-->
logo

CRISIS LEADERSHIP : Memimpin dengan Percaya Diri di Tengah Resesi Ekonomi

Hot News

Hotline

CRISIS LEADERSHIP : Memimpin dengan Percaya Diri di Tengah Resesi Ekonomi

 

SKJENIUS.COM, Cikarang.— Kepemimpinan Jokowi dan Kemampuan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) hadapi Tekanan Berat memasuki kuartal IV 2020. Pasalnya, Kementerian Keuangan menyatakan, Indonesia memang telah mengalami resesi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu mengatakan, dari awal tahun sebenarnya kinerja perekonomian Indonesia telah melambat sejak kuartal I-2020. 


Sementara itu, VP Economist Bank Permata Josua Pardede, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 kemungkinan masih akan negatif. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 diperkirakan masih akan mengalami pertumbuhan negatif sebesar -1,75% hingga 0,75% (year on year),” pungkasnya.


Nah, mampukah Jokowi bersama Komite PC-PEN membuat kebijakan dan memutuskan isu-isu strategis dari masing-masing kementerian dan lembaga terkait percepatan penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi? Sehingga penyebaran pandemi bisa ditekan dan pertumbuhan Ekonomi Indonesia bisa membaik. Pasalnya, Pertumbuhan Ekonomi RI pada Kuartal IV, Diprediksi Rebound, jika Pandemi bisa ditekan, juga amat sangat tergantung pada stimulus pemerintah karena kemampuan pemodalan dalam negeri terbatas. 


Sehubungan dengan hal tersebut di atas, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah, mengingatkan pemerintah harus mempunyai kebijakan yang berbeda dengan tahun sebelumnya, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Sebab, Jika tidak ada perubahan maka Indonesia akan masuk jurang depresi ekonomi“Secara tren dari tahun ke tahun kuartal III dan IV itu turun, siklusnya pertumbuhan ekonominya seperti itu. Maka harus ada langkah kebijakan lain dari pemerintah," tandasnya.


Resesi atau kemerosotan adalah kondisi ketika nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Hal tersebut berdampak pada penurunan secara simultan pada seluruh aktivitas ekonomi; lapangan pekerjaan, investasi, dan keuntungan perusahaan. Oleh Karena itu, Indonesia terperosok ke Jurang Resesi adalah sesuatu yang tak bisa dipungkiri lagi. 


Maka, saat ini yang menjadi permasalahan bukan resesi atau tidak, melainkan bagaimana pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membangun respon dan kemudian kebijakan-kebijakan yang memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi. Sedangkan tugas kita sebagai warga negara adalah membentengi diri dengan mengetahui cara mengatasi resesi ekonomi. Simak tips di bawah ini, ya!


How to lead in midst of crisis and change?


Wabah COVID-19 adalah badai yang sempurna menghantam roda perekonomian global termasuk di Indonesia. Bagaimana tidak, situasi ini tidak hanya mengakibatkan krisis dari sisi kesehatan, tetapi juga krisis multi dimensi yang begitu mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia.


Bahkan, Amerika Serikat dan 45 negara Kapitalis telah terperosok ke jurang resesi. Indonesia pun tak bisa menghindar dari terjangan perfect storm ini. Tak bisa dinafikan, inilah krisis yang tak pernah disangka-sangka oleh mayoritas pemimpin negara dan bisnis di dunia. Perekonomian dunia porak-poranda, bahkan pertumbuhan ekonomi RI anjlok pada Kuartal II-2020, Minus 5,32 Persen.


Nampaknya tidak tersisa pilihan bagi para pemimpin negara dan bisnis selain menavigasi dengan sangat hati-hati melewati pandemi yang telah berubah menjadi krisis multidimensi ini. Dengan kondisi krisis yang sangat kompleks saat ini, tak heran jika banyak pemimpin yang kehilangan fokus dan bahkan melakukan tindakan gegabah dalam menakhodai kapalnya.

Beberapa sikap buruk pemimpin yang biasanya muncul pada era krisis seperti sekarang adalah sikap panik.Kepanikan ini kemudian menyebabkan pemimpin bisnis mengambil keputusan yang cepat untuk kepentingan jangka pendek tanpa mengindahkan kepentingan jangka panjang. Maka, seorang pemimpin harus mempunyai self control yang baik terutama dalam masa seperti ini. Karena semua orang  bergantung pada sosok leader mereka

Itu sebabnya penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki skill Crisis Leadership, apalagi di tengah situasi penuh ketidakpastian seperti yang terjadi pada beberapa waktu terakhir ini. Pada dasarnya crisis leadership adalah  kemampuan untuk memimpin di bawah tekanan yang terjadi akibat krisis. 


Kemampuan ini penting dimiliki seorang pemimpin di sebuah organisasi atau perusahaan karena mereka yang dapat membuat perbedaan terhadap orang-orang yang terkena dampak dari krisis yang dihadapi. Pasalnya, dalam kondisi krisis, pemimpin diharap dapat mampu mengurangi ketidakpastian, memberi laporan tentang apa yang sedang terjadi, mengapa hal itu terjadi dan apa yang harus dilakukan. 


Selanjutnya yang dibutuhkan oleh para pemimpin saat terjadi krisis bukanlah penanganan yang telah terencana sebelumnya, melainkan perilaku dan pola pikir yang dapat mencegah reaksi yang berlebihan terhadap krisis dan bagaimana menghadapi tantangan ke depan. Jadi, seorang Pemimpin di masa krisis harus berfikir diluar kotak / out of the box. wajib menampung semua ide, karena tidak ada yang tidak mungkin.

Skill apa yang paling Penting bagi Pemimpin dalam mengatasi krisis?


Apakah itu pandemi, ekonomi yang tidak pasti, atau bencana lainnya, tugas pemimpin tetap sama: Pimpin mereka yang mengikuti.  Dan itu adalah tanggung jawab setiap pemimpin di manapun dia berada sebagai pimpinan, apakah itu pemimpin negara, pemilik perusahaan, direktur, manajer, atau pemimpin tim.


Ketika semuanya baik-baik saja dan normal, para pemimpin terkadang bisa menyelinap ke latar belakang. Tetapi ketika krisis melanda, seringkali dengan sedikit peringatan, tanggung jawab pemimpin meroket.  Karena pada saat-saat tersebut, pemimpin dicari untuk kenyamanan dan stabilitas, di samping tugas-tugas manajemen rutin yang biasa mereka lakukan.  Jadi, bagaimana Anda memimpin dalam sebuah krisis?


Dalam suatu krisis, orang-orang mencari petunjuk kepada pemimpin mereka tentang cara merespons situasi dan kondisi. Pandemi COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan yang krusial di Indonesia. Adanya kebijakan pembatasan di tengah masyarakat memunculkan masalah baru, yakni munculnya resesi ekonomi


Dalam menghadapi keadaan ini dibutuhkan adanya seorang pemimpin yang dapat memunculkan leadership skill yang tepat  dalam menangani krisis yang sedang terjadi, terutama dalam membuat sebuah keputusan. Karena itu, seorang pemimpin setidaknya mempunyai 7 Kemampuan dan Keterampilan (Skill), yaitu :

  1. Kekuatan Iman,
  2. Kecerdasan Emosional & Spiritual (ESQ)
  3. Crisis Leadership
  4. Kecerdasan Intelektual 
  5. Public Speaking,
  6. Kemampuan Berkolaborasi dan Negosiasi,
  7. Adaptif, Solutif, dan Kreatif.

Setiap orang terpengaruh secara berbeda dalam suatu krisis, jadi jadilah pendengar yang aktif, ubah perspektif dengan menempatkan diri Anda pada posisi mereka dan praktikkan kerendahan hati.  Ini adalah waktu untuk mencerminkan kepemimpinan yang melayani dan berada di sana untuk komunitas Anda dengan cara yang baru.  


Dalam semua fase ini, ketahuilah bahwa orang-orang memandang Anda dan inilah saatnya Anda untuk menunjukkan sisi yang lebih sensitif terhadap kepemimpinan Anda. Semoga uraian singkat di atas bermanfaat untuk Anda. Tetap kuat, jujur, dan jadilah Pemimpin yang Empati dan Memberi Solusi kepada kepentingan masyarakat yang kita pimpin. Semoga sukses selalu. Allah Bless You. Good Luck ! (az).




This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.