-->
logo

‎MEMBELA KAUM TERTINDAS : Kapitalisme gagal menciptakan kesejahteraan dunia

Hot News

Hotline

‎MEMBELA KAUM TERTINDAS : Kapitalisme gagal menciptakan kesejahteraan dunia

‎Cikarang, SKJENIUS.COM.- Kapitalisme dinilai gagal menciptakan kesejahteraan dunia karena menghasilkan ketimpangan sosial yang ekstrem, eksploitasi tenaga kerja, dan kerusakan lingkungan. Sistem ini memusatkan kekayaan pada segelintir elite pemilik modal sementara mayoritas tetap berjuang di tengah kesulitan.

‎Kekayaan global menumpuk pada satu persen populasi teratas, sementara kelompok bawah hidup dalam kemiskinan dan keterbatasan akses dasar. Karuan saja. Eksploitasi Pekerja pun terjasi. Orientasi pada keuntungan maksimal mendorong perusahaan menekan upah buruh dan memangkas jaminan sosial demi efisiensi biaya.

‎Parahnya lagi, logika kapitalisme yang mengedepankan kebendaan untuk memperkaya diri mengalaskan bahwa hidup didunia hanyalah benda dan uang, antara sosial modern, sehingga logika kapitalisme bukanlah menjadi jawaban inti dalam pembelaan kaum Mustadl'afin. Padahal membela kaum mustadh'afin adalah perintah dan panggilan untuk melindungi orang-orang yang lemah, tertindas, dan tersisih.

‎Dalam sejarah kehidupan manusia, ketidakadilan sosial menjadi masalah yang terus berulang. Ketimpangan ekonomi, kekuasaan yang sewenang-wenang, dan nasib kaum lemah yang diabaikan adalah potret buram peradaban manusia dari masa ke masa. Kedigdayaan seorang individu atau suatu kelompok kerap kali dibarengi dengan sikap arogan dan egois sehingga melahirkan praktik penindasan terhadap kelompok yang lemah.

‎Islam, sebagai agama yang paripurna, tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan antar sesama manusia. Salah satu misi besar Al-Qur'an adalah membela hak-hak sosial dan menegakkan kemaslahatan bersama, khususnya bagi kaum tertindas. Hal ini sejalan dengan misi diutusnya Nabi Muhammad saw, yang tercantum dalam Surat Al-Anbiya ayat 107:

‎“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

‎Karena itulah, MEMBELA KAUM TERTINDAS merupakan misi penting dalam ajaran Islam seperti pada Surah An-Nisa ayat 75 yang berisi seruan Allah agar umat Islam mau berperang di jalan Allah untuk membela kaum lemah (laki-laki, perempuan, dan anak-anak) yang tertindas serta doa mereka memohon pelindung dan penolong dari Allah.

‎LANDASAN DAN BENTUK PEMBELAAN

‎1. Perintah Agama: Al-Qur'an mewajibkan umat Islam menolong orang tertindas yang berdoa minta pertolongan.

‎2. Bentuk Lemah: Kelemahan ini bukan cuma soal harta atau uang, tapi juga masalah sosial dan politik.

‎3. Tujuan Utama: Menghentikan ketidakadilan dan memberi hak hidup yang layak bagi semua orang.

‎Membela kaum tertindas (mustadh'afin) adalah tindakan moral dan sosial untuk menegakkan keadilan, memberikan suara kepada yang lemah, serta melawan segala bentuk ketidakadilan dan penindasan. Hal ini mencakup advokasi hukum, pendidikan kritis, dan pemberdayaan ekonomi.

‎Jika Anda mau, saya bisa jelaskan lebih lanjut tentang:

‎1. Ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas kaum mustadh'afin

‎2. Contoh nyata cara membela kaum lemah di zaman modern

‎Bagaimana Anda ingin melanjutkan pembahasan ini?



This blog is created for your interest and in our interest as well as a website and social media sharing info Interest and Other Entertainment.