-->
logo

YUK TAHAJUD ‼️ MENJEMPUT PELUANG BESAR DI TENGAH PANDEMI CORONA👍❤️🇮🇩🙏

Hot News

Hotline

YUK TAHAJUD ‼️ MENJEMPUT PELUANG BESAR DI TENGAH PANDEMI CORONA👍❤️🇮🇩🙏


Jakarta, SKJENIUS.COM.- Innalillahi wa inna ilaihi Raji'un ðŸ™Merebaknya virus corona atau Covid-19 memukul berbagai sektor. Tak terkecuali sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi masuk masa-masa krisis lantaran sampai hari ini pandemi Corona belum mereda. 


Virus yang belum ada vaksinnya ini berdampak besar terhadap perputaran bisnis di tanah air, sehingga mempengaruhi tingkat pengangguran terbuka (TPT) dan angka kemiskinan nasional. Hal itu menyusul realisasi pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I-2020 yang melambat ke 2,97%.


Karuan saja Virus Corona China Sudah Bikin Kalang Kabut Pabrik dan Pengusaha di Indonesia. Apalagi Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) merupakan satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Padahal sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 60 persen.


Diperkirakan 2.322 Koperasi dan 185.184 UMKM Terdampak Covid-19. Kebanyakan koperasi yang terkena dampak Covid-19 bergerak pada bidang kebutuhan sehari-hari, sedangkan sektor UMKM yang paling terdampak yakni makanan dan minuman.


Sementara itu berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan BPJS Ketenagakerjan, menyebutkan ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terdampak Covid-19. Hal ini akibat terhentinya operasional perusahaan tempat mereka bekerja. Sedangkan menurut data Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), jumlah pekerja yang di-PHK dan dirumahkan lebih besar lagi mencapai di atas 6 juta.


Namun demikian, terlepas dari ancaman krisis ekonomi tersebut di atas, kita pun jangan lupa bahwa dibalik sebuah peristiwa terdapat hikmah yang tersimpan. Ternyata, di balik itu semua dampak yang diakibatkan dari musibah ini terdapat kandungan hikmah yang luar biasa. Dimana sebelumnya, banyak diantara kita yang menyangka bahwa mencari REZEKI itu di bumi. Maka berusahalah mereka bekerja keras setiap hari, katanya mencari uang. Namun sayangnya, rezeki yang mereka dapatkan itu, kini dihantam corona.


Wabah corona datang menerjang siapa saja tanpa pandang ras, agama dan bangsa. Covid-19 mengguncang Dunia, bukan hanya mengancam Kesehatan manusia, corona pun memporak-poranda Ekonomi dan Keuangan. Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional hanya sebesar 2,5 persen pada tahun 2020 atau terpangkas setengahnya setelah pada tahun 2019 tumbuh 5,0 persen. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona yang menjangkiti berbagai wilayah nusantara.


Jadi, apa daya, Rakyat kecil dalam menghadapi dampak SERIUS dan MENAKUTKAN dari Pandemi Corona ini. Akankah Kerja dari Rumah Berubah menjadi Tidur-tiduran di rumah⁉️🤭


Saudaraku ❤️ Sebagai orang  Beriman  dan Beraqal kita tak perlu khawatir.  Yakinlah ‼️Allah Maha Kaya dan Maha Memberi Solusi kepada hamba-Nya yang Berserah Diri Kepada-Nya. Karena itulah perlu kita pahami dan  sadari  bahwa usaha, kerja, gaji, upah bukanlah itu yang membawa rezeki pada kita, tapi karena Allah menghendakinya, maka kita beroleh rezeki lewat usaha, kerja, yang berupa gaji, upah, bonus ataupun itu. Mengapa? Karena Allah melihat kita pantas mendapatkannya, kita toh sudah kerja keras dan rezeki itu memang jatah kita. 


Jadi kita berikhtiar untuk MEMANTASKAN diri agar diberi rezeki. Hal ini ditegaskan Allah dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 212, “…Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendakinya tanpa batas.”


Guru Mursyid kita, Allahyarham Haji Permana Sasrarogawa, pendiri Pengajian Tawakal mengingatkan bahwa Allah ‘Azza Wajalla memberikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendakinya sesuai hikmah dan rahmat-Nya. Allah Ta’ala telah mengatur semua rezeki. Maka mohonlah kepada Allah agar terus diberi nikmat rezeki yang halal dan berdo'alah : 


"Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon thoyyibaa wa ‘amalan mutaqobbalaa.”


“Ya Allah, aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang thoyyib dan amalan yang diterima” (HR. Ibnu Majah no. 925, shahih).


Jadi, Rezeki ada di langit dan bukan di bumi. Maka JEMPUT rezeki itu ke langit melalui ZIKIR, Shalat Dhuha, Qoyamul Lail Power dan TAHAJUD di Sepertiga Malam : 


“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Rabb-ku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS Al-Isra : 79-80).


Lebih lanjut Sesepuh Pengajian Tawakal itu mengingatkan bahwa pada umumnya jika seseorang giat dalam usahanya, ia pun tak lupa untuk berdoa, namun lupa untuk TAWAKAL (berserah diri). Adapula yang berserah diri namun tidak melakukan usaha dan doa dan sebaliknya. Padahal, ketiganya harus diterapkan agar bisa mewujudkan sebuah PERUBAHAN yang signifikan dalam KEHIDUPAN.


Jadi, USAHA atau ikhtiar adalah jalan agar Allah melihat seberapa gigih kita megharapkan yang terbaik dari-Nya, maka dari itu saat kita mengharapkan sesuatu dalam kehidupan kita senjata yang paling ampuh selain doa adalah usaha, karena melalui usaha tersebutlah Allah akan mengubah takdir kita.


Yuk...Kita Hidupkan Sepertiga Malam yang penuh Berkah, Rahmat dan Rezeki ini. Semoga kita bisa memperoleh ampunan dan berkah yang banyak. Amiin.. Jangan lupa, makanlah makanan yang halal dan bergizi dan jangan lupa banyak bersyukur atas Rezeki dan hidangan yang disuguhkan isteri kita agar Rezeki kita senantiasa  lancar  dan  Berkah.  Ingatlah, tolak ukur rezeki itu bukan jumlahnya tapi kemanfaatannya. Insya Allah.. (az).

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.