Ngeriiiiih.........! Bagaimana tidak, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebut sekitar 28 juta penduduk Indonesia berpotensi mengalami masalah kesehatan mental, berdasarkan panduan WHO bahwa 1 dari 8 hingga 10 orang berisiko terkena gangguan jiwa seperti depresi dan kecemasan. Angka ini menyoroti tingginya prevalensi masalah kesehatan mental di Indonesia, di mana yang tertangani masih sedikit.
Secara epidemiologis, gangguan yang paling banyak dialami masyarakat adalah gangguan kecemasan dan gangguan depresi dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Sementara itu, gangguan jiwa berat seperti gangguan psikotik atau skizofrenia jumlahnya relatif lebih kecil, tetapi dampaknya signifikan sehingga lebih mudah dikenali oleh masyarakat.
Meningkatnya gangguan jiwa di Indonesia dipicu oleh kombinasi faktor ekonomi (kemiskinan/pengangguran), tekanan sosial-lingkungan (perundungan, tuntutan hidup), dampak media sosial, serta minimnya literasi kesehatan mental. Faktor genetik, pengalaman traumatis, dan perubahan gaya hidup pada generasi muda juga berperan signifikan dalam kerentanan ini.
Oleh karena itu, langkah mendesak yang perlu dilakukan pemerintah adalah memperkuat upaya promotif dan preventif, seperti peningkatan literasi kesehatan jiwa, promosi gaya hidup sehat, manajemen stres, deteksi dini melalui puskesmas, serta penyediaan layanan kesehatan jiwa yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dalam upaya menyediakan layanan kesehatan jiwa yang terjangkau dan mudah diaksea, Rumah Sehat Al-Hikmah, Mengembangkan Terapi Konsultasi dan Rehabilitasi Mental berbasiskan Metode Zikir Al-Hikmah.
Metode Zikir Al-Hikmah dapat meningkatkan kesehatan mental dengan mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi melalui latihan harian yang konsisten. Zikir menumbuhkan kesadaran untuk mengelola emosi, meningkatkan fokus, dan memupuk rasa tenang dan seimbang, yang membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih efektif. Teknik-tekniknya meliputi Zikir Nafas terfokus, pemindaian tubuh, dan sesi terpandu untuk melepaskan ketegangan mental.
Zikir telah ada selama ribuan tahun. Metode Zikir awal dimaksudkan untuk membantu memperdalam pemahaman tentang Kekuatan Suci dan mistis kehidupan. Saat ini, Zikir paling sering digunakan untuk relaksasi dan mengurangi stres.
Metode Zikir Al-Hikmah adalah jenis pengobatan komplementer pikiran-tubuh. Zikir dapat membantu Anda rileks secara mendalam dan menenangkan pikiran Anda.
TEKNIK ZIKIR AL-HIKMAH :
1. Zikir Nafas: Pada saat berzikir fokuskan perhatian pada sensasi menghirup dan menghembuskan napas, dengan lembut mengarahkan kembali pikiran Anda ke napas ketika pikiran Anda.
2. Pemindaian Tubuh: Perlahan-lahan fokuskan perhatian pada berbagai bagian tubuh, dari jari kaki hingga kepala, lepaskan ketegangan saat Anda berzikir.
3. Zikir Terbimbing: Gunakan aplikasi atau video (misalnya, Headspace) untuk mengikuti sesi terbimbing yang dirancang untuk masalah spesifik seperti stres atau insomnia.
4. Observasi/Tadabbur Diri: Duduklah dengan tenang dan amati saja pikiran, emosi, dan sensasi fisik tanpa menghakimi.
Jika stres membuat Anda cemas, tegang, dan khawatir, Anda bisa mencoba Metode Zikir Al-Hikmah. Bahkan hanya beberapa menit berzikir dapat membantu memulihkan ketenangan dan kedamaian batin Anda.
Bagi para pebisnis dan profesional yang sibuk, Zikir 2 kali sehari dengan durasi 20 menit sekali duduk, sudah cukup untuk merasakan manfaatnya. Konsistensi lebih penting daripada durasi setiap sesi.
Maka siapa pun dapat berlatih Zikir. Ini sederhana dan tidak mahal. Dan Anda tidak memerlukan peralatan khusus.
Anda dapat berlatih Zikir di mana pun Anda berada. Anda dapat berzikir saat berjalan-jalan, naik bus, menunggu di ruang dokter, atau bahkan di tengah rapat bisnis. (az)



