-->
logo

‎KHALIFAH DI NUSANTARA : Trus Karyo Tataning Bhumi, Memayu Hayuning Bawana‎

Hot News

Hotline

‎KHALIFAH DI NUSANTARA : Trus Karyo Tataning Bhumi, Memayu Hayuning Bawana‎


‎Sebelum menciptakan alam semesta dan isinya, Allah telah menetapkan visi manusia sebagai khalifah di muka bumi. Maksudnya, manusia diciptakan oleh Allah sebagai hamba-Nya yang menjalankan tugas-tugas khusus yang dikehendaki-Nya.

‎Maka, lahir di Indonesia adalah bagian dari rencana dan kepercayaan Allah agar Anda menjadi khalifatullah di bumi Nusantara yang bertugas membangun, mengelola, dan mengembangkan negara ini.

‎Sebagai khalifatullah (wakil Allah) di muka bumi, manusia telah diperlengkapi dengan berbagai potensi dan kemampuan istimewa untuk mengemban tugas mengelola, menjaga, dan memakmurkan alam.

‎Nah, agar kita bisa melaksanakan tugas sebagai Khalifatullah di bumi Nusantara ini, maka kita harus bisa menjawab 2 pertanyaan berikut ini :

‎1.     Siapa Aku?

‎2.     Apa tujuan kedatanganku di Bumi Nusantara ini?

‎Mari kita jawab satu persatu Pertanyaan tentang Diri agar kita bisa kenal diri kita yang sejati.

‎1. Manusia adalah Makhluk Spiritual

‎Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia dan yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah SWT, sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam Surat At Tin Ayat 4 :

‎ “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.

‎Konteks Kesempurnaan Manusia Adalah realitas hidupnya, Kesempurnaan Berangkat dari Potensi yang Ada pada dirinya menuju aktualitasnya.

‎Manusia telah dikaruniai dengan Tiga Kekuatan (Tridaya Shakti), yang terdiri dari unsur- unsur rasa, cipta, dan karsa. Ketiganya merupakan energi yang bersifat potensial.

‎Apabila ketiga kekuatan ini dapat dikembangkan dan didayagunakan manusia secara seimbang dan selaras sesuai dengan fungsi masing-masing maka manusia akan menjadi manusia yang sukses dunia akhirat.

‎2. Tujuan Kedatangan Manusia di Bumi Nusantara

‎Penciptaan manusia sebagai makhluk yang sempurna di antara seluruh makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT bukan tanpa alasan. Di balik penciptaan tersebut Allah memiliki tujuan-tujuan. Karenanya memahami tujuan penciptaan diri menjadi hal yang penting untuk dipelajari.

‎Penciptaan manusia untuk mengabdi (beribadah) kepada Allah dan untuk mengetahui kekuasaan Allah. Allah yang menghidupkan dan mematikan makhluk. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya : “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

‎Jadi, manusia itu diciptakan pada hakikatnya untuk beribadah atau mengabdi kepada Allah.

‎Lalu, apa wujud ibadah itu ? Tidak lain ialah dengan ilmu yang diamalkan dengan melakukan perbuatan baik/amal shaleh dan meninggalkan perbuatan buruk.

‎Nah, dalam perwujudan Amal Shalehnya inilah sesungguhnya, manusia melaksanakan perannya sebagai Khalifah Allah di Muka Bumi.

‎Tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi antara lain menyangkut tugas mewujudkan kemakmuran di bumi Nusantara, mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan hidup, bekerja­sama dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.

‎ Sang Khalifatullah haruslah, "Trus Karyo Tataning Bhumi, Memayu hayuning bawana." Sehingga bumi Nusantara menjadi ijo royo royo. Gemah ripah, loh jinawi. "Baldhatun Thayyibah wa Rabbun Ghafur."

‎Karena itu tugas kekhalifahan merupakan tugas suci dan amanah dari Allah sejak manusia pertama hingga manusia pada akhir zaman yang akan datang, dan merupakan perwujudan dari pelaksanaan pengabdian kepada-Nya, sebagai ‘abdullah.

‎Akhirul Kalam, kita berharap semoga kita yang telah diamanahi tanggung jawab sebagai Khalifah Allah mampu melaksanakan dan menjalankannya dengan baik sesuai apa yang dikehendaki oleh Allah. Dan agar berhasil mengamalkannya maka menjadi kewajiban bagi kita dalam menjalani kehidupan di alam dunia ini untuk senantiasa berpegang teguh pada ajaran Al-qur'an, Sunnah Nabi SAW. (az) 

This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.