-->
logo

‎SEDEKAH SEBAGAI INSTRUMEN KESELAMATAN KERJA : Manajemen Risiko di PT. Samudera Biru Line‎

Hot News

Hotline

‎SEDEKAH SEBAGAI INSTRUMEN KESELAMATAN KERJA : Manajemen Risiko di PT. Samudera Biru Line‎

‎Sebagai Spiritual Business Consultant selama 30 tahun saya meyakini dan membuktikan bahwa pahala SEDEKAH itu bukan hanya diperoleh sebagai tiket masuk surga di akhirat nanti. Namun, di dunia ini kita akan memperoleh IMBALAN yang berlipat ganda dari Allah atas setiap sedekah yang kita berikan. Seiring dengan itu, kita juga diberi JAMINAN Keselamatan Kerja dan Pengendalian Risiko dalam kehidupan sehari-hari dan BISNIS.

‎Jadi, MANFAAT dan kegunaan sedekah bukan hanya sekedar mendapatkan pahala juga, tetapi juga dapat menghindari kita dari malapetaka, bahaya dan KERUGIAN Bisnis. Kita tentu mendambakan senantiasa berada dalam zona aman meliputi kebaikan dan kebahagiaan. Namun musibah dan bencana pun suatu keniscayaan. Nah ternyata musibah bisa juga dicegah, begitu banyak tuntunan terkait cara untuk menolak bala atau menghindari musibah satu diantaranya dengan sedekah.

‎“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah.” (HR. Imam Baihaqi).

‎Karena itulah, saya mengajukan dalam rapat Dewan Direksi PT. Samudera Biru Line agar SEDEKAH dijadikan Satu INSTRUMEN dalam Manajemen Keselamatan Kerja dan Pengendalian Risiko. Pasalnya, Manajemen Risiko Keselamatan adalah satu Pilar sukses sebuah Perusahaan Pelayaran dan Industri Maritim. Karena itulah para pemilik kapal dan siapapun yang bergerak dalam Bisnis yang terkait dengan Pelayaran dan Maritim haruslah PIAWAI dalam menganalisa dan mengelola risiko dan menjadikan SEDEKAH sebagai Basis Pengendaliannya.

‎Pada prinsipnya Director of Safety Risk Management, PT. Samudera Biru Line memiliki tugas utama merencanakan, mengkoordinasi, mengarahkan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengembangan, pengawasan dan penerapan sistem manajemen mutu, keselamatan, keamanan, kesehatan kerja dan lingkungan di PT. Samudera Biru Line.

‎Karena itulah, Director of Safety Risk Management, bukan saja bertugas Mengendalikan Keselamatan Kerja sesuai STANDAR Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3), namun lebih dalam juga menerapkan Standar Qur’an dan Sunnah di lingkungan kerja dalam menjaga Keselamatan Perusahaan dan karyawannya.

‎Jadi, Safety Risk Management adalah suatu upaya yang dilakukan PT.  Samudera Line  untuk memastikan keutuhan dan kesempurnaan jasmani dan rohani para Manajer dan tenaga kerja pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan Budaya Perusahaan menuju masyarakat adil dan makmur.

‎Secara teknis, sistem manajemen keselamatan adalah pendekatan sistematis untuk mengelola keselamatan, termasuk struktur organisasi, pertanggungjawaban, kebijakan dan prosedur. Fungsi Safety Risk Management berwenang melaksanakan:

‎1. Merumuskan pengembangan dan pengendalian sistem manajemen mutu, keselamatan, keamanan, kesehatan dan lindungan lingkungan;

‎2. Menetapkan pelaksanaan audit, management review, serta inspeksi dan vetting;

‎3. Menetapkan penilaian kelaikan kapal dan penerbitan Samudera Biru Line Safety Approval (PSA);

‎4. Menetapkan rencana/program kerja, anggaran dan ukuran kinerja fungsi;

‎5. Menetapkan tindakan dalam penanganan keadaan darurat;

‎6. Menetapkan dan menunjuk Company Security Officer (CSO) perusahaan guna memenuhi persyaratan Manajemen Keamanan (ISPS Code) Perusahaan;

‎7. Melaksanakan Program I’tikaf dan Retreat serta Rekreasi Spiritual bagi Dewan Komisaris, Direksi, Manager dan Karyawan setiap 100 hari sekali.

‎Akhirul Kalam. Patut dipahami risiko tidak dapat dihindari seratus persen. Intinya, meskipun terjadi risiko tetapi segala upaya sudah disiapkan, diukur dan dihitung termasuk anggarannya. Alhasil, risiko dapat ditekan serendah mungkin. Ingat, roh manajemen risiko adalah senantiasa melihat ke depan. (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.