Periiiihhhh..........‼️😰 Menyaksikan fenomena orang mengejar kekayaan siang malam, tanpa kenal lelah. Mereka pun mengupgrade skill. Belajar digital marketing, belajar iklan, dan ikut Workshop Gugus Kendali Mutu. Namun sayangnya kesuksesan tak kunjung diraih, apalagi kekayaan. Mengapa⁉️🤭
Dalam kehidupan ini, sebagai seorang Spiritual Business Consultant, saya menjumpai dan jumlahnya tidak sedikit, orang-orang yang bergerak menuju kesuksesan hanya dengan mengandalkan hal-hal yang dimaknai sebagai modal teknis semata. Lebih dari itu, jika mengandalkan modal yang lain, tidak lebih dari dimensi intelektualitas atau bisa disebut kecerdasan intelektual.
Tidak sedikit pula yang menjustifikasi pencapaian kesuksesan seseorang hanya pada indikator yang saya maknai modal teknis tersebut. Dari sini, saya terkadang merasa heran—untuk tidak menyebut perasaan yang lebih dari itu—mengapa mereka (tanpa kecuali yang dipandang dan terkesan tidak diragukan ibadahnya) seakan lupa tentang kekuasaan Allah, tentang takdir yang berbasis pada kasih sayang dan kekuasaan Allah untuk orang tersebut.
Belajar dari kehidupan dan termasuk melalui hasil perenungan yang berbasis pada hasil inner journey, mencapai sukses atau kesuksesan membutuhkan modal yang lebih dari sekadar dua yang telah saya sebutkan di atas. Mencapai atau menuju kesuksesan dalam pandangan saya—meskipun saya telah menemukan basis ilmiahnya setelah membaca banyak referensi—sangat dibutuhkan “energi spiritual”.
Mencapai kesuksesan—termasuk dalam porsi dan versi kesuksesan yang telah saya capai—membutuhkan Energy Ilahiyah. Meskipun untuk poin ini, dalam konteks personal diri, saya harus terlebih dahulu meng-charge keberanian untuk mengatakannya, bahwa saya bisa mencapai titik ini, berbasis pada modal utama yaitu Energy Ilahiyah.
Sayangnya tidak semua orang menyadari bahwa berkat kasih sayang Allah, sesungguhnya setiap diri sudah dikaruniai Energy Ilahiyah ini.
Yups.......! Kita tidak hanya memiliki bentuk Energy paling murni, tetapi kita juga memiliki bagian dari Percikan Cahaya Ilahiyah di dalam diri kita. (QS. Al-Hijr : 29). Namun Percikan Cahaya Ilahiyah itu, pada kebanyakan orang masih tersembunyi dalam lubuk hati yang paling dalam.
Pengalaman berinteraksi dengan Cahaya tersebut dapat dialami hanya dengan menggunakan energy spiritual di dalam diri kita sendiri.
Percikan Cahaya Ilahiyah di dalam diri kita inilah disebut juga Energy Ilahiyah yang dikaruniakan Allah kepada setiap insan Ciptaan-Nya. Nah, Jika dalam Ramadhan ini Anda mampu memanfaatkan energi Ilahiyah yang ada dalam diri Anda, niscaya impian Anda akan menjadi kenyataan di tahun 2026.
Bergeraklah bersama Allah, di tahun 2026, maka hal yang mustahil akan menjadi Kenyataan dalam hidup Anda. Anda akan Mendapat Kemerdekaan Keuangan (Financial Freedom). Allah akan menuntun langkah Anda dan menyelaraskan keputusan Anda dengan Kehendak-Nya Yang Sempurna.
Anda akan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat, dan Anda akan menjadi orang yang tepat di tempat yang tepat. Pintu yang ditujukan untuk Anda akan mengenali Anda. Peluang yang disiapkan untuk Anda akan menemukan Anda.
Bahkan ketika Anda tidak sepenuhnya memahami apa yang harus dilakukan selanjutnya, Hikmah Ilahiyah akan membimbing pilihan Anda dan melindungi jalan Anda.
Di tahun 2026, Anda dipimpin secara Ilahiyah, dilindungi secara Ilahiyah, dan diposisikan secara Ilahiyah. Tidak ada hal kecil, tidak ada kebingungan, dan tidak ada kesalahan penempatan bagi Anda. Anda bergerak bersama Allah melakukan hal-hal besar. Aamiin Yaa Rabbal 'Alamin. (az)



