-->
logo

SEHAT TANPA OBAT : Keselarasan Antara Iman, Rasa, Pikir, Gerak dan Amal Shaleh

Hot News

Hotline

SEHAT TANPA OBAT : Keselarasan Antara Iman, Rasa, Pikir, Gerak dan Amal Shaleh

SKJENIUS.COM, Jakarta.- Kebahagiaan merupakan kebutuhan asasi umat manusia. Sekalipun setiap orang berbeda Konsepsi Kebahagiaannya, tapi semuanya ingin Bahagia. Kebahagiaan merupakan kedamaian dan keamanan serta ketenangan hati (tuma’ninah). Satu diantara penunjang kebahagian tersebut adalah dengan memiliki tubuh yang sehat, sehingga dengannya kita dapat beribadah dengan lebih baik kepada Allah. 

Islam sangat mengutamakan kesehatan (lahir dan batin) dan menempatkannya sebagai kenikmatan kedua setelah Iman. Kesehatan merupakan hak asasi manusia serta sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah serta memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Maka dari itu, sebagai hamba Allah SWT, hendaknya kita selalu menjaga kesehatan tubuh kita. Karena dengan tubuh yang sehat, jiwa menjadi kuat serta pikiran dan hati kita akan selamat dari godaan syaitan yang dilaknat oleh Allah SWT.

Sehat: adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.(Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan).

Bugar: Kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan penuh energi dan setelah menyelesaikan kegiatan tersebut masih memiliki semangat dan tenaga cadangan untuk menikmati waktu senggang dan siap untuk melakukan kegiatan lain yang mendadak atau tidak terduga.

Jadi, sehat bukan sekedar terbebas dari penyakit atau cacat. Orang yang tidak berpenyakit pun tentunya belum tentu dikatakan sehat. Dia semestinya dalam keadaan yang sempurna, baik fisik, mental, spiritual maupun sosial.

Iman Adalah Sumber Kesehatan dan Kebahagiaan

Memang tidak dapat disangkal bahwa aspek materi memiliki andil dalam mewujudkan kebahagiaan hidup. Rasul Saw. sendiri pernah bersabda: ”Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istri salehah, tempat tinggal yang layak, dan kendaraan yang layak”(HR Ahmad). Namun andil ini bukan yang utama dan tidak besar. Yang jadi ukuran pada aspek ini adalah al-kayf (kualitas), bukan al-kam (kuantitas). 

Kebahagiaan adalah sesuatu yang bersifat maknawi; tidak terlihat oleh mata, tidak dapat ditimbang dengan timbangan, tidak dapat disimpan dalam gudang, dan tidak dapat dibeli dengan uang. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan seseorang dalam dirinya berupa kebeningan jiwa, kedamaian hati, kelapangan dada dan ketenangan nurani. Kebahagiaan tumbuh dari dalam diri manusia, tidak didatangkan dari luar dirinya.

Iman adalah sumber kebahagiaan dan kesehatan yang sesungguhnya. Setinggi apa pun ilmu seseorang, tanpa keimanan dan kepercayaan kepada Allah, ilmunya tak akan membawa berkah dan manfaat bagi hidupnya.

Orang yang percaya kepada Allah, hidupnya akan selalu diliputi keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya tujuannya. Karena itulah, ia menyandarkan hidupnya di jalan Allah. Hidupnya diperuntukkan bagi perjuangan agar hidupnya bermanfaat. Perjuangan inilah yang menjadi ruh dan semangat kehidupan yang tidak pernah berhenti.

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” ( QS. 5 : 35 ).

Perasaan dan Emosi Manusia yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Tubuh

Perasaan yang muncul, baik positif maupun negatif, rupanya akan berdampak pada tubuh sendiri. Bukan hanya kesehatan fisik saja, perasaan dan emosi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan mengatur perhatian kita, mempengaruhi hubungan kita dan menentukan kualitas kehidupan kita. Selain itu kesehatan kita memiliki kaitan besar dengan perasaan. Pertengkaran yang kronis meningkatkan risiko terkena serangan stroke. Kurangnya pengakuan dan penghargaan membuat sakit tulang punggung dan orang yang mengalami depresi lebih mudah terkena kerapuhan tulang. 

Sementara itu, Emosi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Anda jadi lebih mudah terkena flu dan infeksi lain selama masa-masa sulit secara emosional. Lalu ketika stres, cemas, atau kesal, Anda mungkin tidak menjaga kesehatan Anda sebaik yang seharusnya.

Jadi sungguh sesuatu yang berguna jika kita mampu mengelola dan mengendalikan perasaan secara selaras. Karena perasaan di dalam jiwa kita ikut menentukan seberapa sehat manusia menjalani kehidupan ini.

Pikiran Dapat  Berpengaruh pada Kesehatan

Untuk menjaga kesehatan, umumnya kita akan menjalankan gaya hidup sehat, termasuk mengatur pola makan, pola tidur, dan rutin berolahraga. Namun, apakah itu cukup? Bisa jadi tidak, sebab apa yang Anda pikirkan juga berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan.

Penelitian di Stanford University, Amerika Serikat, mengungkapkan hubungan antara pola pikir dan kesehatan. Menurut para ilmuwan, orang yang berpikir negatif mengenai aktivitas fisiknya cenderung menganggap dirinya tidak bugar.

Satu diantara alasan mengapa pola pikir memengaruhi kesehatan adalah karena persepsi negatif yang selalu Anda pikirkan dapat membuat diri sendiri merasa khawatir dan stres. Kemudian kekhawatiran ini akan berdampak pada kesehatan fisik.

Agar pikiran lebih positif dan tenang, Anda bisa coba metode relaksasi seperti Teknik Zikir Al-Hikmah, mendengarkan musik, senam sehat, atau tai chi untuk membuat emosi menjadi seimbang.

Pentingnya Bergerak bagi Kesehatan

Di zaman yang serba mudah ini, jangan sampai membuat kita terlena. Sehingga kemudahan menyebabkan kita malas bergerak. Padahal, gerak adalah tanda kehidupan. Gerak itu penting untuk merawat kesehatan. Karena itulah kita harus mengamalkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yakni rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur serta cek kesehatan secara berkala.

Bergerak merupakan salah satu aktivitas yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan produktifitas keseharian. Bergerak memicu keluarnya keringat dari dalam tubuh. Jika dilakukan secara rutin, efeknya bukan hanya membuat badan menjadi langsing, tapi terlebih pada kesehatan tubuh.

Agar berdampak bagi kesehatan, kita perlu melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sehari, atau bisa juga dengan jalan kaki minimal 1.000 langkah. Tak harus menggunakan alat-alat yang canggih, bergerak bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Amal Shaleh Menuju Kehidupan yang Indah

Allah menjelaskan dalam Q.S Al-'Ashr ayat 1- 3 bahwasannay manusia pada dasarnya itu dalam keadaan rugi. Bagaimana caranya agar kita tidak termasuk dalam orang yang merugi?

Firman Allah :  “Demi Waktu, Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Q.S Al ‘Ashr 1-3).

Cara pertama agar kita tidak menajdi orang yang rugi sudah kita uraikan di atas, yakni dengan meningkatkan Keimanan. Cara yang kedua adalah dengan Beramal Shaleh. Amal Shaleh merupakan perbuatan baik yang dilakukan, baik untuk diri sendiri, baik untuk orang lain dan baik untuk yang ada di sekitarnya. 

Guru Mursyid kita, Allahyarham KH. Abdurrahman Siregar, mengatakan, agar suatu amal menjadi "Amal Shaleh", ada tiga unsur pembentuk yang harus dipenuhi. Tiga unsur yang harus dipenuhi itu agar suatu amal menjadi "Amal Shalih" yaitu Kerja Fisik, Kerja Intelektual dan Kerja Kalbu.

Setiap muslim hendaknya selalu melakukan amal shaleh, dan balasan bagi orang yang beriman dan beramal shaleh adalah kehidupan yang indah (Jannah). 

Sebagaimana firman Allah yang artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang indahdan sesungguhnya Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97).

Jadi, Karena Sehat Itu Penting, Menjaganya Itu Wajib. Seperti pepatah yang mengatakan "dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat". Pepatah ini seharusnya menjadi penyemangat bagi kita untuk betul - betul memperhatikan kesehatan kita. Sebab, selain mendapat tubuh yang sehat kita juga memiliki jiwa yang sehat. Tubuh dan jiwa adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Keduanya melekat dan hanya terpisah ketika kita tidak lagi bernafas. Oleh karenanya jika keduanya 'sehat' maka itu adalah sebuah keseimbangan yang sempurna.

Insya Allah, dengan tubuh dan jiwa yang sehat, kita dapat melakukan segala hal. Kita dapat bekerja secara total dan profesional di bidang apapun yang saat ini ssedang kita tekuni. Rumus Sehat Tanpa Obat adalah Keselarasan Antara Iman, Rasa, Pikir, Gerak dan Amal Shaleh. Semoga tulisan ini bermanfaat. Silakan dibagikan kepada rekan, karib dan kerabat Anda. Semoga sehat dan sukses selalu. (az).





This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.