Sobatku ❤️ Apakah Anda mengenali EMOSI yang Anda rasakan? Bisakah Anda mengatur PERASAAN itu tanpa membiarkannya membanjiri Anda? Bisakah Anda memotivasi diri sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan? Apakah Anda merasakan emosi orang lain dan merespons secara efektif?
Jika Anda menjawab ya untuk pertanyaan-pertanyaan ini, kemungkinan Anda telah mengembangkan beberapa atau semua keterampilan yang membentuk dasar kecerdasan emosi. Kecerdasan emosional (emotional quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas Majelis Dakwah Al-Hikmah bersama para Conselor di Rumah Sehat Al-Hikmah dan Spiritual Business Consultant mengembangkan Teknik Mengolah Rasa sebagai langkah awal dalam mengembangkan Kecerdasan Emosional (emotional quotient).
Teknik olah rasa adalah serangkaian latihan yang dirancang untuk meningkatkan kepekaan emosi, konsentrasi, dan imajinasi seseorang, yang sering digunakan dalam teater namun sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari untuk mengelola emosi dan meningkatkan kecerdasan emosional (EQ).
Teknik ini diramu berdasarkan Persenyawaan Cara Olah Rasa warisan Leluhur Nusantara dengan Teknik ZIKIR Al-Hikmah dan Sains Modern.
Metode ini meliputi 10 (Sepuluh) tahap sebagai berikut:
1. MENYEPI: Kita butuh kesunyian untuk memulihkan tubuh dan jiwa kita.
2. DUDUK TENANG: Duduklah di tempat yang tenang dalam kondisi rileks.
3. PEJAMKAN MATA & TUTUP MULUT: Untuk menganalisa RASA milik sendiri, mulailah dg menutup Indra dan mulut. Sehingga kita bisa melihat ke dalam diri dan mendengarkan suara batin.
4. TUTUP TELINGA: Kita perlu menutup telinga sejenak agar bisa mendengar suara batin kita Sendiri.
5. PASRAH DIRI; Pasrah seperti air mengalir. Pasrah merupakan kepercayaan yang total akan kebijaksanaan agung dan rancangan paripurna dari Dzat yang Maha Tinggi.
6. TENANGKAN PIKIRAN: Setiap orang perlu berlatih menenangkan pikirannya.Supaya bisa mengendalikan emosi, amarah dan juga perasaan stresnya.
7. BERDO’A :Ucapkan dalam Hati, “A’udzu billahi minasy syaithonir rojiim, Bismillahi Rahmanir Rahim, Asy hadu alla ilaha illa Allah, wa Ashly hadu anna Muhammadar Rasulullah.
8. ATUR NAFAS: Meski terdengar klise, diam sejenak dan mengatur napas dapat membantu menghilangkan kecemasan.
9. MENGOLAH RASA: Rasakan Suasana Alam, Suasana Batin, Gerak-Gerik Qalbu. Rasakan dan DENGARKAN bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dan sebagainya.
10. TUTUP DENGAN AL-FATIHAH: Jika Anda merasa sudah cukup mengolah rasa, atau sekitar 20 menit, maka tutuplah Olah Rasa dengan Membaca Al-Fatihah, sambil menahan nafas.
Selesai Latihan Olah Rasa jangan buru-buru berdiri atau pindah tempat. Tetaplah duduk dengan rileks sambil MERASAKAN SENSASI dalam Jiwa dan Raga Anda. Sehingga timbul RASA SYUKUR yang mendalam karena Anda telah Merasakan manfaat Ilmu Olah Rasa, waktu yang berkualitas dan berbagai Karunia serta kenikmatan yang telah diberikan Allah.
Melalui olah rasa, individu belajar mengenali diri sendiri, menenangkan pikiran, dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat. Melatih diri untuk tidak reaktif, tenang saat menghadapi stres, dan mengendalikan perilaku impulsif. Semoga sukses selalu. Good Luck 👍 (az).



