-->
logo

‎KELUAR DARI KEMISKINAN : Mengubah Energy Potensial Menjadi Karya Kreatif‎

Hot News

Hotline

‎KELUAR DARI KEMISKINAN : Mengubah Energy Potensial Menjadi Karya Kreatif‎


‎Miriiiiiis....., ‼️😰 Situasi ekonomi Indonesia pada 2025-2026 diwarnai dengan paradoks, di mana pertumbuhan makroekonomi yang tercatat positif justru diiringi keluhan masyarakat akibat tekanan ekonomi rill.

‎Hasil survei Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menunjukkan persoalan yang paling mendesak bagi publik masih berkutat pada isu ekonomi dasar seperti penciptaan lapangan kerja (23,5 persen) dan pengendalian harga kebutuhan pokok (22,4 persen). Makanya Pemerintah Prabowo-Gibran Dinilai Gagal Atasi Ketimpangan Sosial dan Lapangan Kerja.

‎Sehubungan dengan hal tersebut, dalam upaya membantu pemerintah mengatasi kemiskinan dan pengangguran, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman Menawarkan Program Workshop Anti Nganggur.

‎Mungkin selama ini, sebagian besar dari kita diajari bahwa perubahan nasib masyarakat itu sepenuhnya tanggung jawab pemerintah. Karena itu mereka berharap perbaikan kesejahteraan rakyat berasal dari kebijakan pemerintah. Namun, Guru Mursyid kita, Allahyarham Doctor Bagindo Muchtar menyadarkan kita bahwa Perubahan Nasib yang paling orisinal, dan bahkan transformatif, sebenarnya berasal dari Pusat Keberadaan kita, yang bisa diakses melalui "Diri Sejati."

‎Maka dari itu, perubahan, kreativitas dan inovasi dimungkinkan, karena tarikan energi yang besar mengalir di dalam diri. Kita tidak dapat menciptakan sesuatu kecuali jika Kita merasa sangat dibebankan, diremajakan (rejuvenate), atau tercerahkan (enlightened).

‎Namun sayangnya tidak semua orang menyadari bahwa setiap hari, Kita menerima energi murni (energi Ilahiyah)  atau disebut juga Kekuatan Spiritual, untuk melanjutkan hidup Kita. Pancaran energi Ilahiyah ini dapat kita rasakan di ujung-ujung jari jemari kita.

‎Silakan Anda menepi sejenak. Ambil air wudhu, lalu duduk dengan tenang di tempat yang sejuk dan nyaman serta segar aroma ruangannya. Selanjutnya

‎Mari Kita Berzikir Untuk Merasakan Pancaran Energy Ilahiyah agar Energy Potensial itu bisa Kita Ubah Menjadi Karya Kreatif

‎1. Pasrah Diri,

‎2. Baca : Ta'awudz, Basmalah, Syahadat,

‎3. Berdo'a : "Yaa Allah, izinkan hamba berzikir agar hamba dapat menghayati Asma-Mu. Izinkan hamba dalam zikir ini untuk berserah diri, dan menyerahkan masalah hamba yang hamba hadapi,

‎4. Tutup mata, tutup mulut, tenangkan pikiran,

‎5. Ucapkan rasa Syukur bahwa kita masih bisa bernafas: "Alhamdulillah",

‎Tarik nafas perlahan dari hidung, sambil menarik nafas, ucapkan dalam hati, "ALLAH",

‎6. Tahan Nafas semampunya di dada (paru-paru), seiring tetap berzikir, "ALLAH,”

‎7. Hembuskan nafas dari hidung perlahan, sambil berzikir dalam hati, "ALLAH",

‎8. Lakukan zikir nafas dengan menyebut, "ALLAH" ini selama 10 menit,

‎Nah, dalam kondisi Zikir, coba rasakan getaran di ujung jari-jari Anda. Rasa yang terasa di ujung jari jari itu adalah Pancaran dari Diri kita di dalam, yang merupakan stroom-stroom ghaib yang dinamakan Electro Magnetic atau Bio Electrisitet. Electro berasal electron dan bio dari bion.

‎Penelitian akan mendatangkan pengetahuan kepada kita bahwa Pancaran tenaga-tenaga yang keluar itu besar sekali dan dapat dikerahkan menurut kemahuan kita.

‎Maka energi itu dapat kita ubah menjadi gerakan. Sehingga Energy Potensial dari Allah tadi berubah Menjadi Karya Kreatif. Karena itulah selesai Shalat dan Zikir kita harus bergerak menjemput karunia Allah yang sudah ditebarkan-Nya di muka bumi. Perintah "bertebaran di muka bumi" setelah shalat tercantum dalam QS. Al-Jumu'ah ayat 10.

‎Gerakan manusia bertebaran selesai shalat dan zikir inilah yang disebut Amal Shaleh. Selanjutnya Allah berjanji akan memberikan kehiduan yang indah kepada mereka yang beramal shaleh ini. (QS. An-Nahl : 97).

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.