Pengertian ekonomi kreatif berasal dari aktivitas masyarakat yang memaksimalkan waktu yang dimiliki untuk bisa menghadirkan ide kreatif dan juga menghindari aktivitas yang berulang-ulang. Keinginan untuk terus berkreasi melalui ide yang disampaikan melalui pengertian ekonomi kreatif tersebut diharapkan untuk bisa menghadirkan kemajuan, terutama dalam aspek ekonomi para pelaku usaha itu sendiri.
Jadi, dengan ide yang inovatif, strategi pemasaran yang tepat, serta adaptasi terhadap tren, siapa pun bisa membangun bisnis kreatif yang sukses. Persoalannya, "Bagaimana mendapatkan ide-ide kreatif tersebut?"
Realitanya saat ini banyak orang kebingungan membuat ide kreatif untuk suatu hal entah ide jualan, ide program kerja, ide konten kreator atau ide-ide lainnya yang membutuhkan kreativitas tinggi agar hasil dari ide tersebut dilirik oleh masyarakat??
Sebenarnya mudah kok untuk kita membangun ide kreatif yang penting ada niatnya dulu ya gaes. Namun perlu dipahami bahwa tingkat kreativitas masing-masing individu pasti berbeda.
Selanjutnya perlu kita sadari dan yakini bahwa Allah adalah sumber kreativitas, dan dalam Kuasa-Nya ada sumber jawaban dari semua persoalan yang Anda gumuli. Allah menciptakan segala sesuatu dengan kehendak-Nya. Maka
Mengenal Allah sebagai Yang Maha Kreatif (Al-Khaliq, Al-Bari', Al-Mushawwir) adalah upaya meningkatkan kesadaran dan keimanan kita dalam memahami kebesaran-Nya melalui keunikan, keragaman, dan kesempurnaan ciptaan-Nya di alam semesta.
Sifat ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dari tiada menjadi ada (mubdi') tanpa contoh sebelumnya. Dengan demikian kita pun semakin Mengenal Allah Yang Maha Kreatif. Hal ini tentu saja akan membuat kita semakin sadar dan memahami potensi diri sendiri.
Ya.......! Ternyata Kita punya potensi menjadi kreatif karena kita diciptakan oleh Rabb yang kreatif. Itu memberi kita rasa cinta kepada ciptaan Allah dan ciptaan terbesar-Nya, manusia.
Hal tersebut akan memberi kita apresiasi baru untuk pekerjaan manusia dan kemuliaan Allah dalam penciptaan.
Nah, dalam menyikapi dan upaya menyelesaikan problema kehidupan da tantangan zaman itulah diperlukan Kreativitas dan Inovasi. Untuk itulah kita perlu melakukan Perjalanan Spiritual Menuju Sumber Kreativitas dan Inovasi.
Perlu kita sadari bahwa untuk membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang fresh, Anda harus terhubung dengan sumbernya. Anda tidak menciptakan sesuatu yang segar dengan pikiran, hati, dan tubuh Anda, tetapi dengan energi yang mengalir dari dalam diri yang terhubung langsung dengan Sumber Energi.
Mungkin selama ini, sebagian besar dari kita diajari bahwa kreativitas berasal dari pikiran dan emosi. Namun, Guru Mursyid kita, Allahyarham Doctor Bagindo Muchtar menyadarkan kita bahwa ide yang paling orisinal, dan bahkan transformatif, sebenarnya berasal dari Pusat keberadaan kita, yang diakses melalui "Diri Sejati."
Mengakses sumber energi kreatif dapat dilakukan melalui praktik konsisten seperti zikir, do'a, rasa syukur, refleksi diri, dan menghabiskan waktu di alam.
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengakses dan meningkatkan energi kreatif:
1. Zikir Nafas Al-Hikmah dan Ketenangan
2. Rasa Syukur dan Afirmasi Positif
3. Refleksi Diri dan Jurnal
4. Terhubung dengan Alam
5. Ritual Pembersihan (Ruqyah)
6. Kreativitas dan Gerakan
7. Wirid dan Do'a
Jam-Jam Khusus: Waktu pagi buta (sekitar pukul 02.00-04.00) dianggap ideal untuk zikir dan mengisi ulang energi kreatif menurut tradisi Al-Hikmah. (az)



