Periiiiiiiiih............‼️😰😭 Betapa Tidak. Masalah Utama Rakyat Indonrsia Adalah Kemiskinan, Pengangguran & Ketersediaan Lahan untuk Berusaha dan Hunian. Penduduk Miskin RI 23,36 Juta per September 2025. Sedangkan Jumlah pengangguran pada awal 2026 diperkirakan berkisar antara 7,4 hingga 7,5 juta orang.
Sementara itu, data terbaru menyebutkan angka backlog perumahan di Indonesia (masyarakat yang belum memiliki rumah layak) mencapai 34,24 juta terutama di kalangan pekerja informal, dengan 26 juta hunian tidak layak huni.🤭😡
Namun sayangnya sampai hari ini Belum ada Langkah Nyata untuk Meningkatkan Kesejahteraan rakyat. Justru malah yang terjadi malah penggusuran tempat usaha rakyat kecil. Padahal Penggusuran Justru bisa mematikan Mata Pencarian Masyarakat kecil dan menambah pengangguran⁉️🤭🤢😨
Dalam upaya membantu pemerintah dan meringankan beban rakyat kecil, Spiritual Business Consultant menawarkan Program Workshop Anti Nganggur. Program pelatihan keterampilan usaha (wirausaha) dilakukan dengan membekali peserta—terutama pemuda dan pengangguran struktural—dengan keahlian teknis (menjahit, las, otomotif) dan manajemen bisnis untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
Semoga Program ini, mendapat dukungan dari pemerintah (seperti Kemnaker, Kem.UMKM dan Kemenkop), sehingga dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kasih sayang Allah memungkinkan siapa pun, dalam situasi keuangan atau fisik apa pun - untuk mengakses Sumber Energi Spiritual. 🙏❤🚀
Inilah yang diajarkan dan dilatih oleh Kyai Ageng Khalifatullah Malika Zaman dalam Workshop Anti Nganggur: Kemampuan setiap individu untuk membangkitkan kekuatan spiritual batinnya sendiri (Energy Spiritual yang sudah ada di dalam diri).
Workshop Anti Nganggur melatih dan membimbing peserta bagaimana menggunakan spiritualitas untuk mencapai kekayaan materi dan kesuksesan dalam hidup.
Spiritualitas memang merupakan katalisator yang hebat untuk kesuksesan materi.
Selanjutnya peserta dibimbing untuk Mengarahkan Energy Spiritual Menuju Sukses Financial.
Mengarahkan energi spiritual menuju kesuksesan finansial melibatkan memperlakukan uang sebagai bentuk "energi yang membeku" yang merespons pola pikir, niat, dan getaran, bukan sekadar sumber daya materi. Pendekatan ini membutuhkan penyelarasan nilai-nilai internal dengan tujuan finansial untuk menghilangkan hambatan bawah sadar, seperti pola pikir kekurangan atau keyakinan yang membatasi, yang jika tidak diatasi akan menghambat aliran kelimpahan.
Berikut adalah panduan untuk mengarahkan energi spiritual menuju kesuksesan finansial berdasarkan praktik-praktik yang telah mapan:
1. Kembangkan Pola Pikir Berlimpah: Beralih dari Pola Pikir Kekurangan ke Pola Pikir Kelimpahan.
2. Tetapkan Niat yang Jelas dan Visualisasikan: Tetapkan Tujuan Keuangan. Definisikan dengan jelas apa arti kepuasan finansial bagi Anda—bukan hanya dalam angka, tetapi dalam tujuan.
3. Praktik dan Ritual Energi: Bersihkan energi stagnan di lingkungan Anda menggunakan Ruqyah. Gunakan zikir untuk terhubung dengan diri batin Anda, menenangkan pikiran, dan fokus pada niat Anda terkait uang.
4. . Menyelaraskan Kebiasaan Keuangan dengan Nilai-Nilai: Pastikan pengeluaran Anda selaras dengan nilai-nilai inti Anda.
5. Lakukan "Tindakan yang Menginspirasi": Padukan Rohani dengan Tindakan. Pekerjaan spiritual harus dipadukan dengan langkah-langkah praktis dan proaktif (Amal Shaleh).
6. Ambil Risiko yang Terukur: Atasi rasa takut dengan mengambil tindakan berdasarkan intuisi dan riset Anda.
7. Terima Ketidaknyamanan: Pertumbuhan sering kali membutuhkan langkah keluar dari zona nyaman, seperti menegosiasikan gaji yang lebih tinggi atau menghadapi utang.
Dengan memperlakukan uang sebagai alat untuk pertumbuhan pribadi dan bukan hanya sebagai alat akumulasi, Anda dapat menyelaraskan tujuan keuangan Anda dengan nilai-nilai spiritual Anda, sehingga menghasilkan kepuasan materi dan pribadi. (az)



