Prihatin.........👇‼️😰 Bagaimana tidak, sampai hari ini kita masih mendengar keluhan masyarakat tentang pelayanan rumah sakit (RS), terutama RSUD, yang lambat, birokrasi berbelit, antrean panjang, hingga sikap tenaga medis yang kurang ramah dan diskriminatif. Keluhan utama mencakup ketidakpastian dokter, kurangnya fasilitas, penolakan pasien, serta tingginya biaya, terutama bagi pengguna BPJS atau pasien kurang mampu.
Padahal Rumah Sakit seharusnya menjadi tempat yang memberi rasa aman dan nyaman, bukan justru menambah beban bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan sakit.
Nama dan kata-kata, diyakini adalah do'a dan harapan. Demikian juga dengan istilah rumah sakit. Adakah istilah ini kemudian kerap kali dan masih saja terjadi hingga saat ini menciptakan konflik lantaran keluhan pasien dan keluarganya atau masyarakat karena pelayanan petugas rumah sakit yang dinilai kurang ramah dan humanis? Rumah sakit bukan lagi hotel yang ramah, ceria dan wangi, namun sebaliknya seolah-olah menjelma menjadi bangunan angker yang menakutkan. Bahkan sering dijadikan tema untuk film-film horor yang dekat dengan kengerian dan kematian.
Nah, berangkat dari kebutuhan masa depan yang harus menjawab permintaan masyarakat, yang merupakan alasan absolut mengapa ada pelayanan kesehatan, maka segala upaya harus disediakan secara kreatif dalam lingkungan yang tidak saja ramah, tetapi juga futuristic, peduli, cepat, terbuka, mendidik, sehat dan nyaman.
Sehubungan dengan hal itulah Rumah Sehat Al-Hikmah berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, menjaga profesionalisme para Terapist dan Konselor, serta memastikan tak ada satu pun warga yang terabaikan.
Karena kesehatan adalah hak setiap warga negara. Dan tugas kita sebagai pelayan masyarakat adalah hadir untuk memenuhinya dengan sepenuh hati.
Maka dari itu, sejak awal berdiri Rumah Sehat Al-Hikmah berusaha agar dapat memberikan dampak positif bagi pasien yang membutuhkan perawatan kesehatan. Penggunaan nama Rumah Sehat bertujuan mengubah paradigma masyarakat agar datang ke Rumah Sehat Al-Hikmah untuk menjaga kesehatan (promotif/preventif), bukan sekadar menyembuhkan penyakit (kuratif/rehabilitatif).
Kebijakan ini menekankan layanan kesehatan yang lebih proaktif dan holistik, termasuk pemeriksaan spiritual dan medis serta konsultasi gizi. Berikut ini Poin-Poin Penting Penggunaan nama Rumah Sehat:
1. Tujuan utama: Mengubah paradigma masyarakat dari "datang saat sakit" menjadi "datang untuk menjadi lebih sehat".
2. Aspek pelayanan: Menambah fokus pada promotif (peningkatan kesehatan) dan preventif (pencegahan), selain kuratif dan rehabilitatif.
3. Layanan: Meliputi medical check-up, spiritual check-up, skrining kesehatan, konsultasi gizi, dan edukasi hidup sehat.
Penggunaan nama Rumah Sehat Al-Hikmah ini dirancang agar fasilitas kesehatan tidak hanya menjadi tempat berobat, tetapi juga sarana untuk menjaga hidup sehat secara lebih komprehensif.
Pasien datang ke rumah sehat bukan hanya untuk mencari pengobatan, tetapi untuk memperoleh derajat kesehatan optimal. Layanan yang mereka butuhkan bukan hanya obat-obatan atau operasi, tetapi juga layanan penurunan berat badan, pencegahan penyakit, pengaturan gizi seimbang serta skrining kesehatan.
Untuk mengantisipasi hal ini, rumah sehat berusaha menyediakan layanan lebih komprehensif, termasuk layanan promotif dan preventif.
Pasien juga akan memiliki ekspektasi lebih besar terhadap rumah sehat. Saat mendatangi rumah sehat, mereka ingin memperoleh informasi akurat kesehatannya, mendapat pelayanan berbasis bukti serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan. Pasien juga ingin menerima good customer-services; dilayani dengan sopan, ramah, dan profesional. Layanan kesehatan menjadi semakin patient-centric dan holistik. Semoga...! (az)



