Olah rasa sangat penting dalam kehidupan untuk mencapai ketenangan batin, mengendalikan emosi, dan mengasah kepekaan jiwa.
Teknik ini membantu individu tetap tenang, bijak dalam menghadapi masalah, serta meningkatkan empati dan etika dalam berinteraksi sosial.
Melalui olah rasa, manusia mencapai keseimbangan emosional, spiritual, dan mental, yang krusial untuk kesehatan jiwa, pengambilan keputusan, dan pengembangan karakter yang lebih baik. .
TEKNIK OLAH RASA NUSANTARA:
1. MENYEPI: Saat keramaian sudah membuat kita sangat sesak, maka perlu meluangkan waktu untuk menyepi dan menyendiri. Kita butuh waktu untuk bersunyi dan menyendiri dalam hidup untuk memulihkan tubuh dan jiwa kita.
2. DUDUK TENANG: Duduklah di tempat yang tenang dalam kondisi rileks.
Santai, rileks, easy going adalah kondisi yang sebenarnya sangat dibutuhkan semua orang.
Pastikan Anda bisa menyendiri tanpa teralihkan oleh dering telepon, komputer, rekan kerja, atau teman.
3. PEJAMKAN MATA & TUTUP MULUT: Mungkin karena kelima indra menghadap keluar semua, sehingga selama ini Anda sadar atau tidak selalu memperhatikan apa yang ada di Luar Diri. Maka untuk menganalisa RASA milik sendiri, mulailah dg menutup Indra. Tutup mulut dan tutup mata. Hindari kontak dg dunia luar.
4. TUTUP TELINGA: Selama ini, berbagai suara dari luar telah demikian dominan mempengaruhi Anda. Sehinga Anda tidak sempat mendengar suara dari dalam Lubuk Jiwa. Apalagi Suara Allah, mungkin sama sekali tak pernah Anda Hiraukan.
Maka tutuplah telinga sejenak agar bisa mendengar suara batin Anda Sendiri.
5. PASRAH DIRI: Pasrah seperti air mengalir yang selalu bergerak dengan fleksibel mengikuti tempat yang lebih rendah. Pasrah dan ikhtiyar sesuatu yang bertolak belakang. Pasrah itu mengarah pada Allah. Maka, kalau mau menyelesaikan masalah dengan pasrah, ya pasrah saja total kepada Allah.
6. TENANGKAN PIKIRAN: Sebagai hamba Allah kita sering terjebak dalam hingar bingar kehidupan. Di saat itulah pikiran dan perasaan beradu argument, bertengkar menonjolkan kelebihan masing-masing.
Karena itulah setiap orang perlu berlatih menenangkan pikirannya.
7. BERDO’A: Ucapkan dalam Hati, “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim, Bismillahi Rahmanir Rahim, Asy hadu alla ilaha illa Allah, wa Ashly hadu anna Muhammadar Rasulullah."
8. ATUR NAFAS: Meski terdengar klise, diam sejenak dan mengatur napas dapat membantu menghilangkan kecemasan. Teknik pernapasan yang digunakan terbilang mudah.
Hitung waktu saat menghirup udara dan tahan napasmu selama empat hingga tujuh detik. Setiap Tarikan Nafas dan Hembusan Nafas dari Hidung ikuti dengan Kalimah, “ALLAH”, dalam Qalbu.
9. MENGOLAH RASA: Rasakan Suasana Alam, Suasana Batin, Gerak-Gerik Qalbu. Rasakan dan DENGARKAN bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dan sebagainya. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan ber-ilusi. Sehingga Anda akan PEKA terhadap ilham yang mengalir di dalam pikiran dan rasa. Usahakan, carilah sumbernya darimana ilham itu berasal.
10. TUTUP DENGAN AL-FATIHAH: Jika Anda merasa sudah cukup mengolah rasa, atau sekitar 20 menit, maka tutuplah Olah Rasa dengan Membaca Al-Fatihah, sambil menahan nafas. Selanjutnya tiupkan Nafas ke Permukaan Kedua Telapak Tangan, kemudian usapkan ke Muka, Kepala dan Seluruh bagian Tubuh.
Selesai Latihan Olah Rasa jangan buru-buru berdiri atau pindah tempat. Tetaplah duduk dengan rileks sambil MERASAKAN SENSASI dalam Jiwa dan Raga Anda. Sehingga timbul RASA SYUKUR yang mendalam karena Anda telah Merasakan manfaat Ilmu Olah Rasa Nusantara, waktu yang berkualitas dan berbagai Karunia serta kenikmatan yang telah diberikan Allah. Semoga sukses selalu. Good Luck 👍 (az).



