Bagi sebagian orang hidup di kota besar memang menawarkan berbagai "janji" kemudahan dan peluang, terutama dalam aspek karier, fasilitas, dan gaya hidup.
Padahal realitanya sulit dimungkiri, dibalik peluang yang terbuka di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Medan, juga menyisakan berbagai problem, tantangan dan tekanan.
Hidup di kota besar sangatlah melelahkan karena dinamika yang serba cepat, tekanan ekonomi, biaya hidup tinggi, kemacetan, sesak nafas karena berdesakan dalam sarana transportasi serta lingkungan yang padat membuat banyak orang merindukan ketenangan.
Setidaknya ada 7 alasan, mengapa hidup di kota besar terasa sangat melelahkan:
1. Laju Kehidupan yang Sangat Cepat (Pace of Life),
2. Kemacetan Lalu Lintas dan Polusi,
3. Biaya Hidup Tinggi dan Tekanan Ekonomi,
4. Kurang Istirahat,
5. Kurangnya Ruang Hijau, Sesak, Berdempetan dan Rasa "Sumpek",
6. Risiko Masalah Kesehatan Mental,
7. Lalai Beribadah.
Untuk mengatasi kelelahan ini, penting untuk mencari keseimbangan melalui komunitas, ruang sosial, meluangkan waktu untuk istirahat dan rekreasi.
Buat pengusaha, politisi dan karyawan supersibuk, akhir pekan merupakan hari yang ditunggu. Pasalnya, kita bisa relaks dan bersantai.
Ya..Suasana santai dan relaks sangat diperlukan untuk me-recharge tenaga, pikiran dan suasana batin kita. Supaya kewarasan lahir batin tetap terjaga.
Karena itu, Kita perlu menepi sejenak menyediakan ruang untuk relaks, tenang dan damai agar bisa istirahat sebentar. Kita perlu menyepi dari hiruk-pikuknya dunia, menepi dari padatnya aktivitas harian kita. Kita perlu merenung, menafakkuri kehidupan dan perjalanan kita selama ini.
Dalam kesunyian kita lebih bisa mendengar suara yang selama ini tak terdengar. Padahal kita perlu mendengar suara hati dan suara Sang Pencipta. Karena Dia berbicara kepada kita melalui hati.
Menyelam ke dalam diri, berkelana ke dalam jiwa lebih mudah kita lakukan saat berada dalam sepi dan sendiri. Apabila saat sendiri saja tidak dapat dicapai titik tenang dan “santai”, terlebih lagi saat orang-orang berkeliaran disekitar. Jadi mulailah berlatih melakukannya saat sedang sendiri dimana tidak ada orang yang mengawasi.
RELAKS adalah bebas dari rasa ketegangan; dalam keadaan bebas dan senggang. Tenang, tidak gelisah: tidak rusuh; tidak kacau; tidak ribut; aman dan tenteram (tentang perasaan hati, keadaan). Sikap relaks adalah suasana hati yang tenang & stabil, yang didukung oleh jalan napas yang ringan, tekanan darah yang konstan dan beraktivitas dengan kecepatan yang terjangkau.
Jadi, keadaan ini lebih kepada kondisi emosional yang tetap datar sekalipun situasi di sekitarnya bergejolak bak gelombang laut yang tidak pernah tenang. Keadaan ini selalu diiringi dengan gerak-gerik yang tidak terkesan tergesa-gesa. Sebab sesuatu yang terburu-buru rawan kesalahan dan penyimpangan. (az).❤️🇮🇩🚀



