Ironis, sebagian masyarakat Barat yang sudah MAJU dalam Sains, Teknologi, Ekonomi dan Keuangan, ternyata TIDAK bisa menikmati hidupnya karena mereka KEHILANGAN makna hidup. Mereka mengalami kekeringan jiwa dan kegersangan SPIRITUAL. Bahkan, tidak sedikit yang STRESS dan DEPRESI.
Sementara itu, di Indonesia, bukan hanya tidak bisa menikmati hidup, sebagian besar Umat Islam masih mengalami KESULITAN hidup, ekonomi TERPURUK dan TERLILIT hutang berkepanjangan karena mereka GAGAL memahami MAKNA HIDUP.
Maka, hanya SEDIKIT, Manusia di Barat maupun Timur yang hari ini MENCAPAI taraf hidup yang Sejahtera Lahir Batin. Sehingga mereka Ceria, Bahagia dan Cukup Harta. Sedangkan sebagian besar lainnya, jangankan CERIA, nampaknya untuk TERSENYUM saja SUSAH.
Hari-hari mereka dipenuhi ujaran KEBENCIAN kepada orang yang sudah SUKSES, menghujat pemerintah dan MENYALAHKAN orang lain. Padahal, KEGAGALAN dan KESULITAN yang mereka alami adalah akibat mereka GAGAL memahami makna KEHIDUPAN itu sendiri. Sehingga kehidupan mereka seperti di NERAKA. (QS. Al-A’raf : 179).
Karena itu, APAPUN masalah, bagaimanapun KESULITAN dan kenapa Anda tidak bisa menikmati hidup, SOLUSINYA : “Pahami Makna Hidup.” Dari Mana Anda, Sedang Dimana, Mau Apa dan Akan Kemana?
Jawaban atas pertanyaan diatas berkaitan erat dengan sejauhmana PEMAHAMAN kita terhadap ajaran Islam yang kita anut selama ini. Pasalnya, tingkat pemahaman seseorang terhadap Islam akan membentuk PANDANGAN HIDUP (Worldview). Demikian juga pemahamannya terhadap KONSEP ALAM juga akan mempengaruhi seorang manusia dalam menentukan pandangan hidupnya.
Untuk itu, mari kita HAYATI dan CERMATI Firman Allah berikut ini: ““Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).
Jadi, Allah tidaklah membiarkan kita begitu saja. Bukanlah Allah hanya memerintahkan kita untuk makan, minum, melepas lelah, tidur, mencari sesuap nasi untuk keberlangsungan hidup. Ingatlah, bukan hanya dengan tujuan seperti ini Allah menciptakan kita. Tetapi ada tujuan besar di balik itu semua yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya. (QS. Al Mu’minun: 115).
Maka, ELEMEN yang paling dibutuhkan manusia dalam menentukan PEDOMAN hidupnya adalah KEIMANAN pada Allah. Jika kita melandaskan hidup kita karena Allah, maka kita akan bisa MEMAKNAI hidup dan mempunyai TUJUAN hidup yang jelas. Berbeda dengan manusia yang tidak beriman pada Allah, mereka akan kebingungan dalam mencari makna eksistensinya sebagai manusia di bumi ini, karena tidak mempunyai pedoman dalam hidupnya.
Itulah the worldview of Islam, pandangan hidup yang hanya diajarkan oleh Islam dan hanya dapat dipahami oleh seorang Muslim. Jika kita dapat MENYADARKAN diri sendiri bahwa worldview itu harus tercermin dalam segala perbuatan dan tingkah laku kita, maka kita akan bisa MENINGKATKAN kualitas IBADAH kita kepada Allah.
Mereka yang beriman dan beramal sholeh itulah yang dapat merasakan INDAH dan manisnya kehidupan dan kebahagiaan karena hatinya yang selalu tenang bersama Allah. (QS. An Nahl: 97).
Losta Masta! Jadikanlah Hidupmu Lebih Hidup. Allah tidak pernah menciptakanmu untuk hidup tertekan, kalah, bersalah, terkutuk, malu atau tidak layak. Kamu diciptakan untuk menjadi pemenang.
Hidup adalah tentang menikmati setiap momen dan pengalaman yang kamu alami. Hargailah setiap momen dalam hidupmu. Luangkan waktu untuk merasakan kebahagiaan dan rasa syukur atas setiap momen indah yang kamu alami.
Akhirul kalam, untuk membuat hidup menjadi lebih hidup, penting untuk tetap terhubung dengan diri sendiri dan kebutuhan serta keinginan kamu. Luangkan waktu untuk merenungkan tentang diri kamu sendiri, mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan kamu, dan membuat ruang untuk kegiatan dan aktivitas yang memberi makna dan kepuasan kepada kamu. (az) ❤️🇮🇩👍



