Miriiiissss.......‼️😭 Betapa Tidak. Nyatanya tidak semua orang menyambut lebaran dengan mudah. Padahal, Lebaran adalah istilah khas Indonesia untuk Hari Raya Idul Fitri yang berasal dari tradisi lokal (Jawa/Betawi), bukan dari bahasa Arab. Istilah ini bermakna simbolis, seperti lebar (lapang hati memaafkan), lebur (melebur dosa), luber (melimpah pahala).
Bahasa Betawi/Jawa (Lapang), sesungguhnya berasal dari kata "lebar" yang berarti lapang atau luas, melambangkan kelegaan hati setelah sebulan berpuasa dan keterbukaan dalam bermaaf-maafan.
Namun sayangnya, di tengah ekonomi yang terjepit tentu sulit bagi rakyat kecil untuk memenuhi kebutuhan lebaran. Boro-boro beli baju baru dan mudik, memenuhi kebutuhan pokok saja rumit. Parahnya lagi, jelang lebaran harga kebutuhan pokok kian melangit. Karuan Konsumen dan Pedagang pun menjerit.
Dengan melonjaknya harga beberapa kebutuhan bahan pokok tersebut dapat dipastikan akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat, apalagi saat ini kondisi perekonomian masyarakat belum stabil sehingga peran pemerintah sangat diperlukan untuk menormalkan kembali harga bahan pokok.
Sebenarnya kenaikan harga bahan pokok ini juga menjadi bukti bahwa pemerintah Indonesia gagal membenahi tata niaga barang kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, Indonesia masih sangat bergantung pada kegiatan impor. Padahal pemerintah katanya sedang getol-getolnya menyuarakan program ketahanan pangan dan membuka hutan untuk Food Estate di Kalimantan dan Papua. Entah bagaimana hasilnya⁉️🤭
Seiring dengan itu, Indonesia sendiri memiliki julukan negara agraris yakni sebuah negara yang kaya akan sumber daya manusianya. Sangat disayangkan apabila pemerintah tidak mampu Mendayagunakan sumber-sumber daya tersebut dengan baik.
Sehubungan dengan hal tersebut, Spiritual Business Consultant bekerjasama dengan Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman menyelenggarakan Workshop Anti Nganggur Nusantara untuk Remaja Putus Sekolah dan Pengangguran di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kegiatan ini hadir sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat untuk membantu mengatasi masalah pengangguran melalui Workshop Anti Nganggur Nusantara.
Kami percaya bahwa setiap individu memiliki potensi besar untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. Melalui Workshop Anti Nganggur kami menawarkan berbagai program pelatihan keterampilan, pendampingan karier, dan pemberdayaan masyarakat yang dirancang untuk menciptakan individu yang lebih produktif, mandiri, dan siap bersaing di era modern.
Potensi diri adalah kemampuan atau kelebihan dalam diri seseorang yang masih terpendam dan menunggu untuk dikembangkan. Potensi diri ini melekat pada setiap orang, namun sayangnya tak semua orang mampu menggali dan mengembangkan.
Padahal dengan menggali potensi diri itu sedini mungkin, Anda akan memahami apa minat dan bakat Anda. Sehingga dapat mencapai titik terbaik dalam karier atau studi yang Anda tekuni selama ini.
Berikut adalah 7 Cara Menggali Potensi Diri agar Kita Dapat Menjadi Versi Terbaik dari diri sendiri dan mencapai tujuan-tujuan yang dimiliki :
1. Kesadaran Diri,
2. Kenali Potensi Diri,
3. Dayagunakan Keunggulan Diri, 4. Leadership,
5. Kreativitas,
6. Inovatif,
6. Produktivitas,
Diharapkan setelah mengikuti Workshop Anti Nganggur Nusantara ini, para peserta dapat memiliki rasa Percaya Diri karena mereka Yakin pada Kemampuan yang Dimiliki. Percaya diri itu penting, bahkan sangat penting untuk selalu dimiliki di dalam diri.
Namun di luar sana, ada banyak sekali orang yang tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup di dalam diri mereka, meskipun mereka memiliki banyak kemampuan di dalam diri mereka.
Maka, percayalah pada kemampuan diri, bahwa apapun masalah yang akan terjadi nanti, maka akan siap dan bisa mengatasinya dengan baik. Semoga Sukses Selalu. Losta Masta! (az).



