Bulan Ramadhan adalah bulan ampunan. Pada bulan ini dosa hamba-hamba Allah Ta’ala dipanaskan sehingga terbakar dan musnah. Riwayat dari Anas bin Malik menyebutkan tentang hal ini, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya dinamakan (bulan) Ramadhan karena dia memanaskan dosa-dosa’, yaitu membakarnya dan memusnahkannya.’”
Maka, marilah kita manfaatkan Keberkahan Ramadhan dengan sebaik-baiknya bagi umat Islam. Satu diantara faedah Ramadhan ialah terbuka lapangnya pintu ampunan Allah SWT.
“Barang siapa membaca: Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim No. 4857).
Marilah kita BERDO’A: “Ya Allah. Ampunilah Segala macam dosa kami di masa lampau. Yang kami sengaja maupun tidak, yang besar dan yang kecil. Dosa kami bagaikan Buih di Lautan Engkau lah Samudera Pengampun.”
“Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin. Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.” (QS. Ibrahim: 40)
Manfaatkanlah bulan puasa Ramadhan untuk melenyapkan atau menghanguskan dosa-dosa yang telah kita perbuat di bulan-bulan sebelumnya. Karena jika tidak, akan menjadi hijab (penghalang) bagi doa dan perjumpaan Dengan Lailatul Qadr. Mari kita berenang dalam Samudera Ampunan-Nya, Menjemput Malam yang penuh kemuliaan itu.
Tidak ada yang tahu kapan tepatnya malam Lailatul Qadar akan tiba, tapi Lailatul Qadar akan tiba pada 10 malam terakhir Ramadhan terutama pada malam ganjil. Allah SWT menunjukkan tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar pada umatnya yang beruntung bisa mendapatkan keistimewaan malam tersebut.
Jika mendapatkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar, berikut Doa malam Lailatul Qadar yang hendaknya dipanjatkan. “Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Wahai Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku." (HR. Ibnu Majah).
Ada beberapa tanda yang bisa menunjukkan jika malam Lailatul Qadar tiba dan menghampiri seorang hamba, yakni:
1. Malam tampak cerah dan tenang;
2. Matahari di pagi tampak lebih cerah dan tidak terlalu terasa panas;
3. Udara dan angin di malam itu pun tenang;
4. Mendapat Mimpi di Malam sebelumnya;
5. Ibadah terasa lebih tenang;
6. Merasakan Getaran Batin yang demikian kuat;
7. Terbuka Hijab yang selama ini membatasinya dengan Allah;
8. Terbuka hati dan pikirannya dalam memahami Ayat-ayat Allah;
9. Manusia dan alam di sekitarnya nampak indah dan menyenangkan;
10. Bangkit Kepedulian Sosial dan Semangat Jihad untuk membela kaum tertindas.
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. (QS Al Dukhan: 4).
Yang dimaksud urusan pada ayat tersebut adalah segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk, seperti hidup, mati, rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya.
Dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada lailatul qadar akan dituliskan lauhul mahfuz. Lauhul mahfuz merupakan penulisan takdir dalam setahun, mulai dari mencatat ajal, rezeki, serta segala sesuatu hingga akhir dalam satu tahun bagi umat manusia. (az).



