Ngeriiiiiiiihhh..............⁉️😰 Bagaimana Tidak. Mengawali Ramadhan, Emak-Emak Teriak Harga Sembako Melambung, "Aduuh Bikin Sakit Kepala!" Semua Orang Mengeluh, Daya Beli Warga RI Makin Ambruk!
Parahnya lagi para pedagang di pasar pun ketar-ketir. Akibat daya beli Masyarakat yang Melorot. Kondisi tersebut menyebabkan omzet usaha merosot tajam hingga membuat banyak pelaku usaha kecil menjerit karena situasi pasar yang terus memburuk.
Turunnya aktivitas ekonomi berdampak langsung pada tingkat belanja masyarakat. Para pedagang di pasar tradisional mengaku kesulitan mempertahankan omzet, karena jumlah pembeli semakin sedikit dari hari ke hari.
Sementara itu, Pemerintah nampaknya belum mampu menjawab akar permasalahan yang menyangkut kesulitan ekonomi rakyat tersebut. Salah satunya soal ketersediaan lapangan kerja.
Pemerintah seharusnya mengambil respons cepat dan terukur untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap perekonomian nasional. Semoga..!
Seiring dengan itu, bagi Kaum Beriman, kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja ini, seharusnya dibaca dalam Perspektif Spiritual, "Apakah Kesulitan Keuangan ini, akibat kegagalan pemerintah menata perekonomian negara an sich? Atau ada Pepeling Langit?"
Pasalnya, di tengah era digital yang serba instan, manusia sering kali sibuk dengan dunia maya. Apalagi para pebisnis dan pedagang. Setiap orang sibuk dengan internet untuk menggali informasi, mengirim data maupun berjualan online. Mereka butuh koneksi internet yang aman dan cepat.
Makanya industri telekomunikasi pada awal 2026 sedang dalam fase kompetisi intensif untuk memperbesar kapasitas dan jangkauan broadband, baik seluler maupun jaringan tetap (fixed broadband).
Di Indonesia, sekitar 80,1% penduduk menggunakan internet untuk mencari informasi, bahkan menghabiskan waktu lebih dari 8 jam sehari untuk berbagai aktivitas digital.
Namun sayangnya, saking sibuknya, mereka lupa bahwa bukan hanya koneksi internet yang harus cepat, koneksi kita dengan Allah justru jauh lebih penting.
Karuan saja, banyak orang tidak menyadari bahwa mendapat rezeki itu bukan cuma tentang kerja keras, modal atau kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan baik, tapi yang terpenting adalah tentang seberapa baik koneksi Anda dengan Pemilik Rezeki.
Selama ini, mungkin Anda sibuk menyambung jaringan internet demi lancarnya jualan…⁉️😨
Tapi lupa menyambung jaringan hati Anda ke Langit yang menjadi Sumber Segala Rezeki. Apa gunanya jaringan internet yang super cepat jika hubungan kita dengan Sang Pencipta mulai terabaikan. Kapan terakhir Anda mengakses jaringan Sang Maha Pemberi⁉️🤭
Nah, mumpung kita sedang berada dalam Bulan Suci Ramadhan yang Belimpah Rahmat dan Berkah, Mari Kita Perbaiki Koneksi kita dengan Langit. Mumpung Pintu Langit sedang dibuka se lebar-lebarnya. Inilah saatnya kesempatan emas untuk memaksimalkan taubat, do'a, zikir, dan amal shalih. Jalan mendekati Allah pun dimudahkan.
Maka segeralah ambil wudhu'. Pilih tempat yang bersih dan nyaman serta harum. Duduklah dengan relaks, lemaskan otot-otot, tenangkan pikiran.
Ucapkan dalam hati dengan ikhlas dan pasrah diri, "Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Audzubillahiminasyaitonirojim, Bismillahirohmanirohim, Asyhadu alla ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadarrasulullah. "
Mulailah Berzikir. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung, keluarkan perlahan lewat hidung. Setiap tarikan nafas ucapkan, "Allah" dalam hati penuh penghayatan. Setiap kali mengeluarkan nafas ucapkan, "Allah" dalam hati penuh pasrah diri.
Lakukan Metode Zikir Nafas Al-Hikmah ini 2 kali sehari, dengan durasi 20 menit setiap kali Zikir. Insya Allah, dengan Ngelakoni Zikir Nafas Al-Hikmah, Kita bisa memperbaiki koneksi Broadband jalur langit. Sehingga kita mengakses Sumber Rezeki, Sang Pencipta Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.🙏(az).



