Miriiiiiiis.....! Keluhan masyarakat terkait harga obat yang terus meningkat di Indonesia adalah isu serius yang tak kunjung mendapatkan solusi.
Parahnya, berdasarkan data per 2024-2026, harga obat di Indonesia, khususnya obat bermerek (branded generic), dilaporkan jauh lebih mahal—bahkan bisa 3 hingga 5 kali lipat—dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia atau India.
Seabrek persoalan membuat harga obat di Indonesia lebih mahal dibanding negara lain. Karena itu, masyarakat mendesak Pemerintah agar serius membenahi sengkarut di sektor kesehatan ini.
Maka dalam upaya meringankan beban masyarakat, Rumah Sehat Al-Hikmah bekerjasama dengan MDA Care Hotline dan Surat Kabar Jenius dalam memasyarakatkan Ramuan Rempah Nusantara sebagai Solusi Jitu dalam Mengatasi Mahalnya Harga Obat Medis.
Rumah Sehat Al-Hikmah mendorong Pemerintah agar Serius dalam Mengembangkan Ramuan Rempah Nusantara (Jamu) sebagai alternatif pengobatan adalah langkah strategis untuk mengatasi mahalnya biaya pengobatan konvensional.
Jamu menawarkan solusi kesehatan yang terjangkau, mudah didapat, dan efektif, terutama jika dikelola dengan standar keamanan yang baik. Maka Budaya Sehat Jamu Mengurangi Biaya Kesehatan.
Seiring dengan itu pelestarian dan pengembangan jamu merupakan langkah strategis yang tidak hanya menjaga warisan budaya takbenda UNESCO, tetapi juga secara nyata meringankan beban ekonomi dan kesehatan rakyat Indonesia. Sebagai kearifan lokal, jamu menawarkan solusi kesehatan preventif dan kuratif yang terjangkau, alami, dan mudah didapat.
Mengembangkan ramuan rempah (jamu/empon-empon) adalah langkah efektif dan ekonomis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam meningkatkan imunitas, stamina, dan mengatasi keluhan ringan.
Berdasarkan kekayaan hayati Indonesia, berikut adalah PENGEMBANGAN RAMUAN REMPAH yang BERKHASIAT:
1. Ramuan "Immune Booster" (Empon-empon Nusantara):
Ramuan ini fokus pada peningkatan daya tahan tubuh menggunakan bahan utama jahe, kunyit, dan temulawak.
Manfaat: Meningkatkan leukosit (imunitas), antiinflamasi, dan kebugaran tubuh.
2. Ramuan "Detox & Lambung" (Kunyit Lengkuas): Cocok untuk kesehatan pencernaan dan mengurangi peradangan dalam tubuh.
Manfaat: Kurkumin pada kunyit membantu mengatasi asam lambung, sementara lengkuas muda mengandung zink untuk imunitas.
3. Ramuan "Respirasi & Hangat" (Jahe Kencur): Sangat baik untuk melegakan tenggorokan, mengatasi pilek, dan batuk.
Manfaat: Mengencerkan dahak, menghangatkan tubuh, dan mengurangi gejala masuk angin.
TANTANGAN & HAMBATAN PENGEMBANGAN JAMU:
Namun sayangnya, pengembangan industri jamu di Indonesia menghadapi berbagai hambatan, mulai dari aspek riset, regulasi, hingga pemasaran.
Meskipun memiliki potensi besar sebagai warisan budaya dan obat tradisional, berikut adalah beberapa HAMBATAN UTAMA yang menyebabkan PENGEMBANGAN JAMU BELUM OPTIMAL:
1. Riset yang Mahal dan Sulit
2. Kurangnya Ahli Botani dan Farmakognosi
3. Masalah Standarisasi Bahan Baku
4. Tantangan Regulasi dan Perizinan
5. Kurangnya Modernisasi Produksi
6. Masalah Keberlanjutan Bahan Baku
7. Stigma dan Rasa: Adanya stigma "kuno" serta rasa pahit yang kuat menjadi tantangan dalam menarik minat konsumen muda
8. Adanya Bahan Kimia Obat (BKO): Masih ditemukan oknum yang mencampurkan bahan kimia obat pada produk jamu, yang merusak reputasi jamu secara keseluruhan.
Karuan saja hambatan-hambatan ini menuntut sinergi antara peneliti, pemerintah (terkait regulasi BPOM), dan pelaku industri untuk memodernisasi jamu tanpa menghilangkan khasiat alaminya. Semoga! (az)



