-->
logo

7 Jurus Ajaib Meningkatkan Energi Sukses Mengatasi Krisis Ekonomi

Hot News

Hotline

7 Jurus Ajaib Meningkatkan Energi Sukses Mengatasi Krisis Ekonomi


Jakarta, SKJENIUS.COM.- Alhamdulillah ğŸ™ Prahara Corona telah membongkar kerapuhan dan kebrobokannya sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Wall Street Babak Belur, Covid-19 Ancam Kesehatan Ekonomi AS. Ambisi Cina pun terkubur, ekonomi negara Sosialis Komunis itu anjlok. Karuan saja pertumbuhan ekonomi China yang minus 6,8 persen pada kuartal I 2020 itu akan berdampak shock ekonomi besar ke ekonomi di Tanah Air. Bahkan, Bank Indonesia (BI) memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020 di kisaran minus 4% hingga minus 4,8%.

Sebagaimana kita ketahui, Kapitalisme-Liberal dan Sosialisme-Komunis berazaskan aliran filsafat materialisme. Inilah (materialisme) yang menjadi prinsip dasar yang mengakibatkan kehancuran umat manusia. Pasalnya Materialisme tidak mengakui adanya entitas-entitas nonmaterial, seperti Allah, Alam Ghaib Malaikat, spiritual,
setan, roh, dan sebagainya. Hanya realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu merupakan manifestasi dari aktivitas materi. 

Jadi sangat bertolak belakang dengan Sistem Ekonomi Pancasila yang Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Keadilan, kemanusiaan, Musyawarah dan Gotong Royong. Nilai-nilai Spiritual dan Kemanusiaan 
menjadi pondasi paling fundamental dalam sistem kehidupan sosial ekonomi yang berazaskan Pancasila. Nilai-nilai Spiritual dan Kemanusiaan tersebut teraktualisasi dalam banyak hal seperti kepekaan, kepeduliaan, bahkan rasa saling ketergantungan. 

Adanya keterkaitan antar nilai spiritual dengan kemanusiaan tersebut niscaya menciptakan komunal masyarakat yang solid dan saling menjaga kestabilan sistem kehidupan. Namun keadaan ini sangatlah bertolak belakang dengan sistem kapitalisme, sosialime, nilai-nilai Spiritual dan Kemanusiaan tersebut merupakan kemustahilan, tergerus privatisasi dan ambisi kalkulasi keuntungan belaka.

Karena itulah, Jika Pemerintah dan Kita Semua Ingin Sukses dalam mengatasi wabah corona dan segala dampaknya, agar Indonesia Tidak Terperosok ke Jurang Resesi Ekonomi, tidak bisa  menggunakan Ilmu Ekonomi Kapitalis Amerika maupun Ilmu Ekonomi Sosialis Cina Komunis. Kita harus jadikan Pandemi Covid-19 ini untuk kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila. Jadi kita tidak bisa mengandalkan Ilmu Lahiriyah (logika) semata. Agar Sukses Mengatasi Dampak Ekonomi Covid-19, kita harus Mengintegrasikan Ilmu Logika dengan Ilmu Spiritual.

Untuk itulah, kita harus Menyadari bahwa sukses itu adalah perpanjangan dari Ilmu Pengetahuan Lahir dan Perjalanan Batin (Spritual Journey) serta disenyawakan dengan kemampuan untuk memenuhi cita-cita kita dengan usaha memberdayakan Energi kita secara Harmonis. Sehingga kehidupan spiritual kita sepenuhnya terintegrasi dengan kehidupan bisnis. Maka, kita dapat mengandalkan Kekuatan Spiritual untuk membantu pertumbuhan Bisnis dan Manajemen Berkelanjutan. (Sustainable Management).

Untuk itu, ada 7 Jurus Ajaib yang perlu diketahui dan dilakukan seseorang untuk meraih sukses dengan Kekuatan Spiritual, yaitu:

Pertama : Tobat Nasuha (the Power of Repentance). SOLUSI terbaik atas Segala PROBLEMATIKA Kehidupan yang dihadapi Umat, Bangsa dan Negara, Menurut Guru Mursyid kita, Allahyarham Syaikh Inyiak Cubadak adalah dengan MENDEKATKAN diri pada Allah. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,”(Qs Ali Imran: 133)

Kedua : Kesadaran Diri (The Power of Consciousness). Ketika kita sepenuhnya sadar bahwa diri kita memiliki salah satu potensi murni dari kekuatan Sang Pencipta, maka kita pun akan mampu menciptakan segala sesuatu dan memenuhi cita-cita kita.

Dengan demikian, kita harus Menyadari bahwa Sistem Ekonomi Kapitalis dan Komunis itu Rapuh. Maka, kita harus bersyukur memiliki Pancasila, Ideologi Sakti dan Kokoh Bangsa Indonesia. Karena itulah kita harus Berani Mengembangkan Sistem Ekonomi Pancasila yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Sang Pencipta dan Pemelihara Bumi Nusantara yang kita diami ini.

Ketiga : Kekuatan Niat (the Powe of intention) Kesesuaian antara niat, amal shaleh dan Kehendak Allah adalah kunci terpenuhinya sebuah cita-cita. Dalam ajaran Islam niat dipandang sebagai penentu segala perbuatan. Bahwa keberhasilan usaha apa saja tergantung pada niatnya. Sekalipun modal usaha tidak seberapa, tetapi oleh karena didorong oleh niat yang kuat, maka usaha itu akan berhasil.

Niat dan amal perbuatan yang mengarah pada Kehendak Illahi (Iradat) akan menghasilkan kekuatan yang besar untuk memperoleh kesuksesan. Maka, disimpulkan bahwa niat memiliki kekuatan yang amat dahsyat sebagai penentu keberhasilan dalam usaha apapun.

Keempat: Mari kita Menggali dan mendayagunakan Potensi Diri dan Sumber Daya Alam. Manusia  terlahir dengan potensinya masing-masing. Setiap orang memiliki potensi yang berbeda-beda. Termasuk rakyat Indonesia yang memiliki bermacam-macam potensi yang dimilikinya. Tugas Pemerintah dan kita sebagai orang yang Berilmu Pengetahuan adalah mengembangkan potensi yang mereka punya dan mengarahkannya kepada jalan Allah Swt.

Indonesia dikaruniai dengan kekayaan hayati yang tinggi dan sumber daya alam yang melimpah. UUD 45 Pasal 33 Ayat 2 menegaskan: ”Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” 

Kelima: Kekuatan Energi Zikir. Dengan berdzikir, manusia akan menyadari bahwa ada kekuasaan dari segala yang ada di dunia ini, yaitu Allah SWT. Oleh karena itu, dalam mewujudkan segala yang diinginkan dan diharapkan, manusia membutuhkan pertolongan-Nya. 

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. al-Baqarah : 152);

Keenam: Amal Shaleh adalah Setiap Perbuatan Baik yang dilakukan secara sengaja dengan Tujuan Ibadahkepada Allah yang Dilaksanakan Sesuai Sunnah Nabi Saw yang mendatangkan pahala, keuntungan dan keceriaan bagi yang MENGAMALKAN, sekaligus memberikan KESEJAHTERAAN untuk Keluarga dan Mendatangkan MANFAAT kepada Umat atau masyarakat di sekitarnya. 

Jadi sekali BERBUAT, seseorang yang AMAL SHALEH itu mendapat 5 (lima) hal sekaligus, yaitu, Pahala, Keuntungan, Keceriaan dan Kesejahteraan untuk Kelurga serta Manfaat untuk orang banyak.

Ketujuh: Sedekah (The Law of Giving). Di dunia ini berlaku hukum pertukaran yang dinamis antara memberi dan menerima. Prinsipnya semakin banyak kita Memberi, semakin banyak pula kita Menerima kepada orang lain. Dengan begitu, energi ini akan terus mendatangkan keberlimpahan dalam kehidupan kita. 

Insya Allah, mereka yang berbisnis dengan dilandasi Kekuatan Spiritual tentu akan terhindar dari ancaman Krisis. Sehingga mereka dapat mempersembahkan Karya Terbaik mereka berupa Produk maupun Jasa dan Pelayanan Kepada konsumen atau pelanggan.  Hal itu seiring dengan keyakinan bahwa Kunci Utama dari keberhasilan sebuah bisnis adalah Kesadaran Diri akan adanya Energi Sukses yang sudah ditanamkan Allah dalam dirinya. (az).

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.