-->
logo

‎PEMBERDAYAAN WANITA : 7 Langkah Sukses Berbasis Spiritual dan Budaya

Hot News

Hotline

‎PEMBERDAYAAN WANITA : 7 Langkah Sukses Berbasis Spiritual dan Budaya

‎“Perempuan adalah tiang negara, maka apabila perempuan itu baik, akan baik pula negaranya, dan apabila perempuan itu rusak, maka akan rusak pula negaranya.”

‎Adagium ini sangat dikenal dalam khasanah dunia Islam (Indonesia), yang merepresentasikan pandangan Islam (Indonesia) terhadap (kaum) perempuan. Dalam komunitas sosial Islam, perempuan ditempatkan sebagai sentral budaya masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

‎Dalam catatan politik nasional, kekuasaan negara selalu terguncang bila "kaum tiang negara" sudah mulai resah karena mempersoalkan biaya sekolah anak-anaknya, harga susu, minyak goreng, gula, beras, bawang, dan cabai. Negara akan lebih bergoyang-goyang lagi bila isu yang dihembuskan "kaum tiang negara" ini dibarengi dengan kelangkaan sembako seperti terjadi pada 1998.

‎Dengan demikian, konsekuensi dari adagium "perempuan adalah tiang negara" ini sebenarnya bukan terletak pada kaum perempuan an sich, melainkan justru masyarakat secara keseluruhan, dan  para penyelenggara negara sebagai yang secara sosial, ekonomi dan politik paling bertanggungjawab. Karena itulah, Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman memandang bahwa pemberdayaan sosial, politik dan ekonomi perempuan di masyarakat kita adalah penting dan perlu.

‎Pendekatan pemberdayaan perempuan yang dikembangkan oleh Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman dikenal dengan model Inner Power of Gender and Development, The Nusantara Socio Cultural Scenario (Kekuatan Batin Gender dan Pembangunan, Skenario Sosial Budaya Nusantara). Dalam pendekatan ini bertujuan memahami pembangunan bagi perempuan dalam hal kemandirian dan kekuatan INTERNAL dari diri perempuan itu sendiri.

‎Model ini lebih mementingkan pada perkembangan organisasi perempuan yang mengarah pada tingkat kesadaran dan pendidikan rakyat.

‎1. Tawbah;

‎2. Daya Gunakan Potensi Diri

‎3. Susun Rencana Hidup;

‎4. Susun Rencana Pemasukan dan Pengeluan;

‎5. Qiyamul Lail;

‎6. Sedekah

‎7. Kembangkan Usaha.

‎Program Pemberdayaan Perempuan yang dikembangkan Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman ini mencakup multidimensi. Artinya, Program Pemberdayaan Perempuan yang dimaksud tidak hanya menitikberatkan pada upaya peningkatan kapasitas perempuan untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan aset.

‎Karena itulah, DKM Baiturrahman juga merekomendasikan peningkatan peran perempuan sebagai pemimpin masyarakat dan agen perubahan pada upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia, serta penyertaan konsep kesetaraan gender dalam prinsip dasar dan kondisi prasyarat ketahanan iklim nasional. Semoga.(az)

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.