Ngeriiiiihhh...........⁉️😰Makin kesini, harga obat terus melambung. Makanya, biaya perawatan di Rumah Sakit kian melangit. Karuan saja jantung lebih deg-degan membaca tagihan berobat, ketimbang membaca hasil laboratorium. Kantong pun menjerit melihat tagihan resep yang merobek dompet.
Padahal Kesehatan adalah Aset Tertinggi. Kesehatan fisik memungkinkan produktivitas kerja yang maksimal, yang pada akhirnya menjaga kestabilan finansial. Sakit parah (Na'udzubillahi min dzalik..!) tidak hanya menguras tabungan, tetapi juga menghentikan sumber penghasilan. Karena itulah kita harus Mencegah Pengeluaran Katastrofik (Biaya Besar). Pasalnya, perawatan penyakit berat sering kali membutuhkan biaya tak terduga yang sangat besar (katastrofik).
Maka dari itu merawat kesehatan di tengah biaya rumah sakit yang selangit bukan sekadar gaya hidup, melainkan sebuah investasi proteksi finansial yang krusial. Dengan biaya kesehatan yang meningkat rata-rata 10% per tahun, menjaga tubuh tetap sehat jauh lebih hemat dibandingkan mengobati penyakit kronis.
Sebagai Muslim kita harus paham apa yang Al-Quran katakan tentang merawat kesehatan dan penyembuhan orang sakit!‼️🤭
Apakah Allah menyembuhkan orang sakit secara Ilahiyah atau adakah seseorang di antara kalian yang bekerja dengan izin Allah untuk menyembuhkan? Kedua hal tersebut bisa terjadi dengan Iradat dan Qudrat Allah. Betapa banyak di antara kita yang sembuh setelah diobati oleh seorang dokter, terapis herbal, ahli reflexology atau dukun.
Namun perlu dicatat bahwa orang sakit seringkali menjadi lebih sakit dan bahkan meninggal setelah menerima perawatan terbaik yang tersedia dalam pengobatan modern. Dan beberapa orang pulih sepenuhnya dari cedera dan penyakit yang benar-benar parah.
Allah menyembuhkan secara langsung sesuai kehendak-Nya, menggunakan kemahakuasaan/kemahatahuan Ilahi untuk mengatur ciptaan di setiap tingkatan. Segala sesuatu mengikuti rencana Allah. Inilah hakikat Tauhid yang sejati.
Dialah, Rabb Yang Maha Kuasa, satu-satunya penyembuh. Tidak ada perantara atau syafaat. Itulah esensi Islam sejati (Monoteisme Mutlak), yaitu menyerahkan diri, jiwa dan raga kepada-Nya untuk penebusan dan penyembuhan. Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Allah berfirman bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan penyembuh. Maka, pada saat Anda perhatikan dengan seksama, Anda akan menemukan bahwa Al-Qur'an memang menyembuhkan. Proses penyembuhan (pembacaan Al-Qur'an pada pasien) dikenal sebagai Ruqyah.
Al-Qur'an adalah sumber penyembuhan (syifa) fisik, mental, dan spiritual bagi orang beriman, menyembuhkan penyakit hati (keraguan, kesedihan) dan memberikan ketenangan jiwa melalui bacaan dan pemahamannya.
Terapi Al-Qur'an (Quranic Healing) melibatkan pembacaan ayat-ayat suci, zikir, dan doa untuk meningkatkan kesadaran, meredakan stres, serta mendatangkan ketenangan.
POIN UTAMA PENYEMBUHAN dengan AL-QUR'AN:
1. Penyembuh Penyakit Hati & Mental: Al-Quran menyembuhkan dari penyakit hati seperti syirik, kemunafikan, keraguan, dan kecemasan, serta memberikan ketenangan bagi jiwa.
2. Penyembuhan Fisik: Ayat-ayat Al-Quran, terutama yang dibaca dengan keyakinan, diyakini memiliki potensi penyembuhan fisik (ruqyah syar'iyyah).
3. Metode Penyembuhan: Penyembuhan dilakukan dengan membaca, mendengarkan, dan merenungkan makna ayat-ayat Allah, yang dapat menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup.
4. Ayat-Ayat Syifa: Terdapat beberapa ayat yang secara khusus berkaitan dengan penyembuhan, seperti QS. Al-Isra: 82 (Al-Quran sebagai penyembuh dan rahmat).
5. Kekuatan Iman, Keyakinan dan Rahmat: Penyembuhan ini contingent pada iman dan keyakinan, dan merupakan bentuk rahmat Allah bagi orang-orang mukmin.
Mengintegrasikan pembacaan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat menghadapi cobaan, dapat memberikan kenyamanan emosional dan spiritual yang mendalam. Semoga Sehat dan Sukses Selalu...! (az)



