Sangatlah MERUGI mereka yang TIDAK BISA I’TIKAF Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan ini. Padahal dengan I'tikaf kita bisa lebih mendekatkan diri kita kepada ALLAH SWT dengan memperbanyak ibadah selama ber-i'tikaf. Seiring dengan itu Ibadah i’tikaf juga bertujuan mulia yaitu untuk menggapai malam lailatul qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan.
Puncak keistimewaan dari bulan Ramadan itu, justru berada tatkala sampai pada malam Lailatul Qadar. Allah SWT menjanjikan segala kebaikan dan pahala untuk orang-orang yang senantiasa beriman dan taat beribadah hanya pada dirinya. Di malam Lailatul Qadar, segala doa baik akan terkabulkan.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172).
Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman, mengundang para Ikhwan dan Akhwat Untuk mengahadiri I’TIKAF di :
Masjid Baiturrahman, Cikarang, Jawa Barat. Insya Allah dilaksanakan mulai 20 - 30 Ramadhan 1147 H, 10 Maret- 20 Maret 2026 M.
Adapun KEUNTUNGAN BERIKT'IKAF sebagaimana dikemukakan Guru Mursyid kita, Allahyarham KH. Abdurrahman Siregar antara lain:
1. Iktikaf yang benar akan memberikan perbaikan dan buah di hati serta menumbuhkan sifat ikhlas dan penyucian jiwa. Hal tersebut karena inti dari semua perbuatan terletak di hati dan hati yang baik akan membuahkan perbuatan yang baik pula. Rasulullah SAW bersabda:
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya di dalam fisik manusia terdapat sekerat daging, jika baik (keratan itu) maka baiklah fisik secara keseluruhannya, dan jika buruk (keratan itu) maka buruklah semuanya. Ketahuilah bahwa (sekerat daging tersebut) adalah hati." (HR. Bukhari-Muslim).
2. Mereka yang beriktikaf di akhir Ramadhan adalah orang-orang yang menjemput Lailatul Qadr dan jika pencarian itu lengkap sepuluh hari terakhir, maka Allah SWT akan memberikan ampunan atas-dosa-dosanya.
3. Orang-orang yang beriktikaf adalah pribadi-pribadi yang menghidupkan sunah Rasul SAW dan barang siapa menghidupkan sunahnya maka mereka menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yang balasannya adalah ampunan dan surga. Allah SWT berfirman: "Katakan (Muhammad)!, Jika kalian cinta kepada Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali Imrah: 31).
4. Dengan beri'tikaf, seseorang telah memelihara diri dari kelupaan kepada Allah; menjaga diri dari perbuatan haram; menjauhkan panca indera dari perbuatan dosa dan maksiyat. Semua itu merupakan hakekat peribadatan dan ketundukan kepada Allah SWT.
5. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh: Ketenangan pikiran dan berkurangnya stres dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
6. Membangkitkan Energi: Kesehatan jiwa yang lebih baik dapat membangkitkan energi baru dan semangat hidup, yang berguna dalam proses pemulihan dari penyakit.
7. Menyembuhkan Penyakit : Berkat Zikir, Do'a Syifa, dan Berkah Bulan Suci Ramadhan, Insya Allah Itikaf menyembuhkan berbagai penyakit fisik dan mental. Lingkungan selama I'tikaf sangat optimal untuk penyembuhan spiritual dan mental, yang secara tidak langsung mendukung proses penyembuhan fisik.
Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak I'tikaf. Mudah-mudahan kita diberikan jalan untuk melakukan ibadah i’tikaf tersebut demi mencontoh sunnah Nabi kita –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Semoga Allah SWT menjadikan Iktikaf kita di akhir Ramadhan sebagai Iktikaf yang benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sehingga membuahkan perubahan kebaikan secara pribadi maupun sosial. Wallahu A'lam. (az).



