-->
logo

MANAJEMEN ILAHIYAH : “Jalan Spiritualitas Sebagai Landasan Manajemen Dan Bisnis Berkelanjutan”

Hot News

Hotline

MANAJEMEN ILAHIYAH : “Jalan Spiritualitas Sebagai Landasan Manajemen Dan Bisnis Berkelanjutan”


SKJENIUS.COM, JAKARTA.- Indonesia Belum Aman dari Corona. Hal itu karena persentase positivity rate atau perbandingan total kasus dengan yang diperiksa sudah mencapai batas ideal dari WHO. Sementara itu, Kasus COVID-19 Masih Terus Meningkat. 


Data terakhir yang dilansir dari BPNB menyatakan kasus terkonfirmasi positif corona telah mencapai angka 109.936 pasien. Jumlah ini mengalami penambahan sebanyak 1.560 kasus, bila dibanding data terakhir pada hari sebelumnya.


Karuan saja, hal tersebut di atas membuat Kalangan Pengusaha Ketar-ketir. Pasalnya, daya beli masyarakat merosot, kemiskinan meningkat, pengangguran bertambah. Ekonomi Indonesia pun Sudah Anjlok di 2,97% di kuartal I-2020, Dekati Skenario Terburuk. Mereka pun Khawatir Resesi di AS dan berbagai negara Kapitalis lainnya, terutama Korea Selatan dan Singapore akan Ganggu Ekspor Indonesia


Namun demikian dibalik dampaknya yang mengancam kesehatan dan memporak-porandakan perekonomian itu, sesungguhnya Prahara Corona telah mengingatkan kita semua betapa rapuhnya kehidupan yang berlandaskan materialisme dan rasio semata. Pandemi Covid-19 telah meluluhkan-lantakkan perekonomian Negara-negara Kapitalis dan Sosialis Komunis.


Virus yang menebar kecemasan ini telah membuka kebobrokan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis yang berbasis Riba dan Materialisme ini. Ternyata Kapitalisme dan Sosialisme itu lemah ketika krisis ekonomi melanda, bahkan beberapa krisis disebabkan oleh kapitalisme dan sosialisme itu sendiri.


Jadi, sesungguhnya Wabah Corona telah memicu Kesadaran Spiritual Umat Islam di berbagai belahan bumi. Saat ini, kita mulai meyaksikan munculnya keyakinan, bahwa kesadaran spiritual diperlukan sebagai kekuatan untuk mengatasi efek sistem kapitalisme bisnis pada pemikiran bisnis dan manajemen yang merusak lingkungan maupun kehidupan manusia. 


Para pengusaha Muslim, khususnya yang bekerjasama dengan Spiritual Business Consultant menyadari bahwa tanpa kesadaran spiritualitas, maka sukses material (profit, uang, aset) maupun sukses sosial (reputasi, brand, citra) dapat menimbulkan ketimpangan tidak hanya bagi perusahaan itu sendiri tapi juga bagi masyarakat, lingkungan, maupun bangsa. 


Semoga Spiritual Business Consultant berhasil menanamkan motif-motif spiritual ini ke dalam manajemen, maka manajemen bisnis yang semula bersifat kapitalis akan bertransformasi  menjadi Ekonomi Spiritual. Karena itulah para eksekutif perusahaan dan kalangan akademis perlu menumbuhkan kesadaran spiritual ini melalui program spiritual perusahaan. Jika motif-motif spiritual ini berhasil “disuntikkan” lewat program ini, maka kapitalisme akan berubah wujudnya menjadi Spiritual Economics.


Sebagaimana kita ketahui bersama, Islam menawarkan perspektif dimana spiritual perusahaan berangkat dari konsepsi manusia yang membawa misi kepemimpinan di Bumi (khalifatul ardh). Perusahaan adalah sarana manusia untuk menjalankan misi ini melalui penyelenggaraan kegiatan produksi baranga ataupun jasa yang dibutuhkan bagi kehidupan manusia, dengan memelihara dan mengembangkan planet bumi ini sebagai tempat kehidupan manusia kepada keridhaan pencipta-Nya. 


Dengan demikian, marilah kita jadikan Prahara Covid-19 ini sebagai Momentum mengembangkan Manajemen Langit (Celestial Management). Artinya, menjadikan Jalan spiritualitas sebagai landasan manajemen dan bisnis. Manajemen langit atau disebut juga Manajemen Ilahiyah (Ilahiyah Management) merupakan ilmu manajemen yang didasarkan pada penafsiran nilai dan prinsip Ilahiyah yang turun dari langit melalui Firman Allah SWT maupun Sabda Utusan-Nya serta diaplikasikan dalam kehidupan dan arena bisnis.


Dimensi spiritualitas dalam manajemen akan memberikan pondasi yang kuat untuk membangun integritas moral yang kokoh bagi para pelaku bisnis (karyawan, pengusaha, kaum profesional). Karena itulah perusahaan perlu mencantumkan aspek integritas dalam ’core competency’ dalam Budaya Perusahaannya. (az).




This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.