IRONIS......‼️🤭 Di saat rakyat menjerit karena ekonomi makin sulit, Pemimpin kita kurang peka. Presiden seakan tidak peduli dengan kondisi rakyatnya. Justru malah sibuk klarifikasi sana sini.😰😡
Ini sungguh menyakitkan hati rakyat. Di mana letak kepedulian pemerintah yang selalu lantang dengan gagah teriak-teriak ingin menyejahterakan rakyat? Yang ada, kehidupan rakyat kian mengenaskan.⁉️🤭😭
Tekanan ekonomi, pola asuh, ketahanan mental, dukungan sosial, serta stres kehidupan, karuan membuat orang kalang kabut. Pikiran puyeng 7 keliling, jiwa pun resah. Maka hati menjadi gelisah. Jika tidak segera diatasi tentu saja meningkatkan risiko gangguan kejiwaan di tengah masyarakat.
Karena itulah, mencari ketenangan pikiran adalah langkah proaktif yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mental dan mencegah gangguan jiwa.
Stres yang menumpuk dapat memicu masalah mental, sehingga menciptakan ruang untuk tenang (istirahat mental) agar jiwa kembali "PLONG" sangat penting untuk mencegah Krisis Spiritual.
Menjaga ketenangan jiwa menjadi salah satu kunci utama untuk tangguh menghadapi segala macam rintangan. Ketenangan membantu kita untuk memproses informasi dengan lebih baik, membuat keputusan yang tepat, dan menghadapi masalah dengan sikap yang lebih bijak.
Untuk itulah, keheningan dan ketenangan sangat dibutuhkan di tengah sengkarut ekonomi Indonesia yang suram agar jiwa kembali Plong. Pasalnya, rutinitas yang padat dan sibuknya lingkungan sosial, menjadi makanan sehari-hari. Tanpa disadari, hal itu berdampak bagi kesehatan psikologis dan fisik.
Jiwa yang plong, tenang, dan bebas dari beban emosional yang berlebihan (sering disebut lapang dada atau tentram) merupakan kebutuhan yang sangat urgen dalam kehidupan modern. Kesehatan mental dan jiwa yang tenang adalah kunci untuk kualitas hidup yang lebih baik, produktivitas tinggi, serta kesehatan fisik yang optimal.
Berikut adalah alasan mengapa jiwa yang plong sangat urgen:
1. Pondasi Kesehatan Fisik (Imunitas Tubuh),
2. Membuat Ibadah Tambah Khusyu',
3. Meningkatkan Kualitas Hidup,
4. Mendongkrak Produktivitas,
5. Ketahanan Mental (Resiliensi),
6. Menambah Gairah Hidup
7. Hubungan Sosial yang Lebih Baik.
Ketika jiwa kita plong, kita mampu mengendalikan emosi negatif seperti marah, frustrasi, atau putus asa, sehingga dapat mengambil tindakan yang lebih produktif dan efektif.
Berikut ini Cara Mencapai Jiwa yang Plong di tengan gempuran masalah yang datang silih berganti dalam hidup:
1. Terima dan Sadari (Nrimo ing Pandum) : Menerima perasaan negatif (tidak memendamnya) adalah langkah awal untuk mengelolanya.
2. Zikir Mindfulness: Melatih fokus pada saat ini (mindful living) membantu mengurangi kecemasan.
3. Istirahat & Hobi: Mengambil waktu istirahat (istirahat fisik dan mental) serta melakukan hobi yang disukai.
4. Berpikir Positif: Mengubah cara pandang terhadap masalah menjadi lebih positif.
5. I’tikaf : Menyepi di tempat sepi agar Anda bisa menenangkan pikiran dan berzikir di tengah kesunyian. Sehingga terjadi proses rerecovery diri lahir batin.
Jiwa yang plong bukanlah jiwa yang tanpa masalah, melainkan jiwa yang mampu mengelola masalah dengan bijak.(az)



