-->
logo

‎ORANG MINANG BERPIKIR MERDEKA : Mengkaji Ilmu Batin, Membaca Alam Terkembang, Menata Masa Depan.‎

Hot News

Hotline

‎ORANG MINANG BERPIKIR MERDEKA : Mengkaji Ilmu Batin, Membaca Alam Terkembang, Menata Masa Depan.‎

‎Beberapa hari yang lalu saya kedatangan tamu, seorang Pemangku Adat dari Alam Minangkabau, N. Dt. Putih. Beliau adalah seorang tokoh Masyarakat Adat dari Nagari Pandai Sikek, Kab. Tanah Datar. Sekitar 4 jam kami berbincang tentang Karakter Orang Minang dan Kebangkitan Minangkabau dalam Cita dan Realita.

‎Dalam percakapan yang cukup serius serta diselingi dengan perdebatan sengit, akhirnya kami menyepakati beberapa poin penting yang dapat dijadikan acuan dalam upaya Menata Masa Depan Masyarakat Minangkabau yang Berperdaban Tinggi  dan Bermartabat Mulai. Adapun poin-poin tersebut meliputi :

‎A. KARAKTER ORANG MINANGKABAU :

‎1. Berpikir Merdeka

‎2. Mengkaji Ilmu Batin

‎3. Membaca Alam Terkembang

‎4. Menata Masa Depan Secara Kolektif

‎5. Musyawarah untuk Mencapai Mufakat

‎B. PILAR KEBANGKITAN ALAM MINANGKABAU

‎1. Babaliak Basurau,

‎2. Babaliak Banagari,

‎3. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

‎"Orang Minang berpikir merdeka" berakar kuat dalam sejarah dan budaya Minangkabau yang egaliter. Budaya ini mendorong masyarakatnya berani bicara, inovatif, dan mandiri.

‎Karakter antikemapanan ini menjadikan tanah Minang sebagai salah satu lokomotif utama yang membentuk pemikiran bangsa.

‎LANDASAN CARA BERPIKIR MERDEKA ORANG MINANG

‎1. PENDIDIKAN SURAU: Pendidikan surau adalah pilar penting dalam sejarah pendidikan Islam di Minangkabau. Institusi Surau mencetak generasi beriman yang kokoh dengan memadukan pendalaman spiritual, karakter moral, dan keterampilan sosial.

‎2. MENGENAL DIRI : Sejak Kecil di Surau Remaja Minang sudah dididik "Mengkaji Diri", sehingga mereka pun " Kenal Diri".

‎Mengenal diri adalah kunci utama untuk hidup lebih terarah dan bermakna. Ini membantu anak Minang menentukan tujuan hidup yang realistis, mengambil keputusan terbaik sesuai potensi diri, serta membangun kesehatan mental yang tangguh karena Anda tahu cara mengelola situasi dan kondisi yang dihadapi.

‎3. TRADISI MERANTAU: Merantau membentuk kemandirian dan jiwa merdeka karena mereka harus beradaptasi, mencari penghidupan, dan bersaing murni dengan kemampuan sendiri di luar wilayah asalnya.

‎4. SISTEM EGALITER: Dalam adat Minang, setiap orang berkedudukan setara. Hal ini tertuang dalam filosofi "keti" (ketek) diberi nama, "gadang" diberi gelar". Gelar adat yang disandang membuat setiap individu merasa memiliki harga diri dan hak untuk berpendapat sejajar dengan pemimpinnya.

‎5. MUSYAWARAH MUFAKAT: Keputusan di Minangkabau diambil melalui mufakat dengan asas "bulek aia ka pambuluah, bulek kato ka mufakaik". Pendekatan ini sangat menghargai dialektika dan gagasan yang bebas.

‎Berkat karakter ini, banyak cendekiawan dan bapak bangsa Minang yang merumuskan gagasan-gagasan besar melampaui zamannya:

‎1. Tan Malaka: Bapak Republik yang pertama kali mencetuskan gagasan Indonesia Merdeka melalui bukunya Naar de Republiek pada tahun 1925.

‎2. Mohammad Hatta: Menggagas konsep kemandirian ekonomi dan pemikir politik yang merancang dasar-dasar demokrasi.

‎3. Sutan Sjahrir: Menjadi arsitek diplomasi dan pemikir intelektual yang visioner di awal masa kemerdekaan.

‎4. H. Agus Salim: Diplomat ulung dan pemikir Islam yang menguasai panggung pergerakan nasional.

‎5. Syaikh Rifa'i Dt. Indo Maradjo : Guru Mursyid 7 Thariqat yang penuh Karomah, sekaligus Penghulu Adat Minangkabau yang piawai. Beliau yang akrab dengan panggilan "Inyiak Cubadak", berkeliling Alam Minangkabau untuk Mensyiarkan Ilmu Thariqat dan Membimbing Generasi Muda dalam Mengkaji Adat dan Ma'rifat.

‎Jiwa merdeka orang Minang bukanlah sifat pemberontak tanpa arah, melainkan watak yang berani mendobrak rintangan, menjunjung tinggi keadilan, dan memegang teguh nilai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.