Mungkin banyak orang yang percaya bahwa Allah itu ADA. Namun, belum tentu mereka YAKIN akan KEBERADAAN Allah sebagai satu-satunya Dzat yang MAHA KUASA yang bisa MENGUBAH hidup mereka dan Memberi Solusi atas berbagai PROBLEMATIKA kehidupan yang mereka hadapi.
Pasalnya, mereka belum pernah MERASAKAN Kehadiran Allah dalam berbagai aspek kehidupan. Bagaimana mereka akan merasakan, jika mereka belum pernah MENGALAMI. Tentu saja mereka tak akan pernah mengalami karena mereka belum pernah BERBUAT sesuatu yang sesuai dengan KEINGINAN (Iradat) Allah.
Sebagaimana perilaku mereka itu dikecam Allah dalam Firman-Nya, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya?” (QS. Al-Jaatsiyah: 23).
Untuk itulah kita perlu berhenti sejenak agar kita bisa MEMERIKSA dan MELATIH Diri (Riyadhatun Nafs) serta melakukan Refleksi Diri, Perenungan Diri dalam kesunyian dan kesendirian di Bilik I’TIKAF. Satu hal yang penting dan perlu kita renungkan adalah, “Sudahkah kita dapat MERASAKAN KEHADIRAN Allah dalam seluruh aspek kehidupan kita selama ini?”
Jika sudah, maka bersyukurlah, jika belum, Insya Allah masih ada waktu untuk melakukan Transformasi Diri selama Anda I’tikaf.
JANGAN sampai kita kalah oleh Ular yang BERUBAH menjadi ular dengan kulit yang baru setelah berdiam diri selama 100 hari. Ayam betina pun berdiam diri setiap kali mengerami telurnya.
Demikian pula Ulat adalah hewan yang mengalami metamorfosis. Dalam proses metamorfosis ulat berdiam diri dalam kepompongnya, kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang indah bisa terbang kian kemari. Bagaimanakah dengan diri kita⁉🙄🤭
Dari beberapa model berdiam diri hewan tersebut di atas, nampaknya kita bisa mengambil pelajaran berharga dari diamnya ulat menjadi kupu-kupu. Dalam istilah zoologi proses perubahan ini dinamakan metamorfosis sempurna dimana suatu hewan berubah secara revolusioner dan sama sekali berbeda dari sebelumnya baik bentuk fisik, makanan maupun habitatnya.
Hikmah yang bisa diambil dari hal ini adalah dalam I’TIKAF, seharusnya manusia mengalami apa yang disebut "TRANSFORMASI EKSISTENSIAL" dari keterikatan kepada dunia material menuju kebebasan dunia spiritual. Dari dominasi kefanaan menuju keabadian, dari kelamnya reruntuhan alam semesta menuju kecemerlangan cahaya Ilahiyah yang luas membentang dibalut sifat Jalaliyyah (keagungan) dan Jamaliyyah (keindahan)-Nya.
Dari jiwa "ulat" yang terbatas kepada jiwa "kupu-kupu" yang terbang bebas menembus cakrawala dan memancarkan pesona keindahan. Sehingga melalui puasa Ramadhan ini terjadi proses Transformasi dari masyarakat yang “TERTINGGAL” kepada Umat yang BERKEMAJUAN, yakni Masyarakat Sejahtera lahir batin.
Berikut ini kami berbagi catatan dari hasil pengamatan dan penelitian serta pengalaman kami tentang Hikmah I’TIKAF, antara lain :
1. Semakin mengenal Potensi Diri;
2. Muraqabah (Dapat Merasakan Kehadiran Allah dalam setiap tarikan Nafas);
3. Tofeel better physically and mentally (merasa lebih baik secara fisik dan mental);
4. To look and feel younger (melihat dan merasa lebih muda);
5. To clean out the body (membersihkan badan);
6. To lower blood pressure and cholesterol levels (menurunkan tekanan darah dan kadar lemak;
7. To get more out of sex (lebih mampu mengendalikan seks);
8. To let the body health itself (membuat badan sehat dengan sendirinya);
9. To relieve tension (mengendorkan ketegangan jiwa);
10. To sharp the senses (menajamkan fungsi indrawi);
11. To gain control of oneself (memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri);
12. To slow the aging process / untuk memperlambat proses penuaan.
Semoga seluruh amalan ibadah kita dalam I’tikaf menjadi penggerak transformasi hidup. Dengan ibadah-ibadah yang kita lakukan diharapkan hidup kita menjadi lebih baik dan benar-benar merasakan Kehadiran Allah dalam setiap gerak dan langkah. (az).



