Saudaraku ❤️ Ditengah kesibukan Anda berpolitik, berbisnis, bertani atau bekerja, marilah kita BERHENTI sejenak. Menepi ke tempat sunyi untuk, Merenung, BERPIKIR, seraya bertanya kepada DIRI kita sendiri, “Sudahkah Hidup Kita Bermanfaat Untuk Orang Lain⁉️” ๐
Menjadi pribadi yang berguna untuk orang lain ini mesti kita pertanyakan. Pasalnya, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah mengingatkan: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad).
Apakah status pengakuan yang kita dapatkan hari ini dalam masyrakat hanya dikarenakan kita yang terkuat atau karena status sosial yang kita miliki sehingga yang lainnya tunduk dan patuh karena takut?.
Sudahkah kita bekerja untuk memberi manfaat kepada banyak orang? Atau justru mengambil manfaat dari orang lain dengan mengambil hak mereka demi kepentingan pribadi atau kelompok kita sendiri?
Jangan-jangan selama ini, kita cuma memikirkan diri sendiri. Kita hanya fokus pada kepentingan pribadi dan hal-hal yang sekiranya bisa menguntungkan diri kita sendiri. Segala sesuatu yang kita lakukan itu tujuannya untuk membuat kita bahagia. Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman orang lain.
Celakanya, penyakit yang berorientasi kepada diri sendiri serta materi, khususnya uang dan kepentingan kelompok serta golongan ini, terus menular dan menjalar menghinggapi hampir ke seluruh wilayah dan domain kehidupan di Tanah Air. Kita prihatin bahkan sangat prihatin dengan gejala yang hingga kini tidak juga menunjukkan tanda-tanda berakhir. Dalam beberapa kasus, kita bahkan melihat kondisi gejala penyakit KEBENDAAN dan INDIVIDUALIS itu semakin memburuk.
Sehubungan dengan hal di atas itulah kita perlu berhenti sejenak untuk merenung dan BERPIKIR, “Bagaimana hidup kita bisa menjadi berguna untuk Umat?”
Saudaraku ❤️ Kita menjadi berguna ketika orang-orang disekitar kita menerima hal-hal yang baik yang terpancar melalui hidup kita. Entah melalui kesaksian hidup, peran kita di dalam kehidupan baik di Masjid, Surau, Majelis Taklim maupun di tengah masyarakat.
Setiap hari yang kita lalui, pastilah akan meninggalkan bekas-bekas yang akan ditemui oleh orang-orang yang bertemu dengan kita. Dan kita diharapkan meninggalkan TELADAN yang terbaik. Sekali pun sederhana, kehidupan kita tetap akan menjadi berguna bagi orang lain.
Oleh karena itu, sebuah pertanyaan yang paling bagus kita tanyakan ke diri masing-masing adalah: “Sudahkah saya memberi manfaat untuk orang lain?
Sobat-sobatku untuk mengetahui apakah kita sudah bermanfaat untuk Umat dan lingkungan, setidaknya dapat kita ukur dengan 7 (Tujuh) kriteria berikut ini:
1. Sudahkah Ilmu yang diberikan Alllah kepada saya memberi manfaat untuk Umat?
2. Sudahkah saya memberi KONTRIBUSI yang banyak dalam Upaya Memberdayakan Masyarakat?
3. Sudah berapa banyakkah harta, uang dan kekayaan yang saya berikan untuk Santunan Yatim, Dhu’afa dan Fakir Miskin?
4. Sudahkah saya memberi manfaat untuk perusahaan ini?
5. Sudahkah saya memberi manfaat untuk lingkungan saya?
6. Sudahkah saya memberi manfaat untuk keluarga saya?
7. Sudahkah saya memberi manfaat untuk negara saya?
Dengan demikian, KUNCI SUKSES dalam kehidupan ini adalah kita harus mampu memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain. Maka akan dengan sendirinya hukum alam (LAW OF ATTRACTION) atau SUNNATULLAH akan bekerja.
Yaitu, ketika kita didera masalah dan menemui jalan buntu, orang lain akan tampil sebagai pemecah kebuntuan, kenapa?
Karena sebelumnya kita telah memberi manfaat untuk orang tersebut. Yuk, mari kita telaah lebih jauh. Ingat-ingatlah ketika kita merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan sesuatu dan itu membuat keadaan kita menjadi sulit, sudahkah kita memberi manfaat yang sepadan kepada orang lain? (az).



