-->
logo

SULUK & I'TIKAF : Menyambut Lailatul Qadar di Surau Suluak dan Masjid‎

Hot News

Hotline

SULUK & I'TIKAF : Menyambut Lailatul Qadar di Surau Suluak dan Masjid‎

‎Berjumpa LAILATUL QADR adalah satu diantara Puncak Pencapaian yang diharapkan Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah ketika mereka melaksanakan Suluk di bulan Ramadhan. Setiap orang yang BERSULUK pasti sangat mendambakan Lailatul Qadar. Para hamba Allah sangat berharap bahwa dialah salah satu hamba-Nya yang yang layak mereguk malam mulian ini bulan Ramadhan.

‎Masing-masing berlomba agar meraih  satu malam penuh mustajabah  ini, yakni malam dimana doa-doa dan segala permintaan langsung dikabulkan Ilahi. Inilah malam yang menjadi misteri Allah Azza wa Jalla. Terlebih-lebih, Dia sendiri yang menjanjikannya. “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhon: 3).

‎Pada malam yang penuh berkah itu, terbuka hijab pembatas antara Allah dengan hambanya. Terbukanya hijab (sekat pembatas) antara kita dengan Allah adalah sumber ketenangan dan KEBAHAGIAAN hidup yang HAKIKI. Ketika hijab telah terbuka, semua yang kita alami hanyalah nikmat belaka. Betapa tidak, dalam setiap kondisi, kita akan merasakan kehadiran Allah Azza wa Jalla. Lebih jauh lagi, kita akan “melihat” Allah dalam setiap kejadian. Inilah keindahan tak bertepi.

‎Namun, kita tidak mengetahui kapan turunnya Malam Qadr itu. Sebagai petunjuk, ada beberapa hadits sahih yang menjelaskan seputar jatuhnya malam Lailatul Qadar dengan keterangan yang berbeda-beda. Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan.

‎Sedangkan pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda : “Carilah Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan"

‎Sehubungan dengan hal itulah, Jamaah Thariqat Naqsyabandiyah melaksanakan SULUK sebulan penuh selama Ramadhan, di berbagai Surau Suluak yang ada Sumatera Barat. Pasalnya, hanya dengan kesiapan yang matang serta suasana yang kondusif dan nyaman lah kita dapat bertaqarrub dengan sempurna kepada Allah. Semoga Allah berkenan mempertemukan Jama'ah Suluak dengan Lailatul Qadr.

‎Ketika itu terjadi, maka itulah pertanda kita dapat berhasil meraih level takwa sebagaimana yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang berpuasa dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183, yang artinya; "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”

‎Semoga Bulan Suci Ramadan dapat mengantarkan kita menjadi hamba-hamba yang bertakwa, menjadi hamba-hamba-Nya yang hanyut oleh rasa cinta yang penuh seluruhnya hanya kepada Allah semata. Aamiin 🙏


This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.