat kurang membuat kenyang tidak bertahan lama.
Dampak Jangka Panjang:
1. Obesitas atau kegemukan,
2. Diabetes tipe 2,
3. Penyakit jantung,
4. Hipertensi,
4. Stroke,
5. Gangguan Otak & Mental,
6. Kerusakan Ginjal,
7. Masalah Gigi,
8. Kanker,
9. Jerawat.
Semoga uraian singkat ini dapat menyadarkan masyarakat, terutama generasi muda akan berbayanya junk food dan soft drink. Maka penting untuk membatasi konsumsi junk food dengan membiasakan makanan sehat.
Segeralah tinggalkan junk food. Cegah Penyakit Kronis, Sambut Gizi Seimbang. Biasakan sarapan, cukupi kebutuhan air bening (8 gelas sehari), rutin berolahraga, dan cuci tangan pakai sabun.
Pola makan yang sehat tidak hanya mencegah infeksi, tetapi juga menurunkan risiko penyakit katastrofik yang menurunkan kualitas hidup di masa tua.
Makanya perlu menerapkan gizi seimbang yang memberikan banyak manfaat yang signifikan bagi kesehatan, di antaranya:
1. Mendukung kesehatan fisik dan energi
2. Memperbaiki fungsi pencernaan
3. Menjaga berat badan ideal
4. Mencegah penyakit kronis
Akhirul kalam! Gizi seimbang adalah kunci utama untuk meraih hidup yang sehat dan produktif. Sesuaikan porsi makan, rencanakan menu harian, dan pilih cemilan yang sehat untuk mendukung fungsi tubuh secara optimal dan mencegah berbagai penyakit.(az)



